Perjalanan Issei Yonaha Menanjak Di ONE Friday Fights

Piter Rudai • 11/03/2026 • 5 min read
Perjalanan Issei Yonaha Menanjak Di ONE Friday Fights

Jakarta – Di Muay Thai, ada petarung yang menang karena mereka punya satu senjata pamungkas—sekali dilepas, pertarungan selesai. Tapi ada juga petarung yang menang dengan cara yang lebih “rapi”: mereka membuat lawan terus menebak jarak, terus terlambat setengah langkah, lalu dihukum lewat kombinasi cepat yang mengikis kepercayaan diri ronde demi ronde. Issei Yonaha terasa seperti gabungan keduanya—punya ledakan untuk mengakhiri laga, namun juga punya disiplin untuk mengunci kemenangan melalui kontrol tempo.

Yonaha lahir di Jepang pada 15 Agustus 1997. Ia berafiliasi dengan Saenchai Muay Thai Gym, bertarung di flyweight Muay Thai ONE Championship dengan tinggi 173 cm dan stance southpaw. Profil itu sudah menjelaskan banyak: southpaw tinggi di kelas 122 lbs adalah kombinasi yang sering membuat lawan ortodoks frustrasi—karena sudut serangan berbeda, jalur tendangan berbeda, dan ritme “masuk-keluar” lebih sulit diprediksi.

Di ONE Friday Fights, hasil-hasilnya membangun narasi yang jelas:

    • menang KO ronde 2 (2:41) atas Lu Yifu di ONE Friday Fights 98,
    • menang keputusan bulat atas Timur Chuikov di ONE Friday Fights 71,
    • lalu kalah keputusan bulat dari Maisangngern Sor Yingcharoenkarnchang di ONE Friday Fights 105.

Tiga hasil ini terlihat sederhana, tetapi kalau dibaca sebagai perjalanan, ini seperti kurva perkembangan petarung: bisa menang lewat ledakan, bisa menang lewat kontrol, dan sudah merasakan betapa tipisnya margin menang-kalah di panggung Thailand.

Profil Singkat

    • Nama: Issei Yonaha
    • Lahir: 15 Agustus 1997 (Jepang)
    • Gym: Saenchai Muay Thai Gym
    • Divisi: Flyweight / 122 lbs Muay Thai (ONE Friday Fights)
    • Tinggi: 173 cm
    • Stance: Southpaw
    • Rekor di ONE Friday Fights: 2 menang – 1 kalah (1 KO/TKO)
    • Sorotan hasil: KO R2 vs Lu Yifu (OFF 98), UD vs Timur Chuikov (OFF 71), UD kalah vs Maisangngern (OFF 105)

Saenchai Muay Thai Gym: Sekolah Timing dan Kreativitas

Nama “Saenchai” di dunia Muay Thai bukan sekadar legenda—ia identik dengan timing, kecerdikan sudut, dan cara “membuat lawan terlihat salah langkah” tanpa harus bertarung liar. Afiliasi Yonaha dengan Saenchai Muay Thai Gym memberi konteks menarik: ia bukan petarung yang tumbuh dari gaya satu dimensi, melainkan dari kultur yang menghargai teknik rapi dan adaptasi.

Petarung yang lahir dari lingkungan seperti ini biasanya punya kebiasaan: mereka tidak memaksakan serangan ketika jarak belum “matang”. Mereka menunggu momen, membangun jebakan, lalu mengeksekusi dengan kombinasi singkat namun tajam. Itulah mengapa, bahkan ketika Yonaha bertarung agresif, agresinya tetap tampak “terukur”.

Southpaw 173 cm di 122 Lbs: Kombinasi yang Mengganggu

Di kelas 122 lbs, banyak petarung mengandalkan kecepatan dan volume. Tapi southpaw yang lebih tinggi sering punya keuntungan tambahan: ia bisa mengontrol jarak dengan lebih nyaman, terutama lewat teep, body kick, dan pukulan lurus kiri yang datang dari jalur berbeda.

Bagi lawan ortodoks, masalahnya ada tiga:

    • Sudut serangan berubah: garis aman yang biasa dipakai untuk menghindari tendangan kanan ortodoks tidak selalu aman ketika                menghadapi southpaw.
    • Tendangan kiri belakang jadi ancaman utama: body kick southpaw bisa “mencuri napas” dan membuat lawan ragu menyerbu.
    • Jab dan straight berbeda ritme: pukulan kiri lurus southpaw sering muncul di timing yang terasa janggal untuk ortodoks.

Yonaha memanfaatkan keunggulan itu dengan gaya Muay Thai Jepang yang agresif: kombinasi pukulan cepat + tendangan presisi + kontrol jarak rapi.

Cara Yonaha Bertarung: Agresif, Tapi Tidak Ceroboh

Kalau gaya Yonaha dirangkum, ia seperti petarung yang suka membuat lawan “sibuk”:

    • Sibuk menutup guard karena kombinasi pukulan cepat.
    • Sibuk menjaga badan karena tendangan presisi.
    • Sibuk memikirkan langkah karena jarak terus berubah.

Ini gaya yang sangat cocok untuk ONE Friday Fights—panggung di Lumpinee yang menuntut intensitas, tetapi juga menghargai serangan bersih dan dominasi tempo.

Yang membuat Yonaha tampak “menjanjikan” adalah kemampuan mengubah cara menang:

    • ketika celah besar muncul, ia bisa mengakhiri;
    • ketika lawan cukup tangguh, ia bisa menang lewat kontrol.

Bab Karier di ONE Friday Fights

1. ONE Friday Fights 71: Menang UD atas Timur Chuikov (Juli 2024)

Kemenangan lewat unanimous decision atas Timur Chuikov adalah semacam “tes karakter” bagi petarung muda di ONE: apakah kamu bisa tetap efektif selama tiga ronde, menjaga ritme, dan membuat juri tidak ragu? Yonaha menjawabnya dengan kemenangan yang rapi.

Menang keputusan di Lumpinee bukan hal kecil. Banyak petarung mampu tampil bagus di awal, lalu turun tempo. Petarung yang menang lewat keputusan biasanya punya satu kekuatan: konsistensi.

2. ONE Friday Fights 98: KO R2 atas Lu Yifu (Februari 2025)

Lalu datang momen yang mengubah cara orang memandangnya: Yonaha menghentikan Lu Yifu via KO di ronde kedua pada 2:41.

Menariknya, ini bukan KO ronde pertama yang “kebetulan”. KO ronde kedua sering menunjukkan pembacaan: ronde pertama untuk mengukur reaksi, ronde kedua untuk mengeksekusi ketika lawan mulai terbaca. Tapology bahkan mencatat KO/TKO itu terjadi lewat left hook—serangan yang memang khas bagi southpaw ketika lawan mulai nyaman masuk garis serang.

Ini adalah jenis kemenangan yang membuat nama petarung langsung “naik level” di mata penonton: bukan hanya menang, tapi menang dengan cara yang membuat highlight berbicara.

3. ONE Friday Fights 105: Kalah UD dari Maisangngern (April 2025)

Kemudian datang ujian yang lebih “Thailand”: Yonaha menghadapi Maisangngern Sor Yingcharoenkarnchang dan kalah lewat unanimous decision.
Kekalahan keputusan seperti ini sering terasa pahit karena tidak ada satu momen KO yang bisa dijadikan alasan. Ini biasanya soal detail: siapa yang lebih bersih mendaratkan serangan, siapa yang lebih konsisten, siapa yang lebih menguasai tempo di ronde-ronde krusial. Dan bagi petarung yang sedang tumbuh, kekalahan seperti ini sering menjadi “bahan bakar”—memaksa evaluasi tentang cara mencuri ronde tipis, cara mengatasi tekanan, dan cara mengunci kemenangan ketika pertarungan ketat.

Prestasi dan Nilai Jual Yonaha

Walau baru beberapa laga di ONE Friday Fights, Yonaha sudah punya paket yang disukai promotor:

    1. Bisa menang lewat KO dan keputusan: artinya ia punya dua jalur kemenangan.
    2. Southpaw + kontrol jarak: kombinasi yang selalu menyulitkan lawan ortodoks.
    3. Afiliasi Saenchai Muay Thai Gym: identitas yang kuat, mudah dipasarkan, dan identik dengan teknik yang rapi.
    4. Bertarung di Lumpinee: pengalaman paling “keras” untuk petarung internasional, terutama melawan petarung Thailand yang ritmenya            sudah matang.

Aspek Menarik: Ke Mana Arah Yonaha?

Yang membuat Yonaha menarik untuk dipantau adalah potensi evolusinya. Dengan profil southpaw yang agresif, ia sudah punya senjata untuk membuat pertarungan seru. Tinggal dua hal yang biasanya membedakan “talenta menjanjikan” dan “kontender serius”:

    • Kemampuan mencuri ronde tipis di pertarungan ketat (hal yang sering menentukan di level elite).
    • Kemampuan beradaptasi saat lawan mematahkan tempo—misalnya ketika lawan memaksa clinch, menahan kaki tendangannya, atau      menekan balik.

Karena Yonaha sudah menunjukkan ia bisa menang KO dan menang keputusan, fondasinya sudah ada. Perkembangannya akan ditentukan oleh detail.

Issei Yonaha adalah salah satu contoh petarung Muay Thai Jepang yang mulai mendapat ruang di panggung internasional ONE Friday Fights: agresif, cepat, dan rapi. Ia sudah menunjukkan dua sisi yang jarang dimiliki petarung muda sekaligus—insting finishing (KO ronde 2 atas Lu Yifu) dan disiplin tiga ronde (kemenangan UD atas Timur Chuikov).

Kekalahan dari Maisangngern menjadi pengingat bahwa di Lumpinee, semua hal bisa ditentukan oleh margin kecil. Dan justru karena itulah cerita Yonaha menarik: ia sedang membangun dirinya bukan hanya sebagai petarung yang “seru”, tetapi sebagai petarung yang bisa menang dengan cara yang semakin dewasa.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...