Jakarta – Siapa yang tidak mengenal Harry Potter? Serial novel karya J.K. Rowling tersebut telah memperkenalkan kita pada Quidditch, sebuah olahraga sihir yang dimainkan di atas sapu terbang dengan bola-bola yang bisa bergerak sendiri. Namun, tahukah Anda bahwa di dunia nyata, olahraga ini benar-benar ada? Dikenal sebagai Muggle Quidditch (atau kini secara resmi berganti nama menjadi Quadball), olahraga ini telah bertransformasi dari sekadar permainan peran (roleplay) penggemar buku menjadi cabang olahraga kompetitif yang diakui secara internasional.
Diciptakan pada tahun 2005 di Middlebury College, Vermont, Amerika Serikat, oleh Xander Manshel dan Alex Benepe, Quidditch versi dunia nyata awalnya hanya dianggap sebagai lelucon mahasiswa. Namun, dalam kurun waktu kurang dari dua dekade, olahraga ini telah menyebar ke lebih dari 40 negara dan memiliki federasi resminya sendiri, yaitu International Quidditch Association (IQA).
Bagaimana Cara Bermainnya?
Tantangan terbesar dalam membawa Quidditch ke dunia nyata tentu saja adalah ketiadaan sihir dan gravitasi yang tetap mengikat manusia di bumi. Untuk menyiasatinya, para pemain tetap diwajibkan menjepit sebuah pipa paralon atau stik (sebagai pengganti sapu) di antara kedua kaki mereka selama pertandingan berlangsung. Jika stik tersebut lepas, pemain dianggap melakukan pelanggaran atau harus kembali ke tiang gawang mereka sendiri sebelum bisa kembali bermain.
Setiap tim terdiri dari tujuh pemain yang memiliki peran spesifik, ditandai dengan warna ikat kepala (headband) yang berbeda:
-
Chaser (Ikat Kepala Putih): Bertugas melemparkan bola Quaffle (bola voli yang sedikit dikempeskan) ke dalam salah satu dari tiga ring gawang lawan. Setiap gol bernilai 10 poin.
-
Keeper (Ikat Kepala Hijau): Menjaga gawang dan juga berfungsi sebagai Chaser keempat saat tim melakukan serangan.
-
Beater (Ikat Kepala Hitam): Bertugas melempar bola Bludger (bola dodgeball) ke arah pemain lawan. Jika pemain terkena lemparan ini, mereka harus turun dari “sapu” dan kembali ke gawang mereka sebelum boleh masuk kembali ke area permainan.
-
Seeker (Ikat Kepala Kuning): Pemain yang bertugas menangkap Golden Snitch.
Keunikan Golden Snitch
Dalam versi film, Snitch adalah bola emas kecil bersayap yang terbang sangat cepat. Di dunia nyata, Snitch adalah seorang manusia netral (bukan anggota tim mana pun) yang mengenakan pakaian kuning dengan bola tenis di dalam kaus kaki yang digantung di bagian belakang celananya—mirip dengan ekor.
Pemain Snitch ini biasanya adalah seorang pelari atau atlet bela diri yang tangguh karena mereka diperbolehkan melakukan segala cara untuk menghindari Seeker, termasuk bergulat atau berlari keluar area utama. Menangkap Snitch akan mengakhiri pertandingan dan memberikan tim yang menangkapnya tambahan 30 poin (berbeda dengan versi buku yang memberikan 150 poin).
Olahraga yang Melampaui Gender
Salah satu aspek yang paling revolusioner dari Quidditch adalah aturannya mengenai kesetaraan gender. Quidditch dikenal sebagai salah satu olahraga paling progresif di dunia berkat aturan “Gender Maximum Rule”. Aturan ini menyatakan bahwa setiap tim tidak diperbolehkan memiliki lebih dari empat pemain dengan identitas gender yang sama di lapangan secara bersamaan.
Hal ini menciptakan lingkungan yang inklusif bagi pria, wanita, dan individu non-biner. Di Quidditch, kekuatan fisik pria tidak selalu menjadi penentu kemenangan, karena strategi penggunaan Bludger oleh Beater atau kecerdikan Chaser dalam melakukan umpan pendek sering kali jauh lebih efektif daripada sekadar menabrak lawan.
Mengapa Berubah Nama Menjadi Quadball?
Pada tahun 2022, dua organisasi besar, US Quidditch (USQ) dan Major League Quidditch (MLQ), memutuskan untuk mengubah nama olahraga ini menjadi Quadball. Ada dua alasan utama di balik keputusan besar ini. Pertama, istilah “Quidditch” telah dipatenkan oleh Warner Bros, yang membatasi kemampuan olahraga ini untuk mendapatkan sponsor besar atau hak siar televisi.
Kedua, komunitas olahraga ini ingin menjauhkan diri dari kontroversi yang melibatkan penulis Harry Potter, J.K. Rowling, terkait pandangannya terhadap isu transgender. Komunitas Quadball ingin menegaskan identitas mereka sebagai olahraga yang inklusif dan berdiri sendiri sebagai entitas atletik yang serius, bukan sekadar pelengkap dari waralaba film.
Transformasi Menjadi Olahraga Atletik yang Serius
Jika Anda menonton pertandingan Quadball tingkat internasional saat ini, Anda tidak akan lagi melihat kostum jubah ala sekolah sihir. Para pemain mengenakan jersey atletik, sepatu cleats (sepatu bola), dan pelindung mulut. Intensitas permainannya sangat tinggi, menggabungkan elemen rugby, bola tangan, dan dodgeball.
Kontak fisik sangat diperbolehkan dan sering kali cukup keras. Pemain harus memiliki koordinasi mata dan tangan yang luar biasa karena mereka hanya bisa menggunakan satu tangan untuk menangkap atau melempar bola, sementara tangan lainnya harus selalu memegang stik di antara paha.
Masa Depan Quadball
Saat ini, Piala Dunia Quadball diadakan setiap dua tahun sekali dan diikuti oleh negara-negara dari seluruh benua, mulai dari Amerika Serikat, Inggris, hingga Australia dan Vietnam. Olahraga ini terus berkembang di tingkat universitas dan komunitas kota.
Meskipun akar imajinasinya berasal dari dunia sihir, Quadball telah membuktikan dirinya sebagai olahraga yang nyata, kompetitif, dan memiliki nilai-nilai sosial yang kuat. Ia adalah bukti bahwa sebuah ide fiksi bisa melompat keluar dari halaman buku dan menyatukan ribuan orang di lapangan hijau untuk berkompetisi dengan semangat sportivitas yang tinggi.
(EA/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda