Jakarta – Federico Dimarco tampil luar biasa ketika Inter Milan menghancurkan Sassuolo dengan skor 5-0, Minggu (8/2/2026) malam WIB. Bek sayap Timnas Italia itu mencatatkan hat-trick assist yang memukau publik di Mapei Stadium. Penampilan gemilang tersebut mengantarkan Dimarco menorehkan rekor baru di level tertinggi Liga Italia. Meski demikian, ia merespons gelombang pujian dengan sikap yang sangat tenang.
Baca juga: Bantai Sassuolo, Inter Milan Nyaman Di Puncak Klasemen
Statistik menunjukkan Dimarco menjadi salah satu bek paling berbahaya di Eropa musim ini. Namun, ia menolak anggapan sebagai pemain terbaik dunia di posisinya. Lulusan akademi Inter itu memilih menempatkan kepentingan tim di atas pengakuan personal. Baginya, pujian dalam sepak bola bersifat sementara dan bisa berubah dengan cepat.
Inter meraih kemenangan telak berkat gol Yann Bisseck, Marcus Thuram, Lautaro Martinez, Manuel Akanji, dan Luis Henrique. Tiga dari gol tersebut lahir dari kreasi Dimarco. Tambahan tiga assist membuat koleksi assist Dimarco menjadi 11 musim ini. Catatan itu melampaui rekor sebelumnya, karena belum ada bek Serie A yang menorehkan lebih dari delapan assist setelah 24 pertandingan. Kendati mencetak rekor langka, Dimarco tetap menjaga sikapnya. Ia menyadari sanjungan bisa berubah menjadi kritik dalam waktu singkat.
Musim ini menjadi ajang pembuktian Dimarco sebagai bek sayap modern dengan kontribusi signifikan. Angka assist dan perannya bersama Nerazzurri meningkat tajam dibanding musim-musim sebelumnya. Meski begitu, pemain berkaki kiri ini menilai statistik individu hanyalah catatan di atas kertas. Target utamanya tetap membawa Inter meraih gelar di akhir musim.
Gaya bermain Dimarco mencuri perhatian karena agresivitasnya yang ekstrem. Ia menyerang dengan intensitas tinggi, seolah mengaburkan batas antara bek dan winger. Produktivitasnya menjadi bukti nyata. Dari 22 laga Serie A, Dimarco mencatat lima gol dan 13 assist, angka yang sangat jarang dicapai pemain bertahan. Performa tersebut memunculkan satu perbandingan klasik. Banyak pihak melihat Dimarco bermain layaknya Roberto Carlos, mantan bek kiri Inter Milan sekaligus legenda Timnas Brasil.
(bP/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda