Jakarta – Stadion Rungrado 1st of May (Stadion Hari Buruh Rungrado) di Pyongyang, Korea Utara, adalah sebuah struktur yang melampaui fungsinya sebagai arena olahraga. Berdiri megah di Pulau Rungra di tengah Sungai Taedong, stadion ini merupakan manifestasi fisik dari ambisi nasional, alat diplomasi, dan puncak dari arsitektur monumental bergaya sosialis. Dikenal secara universal sebagai stadion berkapasitas tempat duduk terbesar di dunia, Rungrado adalah sebuah buku sejarah arsitektur dan politik Korea Utara yang dicetak dalam beton dan baja.
Era Perang Dingin dan Perlombaan Gengsi
Sejarah pembangunan Rungrado tidak dapat dipisahkan dari konteks Perang Dingin dan persaingan ketat antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pada pertengahan 1980-an, Korea Selatan meraih kemenangan besar di panggung global dengan terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 1988 di Seoul. Peristiwa ini sangat meningkatkan citra dan legitimasi Korea Selatan.
Korea Utara, di bawah kepemimpinan Kim Il-sung, merasakan adanya kebutuhan mendesak untuk menandingi dan melampaui prestasi diplomatik dan infrastruktur tetangganya di selatan. Responsnya adalah serangkaian proyek pembangunan besar-besaran di Pyongyang, yang puncaknya adalah pembangunan Stadion Rungrado. Proyek ini dimulai pada tahun 1986 dengan tujuan eksplisit untuk menjadi stadion utama bagi Festival Pemuda dan Pelajar Sedunia ke-13 yang dijadwalkan pada tahun 1989. Proyek ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi tentang menunjukkan kepada dunia—dan kepada Korea Selatan—bahwa Korut juga merupakan negara yang maju, terorganisir, dan mampu menciptakan kemegahan yang tak tertandingi.
Detail Arsitektur yang Sarat Makna
Penyelesaian pembangunan Rungrado pada 1 Mei 1989 menandai sebuah prestasi rekayasa yang luar biasa, diklaim hanya dalam waktu sekitar 2,5 tahun. Lokasinya di Pulau Rungra (Rŭngrado) di Taedonggang (Sungai Taedong) memberikan stadion ini namanya, sementara tanggal peresmiannya pada Hari Buruh memberikan julukan “1st of May.”
Perbandingan Kapasitas
Saat dibuka, Rungrado dengan bangga mengumumkan kapasitas 150.000 penonton, menggeser Estádio do Maracaña di Rio de Janeiro (setelah renovasi modern) sebagai stadion dengan kapasitas tetap terbesar di dunia. Angka ini sering menjadi titik kebanggaan nasional. Setelah renovasi besar pada 2014-2015, di mana bangku diganti dengan kursi individual, kapasitasnya direvisi oleh pengamat menjadi sekitar 114.000. Namun, meskipun dengan angka yang lebih konservatif, Rungrado tetap berdiri di posisi teratas dalam daftar stadion terbesar di dunia.
Simbolisme Desain
Desain Rungrado adalah mahakarya seni sosialis-realis yang sarat simbol. Bentuk ovalnya yang ikonik ditopang oleh 16 lengkungan beton raksasa yang tersusun melingkar. Secara visual, struktur atap ini dimaksudkan untuk menyerupai:
Bunga Magnolia: Bunga nasional Korea Utara, yang melambangkan keindahan dan kemurnian.
Parasut Terbuka: Melambangkan perlindungan dan kemegahan yang merentang di atas ibu kota.
Dari kejauhan, stadion ini tampak seperti teratai besar yang mengapung di atas sungai, sebuah pemandangan yang menambah estetika megah Pyongyang. Struktur ini mencakup delapan lantai dengan total luas lantai lebih dari 207.000 meter persegi, yang tidak hanya menampung lapangan utama, tetapi juga 1.300 ruangan fungsional, termasuk ruang ganti, ruang latihan, kolam renang dalam ruangan, dan bahkan lapangan mini golf, menunjukkan Rungrado sebagai kompleks olahraga yang lengkap.
