Jakarta – Sepakbola, olahraga paling populer di dunia, memiliki sejarah panjang yang membentang lebih dari satu setengah abad. Sejak awal kemunculannya, banyak klub yang didirikan, namun tidak semua mampu bertahan melewati berbagai tantangan zaman. Beberapa di antaranya bahkan menjadi pionir, mendefinisikan sepakbola modern seperti yang kita kenal sekarang. Artikel ini akan mengupas tuntas lima klub sepakbola tertua di dunia yang masih aktif dan berkompetisi hingga saat ini.
1. Sheffield F.C. (Didirikan: 24 Oktober 1857)
Tidak ada daftar klub tertua yang lengkap tanpa menyebut nama Sheffield F.C. Berbasis di Sheffield, Inggris, klub ini secara luas diakui oleh FIFA dan The Football Association (FA) sebagai klub sepakbola tertua di dunia. Didirikan oleh Nathaniel Creswick dan William Prest, Sheffield F.C. bukan sekadar klub, melainkan institusi yang berperan besar dalam membentuk aturan permainan. Sebelum Sheffield F.C. berdiri, aturan sepakbola sangat bervariasi di setiap daerah. Para pendiri klub ini kemudian menciptakan “Sheffield Rules” pada tahun 1858, yang menjadi cikal bakal banyak aturan modern, termasuk tendangan bebas dan tendangan sudut.
Meskipun memiliki sejarah yang luar biasa, Sheffield F.C. tidak pernah menjadi klub profesional besar. Mereka saat ini berkompetisi di Northern Premier League Division One East, sebuah divisi di piramida sepakbola Inggris. Namun, status mereka sebagai “The World’s First Football Club” tetap tak tergantikan. Mereka adalah bukti hidup dari akar sepakbola, sebuah pengingat bahwa esensi permainan ini lebih dari sekadar uang dan gelar, melainkan tentang gairah dan persahabatan. Pada tahun 2004, Sheffield F.C. dianugerahi FIFA Order of Merit, sebuah kehormatan tertinggi dari badan sepakbola dunia, bersama dengan Real Madrid.
2. Hallam F.C. (Didirikan: 4 September 1860)
Hanya berjarak beberapa mil dari Sheffield F.C., berdiri Hallam F.C., klub sepakbola tertua kedua di dunia. Pertemuan bersejarah antara kedua klub ini pada tanggal 26 Desember 1860, di Sandygate Road, menjadi pertandingan sepakbola antar-klub pertama yang pernah tercatat. Sandygate Road, markas Hallam F.C., juga diakui oleh Guinness World Records sebagai lapangan sepakbola tertua di dunia.
Awalnya, Hallam adalah klub kriket yang kemudian membentuk tim sepakbola untuk mengisi waktu luang di musim dingin. Mereka memainkan peran penting dalam popularitas “Sheffield Rules” dan menjadi salah satu anggota pendiri kompetisi sepakbola tertua di dunia, Youdan Cup, yang mereka menangkan pada tahun 1867. Seperti Sheffield F.C., Hallam F.C. tetap mempertahankan status amatir mereka. Mereka berkompetisi di Northern Counties East League Division One. Sejarah panjang dan pertandingan derbi melawan Sheffield F.C., yang dikenal sebagai “The Rules Derby,” menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas klub ini.
3. Notts County F.C. (Didirikan: 28 November 1862)
Meskipun secara teknis lebih muda dari Sheffield dan Hallam, Notts County memiliki status unik sebagai klub sepakbola profesional tertua di dunia. Didirikan di Nottingham, Inggris, Notts County adalah anggota pendiri The Football League, kompetisi liga sepakbola pertama di dunia, pada tahun 1888. Klub ini memainkan peran besar dalam transisi sepakbola dari olahraga amatir menjadi profesi.
