Jakarta – Stadion Wembley bukan sekadar lapangan sepak bola; ia adalah simbol kebanggaan nasional, tempat lahirnya kenangan olahraga paling ikonik di Inggris, dan katedral sepak bola dunia. Terletak di Borough of Brent, London, stadion ini telah menjadi tuan rumah bagi final piala, pertandingan tim nasional yang krusial, dan acara musik legendaris selama hampir satu abad. Kisah Wembley adalah kisah tentang dua stadion: Wembley Lama yang ikonik dan Wembley Baru yang megah, masing-masing dengan warisan dan keagungan arsitekturnya sendiri.
Wembley Lama: The Twin Towers (1923–2000)
Sejarah Wembley dimulai pada tahun 1923 dengan pembangunan Empire Stadium, yang kemudian dikenal secara internasional sebagai Wembley Stadium. Stadion ini awalnya dibangun sebagai daya tarik utama untuk British Empire Exhibition pada tahun 1924, tetapi dibuka setahun lebih awal. Pembangunannya diselesaikan dengan tergesa-gesa, menelan biaya sekitar $750,000 pada saat itu.
Kelahiran yang Legendaris: Final Piala “Kuda Putih”
Pertandingan pertama yang diselenggarakan di Wembley Lama adalah Final Piala FA 1923 antara Bolton Wanderers dan West Ham United. Meskipun kapasitas resminya sekitar 127.000, pihak penyelenggara sangat meremehkan minat publik. Diperkirakan lebih dari 200.000 orang membanjiri stadion yang baru selesai itu, menyebabkan kekacauan massal di dalam dan sekitar lapangan permainan.
Momen paling terkenal dari hari bersejarah itu adalah ketika seorang polisi berkuda, PC George Scorey, menunggangi kuda abu-abu yang ikonik bernama Billy (meskipun sering keliru disebut “kuda putih”) untuk secara heroik membantu mengamankan kerumunan agar penonton menjauh dari lapangan dan pertandingan dapat dimulai. Karena insiden luar biasa ini, pertandingan tersebut selamanya dikenang sebagai “The White Horse Final”. Pembukaan yang dramatis dan penuh insiden ini langsung menempatkan Wembley sebagai tempat yang penuh sejarah dan legenda olahraga.
Tuan Rumah Kejayaan dan Tragedi
Wembley Lama menjadi rumah permanen bagi Tim Nasional Inggris dan Final Piala FA setiap tahun, serta menjadi venue utama untuk final liga rugbi dan balap greyhound. Desainnya yang khas dengan Dua Menara Kembar (The Twin Towers) di pintu masuk utama, tempat para kapten menerima piala, menjadi landmark yang diakui secara global dan merupakan sinonim dengan keunggulan sepak bola Inggris.
Sepanjang abad ke-20, Wembley menjadi saksi berbagai peristiwa bersejarah yang tak terlupakan:
-
- Olimpiade 1948: Wembley menjadi venue utama, dijuluki “Olimpiade Penghematan” pasca-Perang Dunia II, menunjukkan ketahanan dan semangat bangsa.
- Piala Dunia FIFA 1966: Momen paling berharga dalam sejarah sepak bola Inggris terjadi di sini, ketika Inggris mengalahkan Jerman Barat 4-2 di final dan memenangkan satu-satunya gelar Piala Dunia mereka. Kemenangan ini menahbiskan Wembley sebagai tempat sakral bagi penggemar Inggris.
- Final Piala Eropa: Stadion ini juga menjadi tuan rumah bagi Final Piala Eropa (sekarang Liga Champions UEFA) sebanyak lima kali, memperkuat reputasinya di panggung kontinental.
- Acara Musik: Selain olahraga, Wembley menjadi tuan rumah konser ikonik yang mengubah sejarah musik, seperti konser Live Aid 1985 dan konser penghormatan kepada Freddie Mercury.
Wembley Lama ditutup pada tahun 2000, setelah pertandingan terakhir antara Inggris dan Jerman, dan Dua Menara Kembar yang ikonik dirobohkan pada tahun 2003 untuk memberi jalan bagi pembangunan stadion baru yang canggih.
Wembley Baru: Kemegahan Abad ke-21 (2007–Sekarang)
Setelah bertahun-tahun perencanaan yang rumit, kontroversi pendanaan, dan penundaan jadwal, Wembley Baru dibuka secara resmi pada tahun 2007. Dibangun di lokasi yang sama dengan pendahulunya, stadion baru ini adalah sebuah mahakarya arsitektur modern yang dirancang oleh arsitek terkemuka Norman Foster.
Desain dan Kapasitas
Stadion baru ini memiliki kapasitas tempat duduk sebesar 90.000, menjadikannya stadion terbesar kedua di Eropa (setelah Camp Nou di Barcelona) dan terbesar di Inggris. Fitur arsitektur paling menonjol dan langsung dikenali adalah The Arch, sebuah lengkungan baja yang menjulang setinggi 133 meter dan membentang 315 meter di atas atap.
Lengkungan ini adalah struktur mandiri terpanjang di dunia dan tidak hanya berfungsi sebagai elemen desain yang mencolok, tetapi juga secara struktural menopang atap bagian utara dan sebagian atap yang dapat digerakkan. Lengkungan ini secara simbolis menggantikan Menara Kembar yang lama dan menjadi landmark baru London, melambangkan modernitas dan ambisi.
Mengukir Sejarah Baru
Sejak dibuka, Wembley Baru telah dengan cepat membangun warisannya sendiri, melanjutkan tradisi pendahulunya sebagai tempat diselenggarakannya peristiwa besar:
-
- Final Piala FA dan Piala Liga: Tradisi Final Piala FA diteruskan di stadion ini, dengan fasilitas dan kenyamanan yang jauh lebih modern.
- Final Liga Champions UEFA: Wembley menjadi tuan rumah Final Liga Champions pada tahun 2011 dan 2013, sebuah kehormatan yang menunjukkan kepercayaan UEFA terhadap fasilitas kelas dunia stadion ini.
- Olimpiade London 2012: Stadion ini digunakan untuk pertandingan sepak bola pada Olimpiade Musim Panas 2012, membuktikan kemampuannya untuk menjadi tuan rumah acara multi-olahraga global.
- Euro 2020: Wembley menjadi venue utama untuk Kejuaraan Eropa UEFA 2020 (yang diadakan pada tahun 2021), termasuk menjadi tuan rumah pertandingan semifinal dan final, yang sayang sekali tidak dimenangkan oleh Inggris.
Wembley Baru berhasil mempertahankan semangat dan keagungan pendahulunya, memastikan bahwa stadion ini terus menjadi tempat suci bagi sepak bola Inggris dan panggung global di mana mimpi diwujudkan dan sejarah terus dibuat, menggabungkan masa lalu yang kaya dengan masa depan yang canggih.
(EA/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita lainya
Gol Tunggal Moises Caicedo Bawa Chelsea Kalahkan Pafos
Barcelona Hantam Slavia Praha 4-2
Liverpool Tekuk Marseille Tiga Gol Tanpa Balas