Panggung Utama untuk Mass Games Arirang
Meskipun secara teknis adalah stadion multi-fungsi untuk sepak bola dan atletik, peran terpenting Rungrado adalah sebagai tuan rumah Arirang Mass Games (kadang-kadang disebut “The Grand Mass Gymnastics and Artistic Performance Arirang”).
-
- Puncak Sinkronisasi: Mass Games adalah pertunjukan yang melibatkan lebih dari 100.000 peserta — jumlah yang melebihi kapasitas penonton stadion—yang bergerak dalam sinkronisasi sempurna. Ini bukan hanya sebuah acara; ini adalah demonstrasi kesempurnaan organisasi negara sosialis, menunjukkan kedisiplinan massal yang tak tertandingi di bawah ideologi Juche.
- Propaganda Visual: Latar belakang dari pertunjukan ini dihiasi oleh “layar” manusia raksasa yang diciptakan oleh ribuan siswa yang memegang kartu berwarna, yang secara bergantian menampilkan slogan politik, gambar simbolis kepemimpinan, dan narasi sejarah revolusioner Korea Utara. Pertunjukan ini menjadi jendela utama yang disajikan oleh Korut kepada dunia.
Rungrado sebagai Titik Fokus Non-Olahraga dan Kontroversial
Selain fungsi olahraga dan budaya, Rungrado memiliki catatan penggunaan yang mencerminkan realitas politik unik Korea Utara. Stadion ini tidak hanya menjadi panggung untuk perayaan, tetapi juga untuk peristiwa yang bersifat politis dan bahkan mengerikan.
Situs Eksekusi dan Pembersihan Politik: Salah satu catatan kontroversial dalam sejarah Rungrado adalah laporan penggunaannya sebagai tempat eksekusi pada era pemerintahan Kim Jong Il. Dilaporkan pada tahun 1990-an dan awal 2000-an, sejumlah perwira tinggi militer yang dianggap berkhianat atau terlibat dalam plot makar dieksekusi di dalam atau di sekitar kompleks stadion, seringkali di hadapan umum, sebagai peringatan keras rezim.
Wrestling ‘Collision in Korea’ (1995): Di sisi lain, pada tahun 1995, Rungrado menjadi tuan rumah acara gulat profesional “Collision in Korea,” yang dipromosikan oleh World Championship Wrestling (WCW) dan New Japan Pro-Wrestling (NJPW). Acara ini berhasil menarik penonton yang diklaim mencapai 190.000 orang selama dua hari, memecahkan rekor dunia untuk penonton gulat profesional dan menunjukkan kapasitas luar biasa stadion ini untuk menampung kerumunan besar, meskipun banyak penonton yang kehadirannya diwajibkan oleh pemerintah.
Rungrado Hari Ini
Di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, stadion ini terus memainkan peranan utamanya. Renovasi besar pada pertengahan 2010-an memastikan bahwa Rungrado tetap menjadi fasilitas kelas dunia, selaras dengan upaya Kim Jong-un untuk memproyeksikan citra modern Korea Utara.
Rungrado telah berfungsi sebagai titik fokus bagi diplomasi dan momen perdamaian, yang paling menonjol adalah ketika pada September 2018, Kim Jong-un menyambut Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di stadion. Sambutan hangat dan pidato perdamaian yang disampaikan Moon Jae-in di hadapan kerumunan 150.000 rakyat Korut menandai sebuah momen simbolis yang kuat.
Stadion Rungrado 1st of May tetap menjadi keajaiban arsitektur dan simbol yang kompleks. Ia adalah tempat di mana ambisi nasional dipertontonkan, seni massal mencapai puncaknya, dan, sayangnya, di mana jejak sejarah politik yang sulit juga tertanam. Ia adalah colosseum modern Korea Utara.
(EA/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita lainya
Gol Tunggal Moises Caicedo Bawa Chelsea Kalahkan Pafos
Barcelona Hantam Slavia Praha 4-2
Liverpool Tekuk Marseille Tiga Gol Tanpa Balas