Notts County memiliki julukan “The Magpies” karena seragam hitam-putih mereka yang ikonik. Legenda mengatakan bahwa Juventus, raksasa Italia, terinspirasi oleh seragam Notts County ketika mereka memutuskan untuk mengganti seragam mereka pada tahun 1903. Seorang pemain Inggris di Juventus yang berasal dari Nottingham berhasil mendapatkan seragam cadangan Notts County, yang kemudian dikirim ke Turin dan diadopsi sebagai seragam utama Juventus hingga kini. Notts County telah mengalami pasang surut, termasuk degradasi dari Football League pada tahun 2019, namun mereka berhasil kembali ke League Two pada tahun 2023. Mereka adalah saksi bisu evolusi sepakbola profesional.
4. Stoke City F.C. (Didirikan: 1863)
Sama seperti Notts County, Stoke City adalah salah satu klub pendiri The Football League. Klub ini didirikan oleh sekelompok murid di Charterhouse School, Inggris, yang kemudian pindah ke Stoke-on-Trent. Awalnya dikenal sebagai Stoke Ramblers, klub ini dengan cepat menjadi kekuatan lokal dan memainkan peran penting dalam pengembangan sepakbola di wilayah West Midlands.
Stoke City memiliki julukan “The Potters,” merujuk pada industri tembikar yang merupakan ciri khas kota Stoke-on-Trent. Mereka menghabiskan sebagian besar sejarah mereka di divisi teratas dan kedua sepakbola Inggris. Salah satu momen paling ikonik mereka adalah kemenangan di final Piala Liga pada tahun 1972, yang menjadi satu-satunya trofi utama mereka hingga saat ini. Stoke City tetap menjadi klub yang stabil dan kompetitif di Championship (divisi kedua Inggris), melanjutkan warisan panjang mereka sebagai salah satu klub tertua di dunia.
5. Nottingham Forest F.C. (Didirikan: 1865)
Berbasis di kota yang sama dengan Notts County, Nottingham Forest adalah salah satu klub yang paling bersejarah dan sukses di antara yang tertua. Didirikan oleh sekelompok pemain shinty (sejenis hoki), klub ini beralih ke sepakbola tak lama setelah berdiri. Nottingham Forest dikenal dengan seragam merah mereka, yang konon menginspirasi Arsenal untuk mengadopsi warna yang sama ketika salah satu pemain mereka, Fred Beardsley, bergabung dengan Arsenal (saat itu bernama Dial Square) dan membawa seragam Nottingham Forest ke London.
Era kejayaan Nottingham Forest terjadi di bawah manajer legendaris Brian Clough pada akhir 1970-an dan awal 1980-an. Di bawah kepemimpinannya, Forest berhasil memenangkan dua gelar European Cup (sekarang Liga Champions) berturut-turut pada tahun 1979 dan 1980, sebuah pencapaian yang hampir mustahil untuk klub dari kota kecil. Meskipun telah mengalami masa sulit, termasuk degradasi, Nottingham Forest kembali ke Premier League pada tahun 2022, membuktikan bahwa semangat juang dan sejarah mereka tidak pernah padam. Mereka adalah contoh sempurna bagaimana sejarah dan tradisi dapat menjadi kekuatan pendorong di era sepakbola modern.
Lima klub ini bukan sekadar nama dalam buku sejarah. Mereka adalah monumen hidup dari perjalanan sepakbola dari sebuah hobi sederhana menjadi fenomena global. Sheffield F.C. dan Hallam F.C. adalah akar amatir permainan, sementara Notts County, Stoke City, dan Nottingham Forest adalah pionir dari era profesional. Kisah mereka adalah cerminan dari evolusi sepakbola, dan keberadaan mereka adalah pengingat bahwa di balik gemerlapnya stadion modern dan transfer bernilai miliaran, esensi dari permainan ini tetap sama: gairah, dedikasi, dan cinta abadi terhadap sebuah bola.
(EA/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita lainya
Raúl González Blanco: Sang Pangeran Bernabéu
Ketika Para Underdog Mengejutkan Dunia
Alexandre Pato, Perjalanan Penuh Lika-liku Sang Striker Brasil