Petlampun Muadablampang, Petarung Bumrungsit Gym Di ONE

Piter Rudai 25/05/2026 4 min read
Petlampun Muadablampang, Petarung Bumrungsit Gym Di ONE

Jakarta – Di panggung Muay Thai, tidak semua petarung tumbuh melalui jalan yang tenang. Ada yang dibentuk oleh kemenangan mudah, tetapi ada pula yang justru ditempa oleh pertarungan keras, oleh naik-turun hasil, dan oleh keberanian untuk terus kembali ke ring. Petlampun Muadablampang termasuk dalam kelompok kedua. Ia adalah petarung Muay Thai asal Thailand yang kini berkompetisi di orbit ONE Championship, dengan tinggi 167 cm dan afiliasi resmi di Bumrungsit Gym. Profil resmi ONE juga menempatkannya sebagai atlet berusia 29 tahun dimana ia lahir pada 24 Oktober 1996.

Perjalanan Petlampun di ONE Championship mulai memberi bentuk kuat pada ONE Friday Fights 8 tanggal 10 Maret 2023, saat ia menghadapi Rambong Sor Therapat dalam duel 128-pound catchweight Muay Thai. Petlampun dipaksa bertarung dengan langkah mundur selama hampir dua ronde, tetapi ia tidak panik. Ia terus menunggu momen, lalu membalas dengan knockout comeback yang membuat penonton Lumpinee terpukau. Kemenangan seperti ini sangat penting karena langsung memperlihatkan satu kualitas utama Petlampun: ia bukan petarung yang mudah patah hanya karena ditekan lebih dulu.

Setelah itu, ia melanjutkan momentumnya pada ONE Friday Fights 12 tanggal 7 April 2023, ketika mengalahkan Sunvo Tded99 lewat keputusan juri. Ini menjadi penegasan bahwa kemenangan KO atas Rambong bukan sekadar keberuntungan satu malam. Petlampun menunjukkan bahwa ia juga bisa menang lewat disiplin teknis, bukan hanya lewat momen ledakan. Untuk petarung Muay Thai, kemampuan berpindah dari kemenangan finis ke kemenangan keputusan adalah tanda bahwa fondasi permainannya cukup lengkap.

Nama Petlampun makin menguat ketika ia mencatat kemenangan atas Patakake Sinbimuaythai lewat keputusan, lalu pada ONE Friday Fights 71 tanggal 19 Juli 2024 ia menghancurkan Silangern Lanna Waterside dengan TKO ronde pertama pada 1:27. Artikel resmi ONE menggambarkan bagaimana Petlampun menjatuhkan Silangern tiga kali dalam waktu singkat lewat kombinasi tangan yang tajam dan agresi yang tak terbendung. Kemenangan itu memperpanjang rekor sempurnanya di ONE menjadi 5-0 saat itu, dan ONE menulis bahwa hasil tersebut merupakan kemenangan profesionalnya yang ke-88 secara keseluruhan.

Namun seperti banyak petarung lain, jalan Petlampun tidak sepenuhnya mulus. Pada ONE Friday Fights 86 tanggal 8 November 2024, ia berhadapan dengan Nuapet Tded99 dalam duel 128-pound catchweight Muay Thai. Artikel resmi ONE menulis bahwa Petlampun berhasil “slid headfirst back into the win column” lewat unanimous decision, yang menunjukkan bahwa sebelum laga itu ia sempat mengalami hasil yang kurang ideal. Kemenangan atas Nuapet menjadi penting karena memperlihatkan bahwa Petlampun bukan hanya bisa menang saat berada dalam momentum sempurna, tetapi juga mampu bangkit ketika harus memulihkan ritme kariernya.

Sesudah itu, tantangan berat kembali datang. Artikel promosi resmi ONE Friday Fights 129 pada Oktober 2025 menyebut Petlampun saat itu memiliki rekor 92-24-2, berubah-ubah sekolah saat muda, baru menemukan Muay Thai pada usia 13 tahun, dan berasal dari keluarga petani yang awalnya tidak setuju dengan pilihannya menjadi petarung. Tetapi kesuksesannya perlahan membuat keluarganya menerima jalan hidupnya. Artikel yang sama juga menyebut bahwa ia kini memegang gelar sarjana pendidikan jasmani dan suatu hari ingin membuka gym sendiri. Detail ini sangat berharga karena memberi lapisan manusiawi pada sosok yang selama ini hanya terlihat sebagai petarung keras di ring.

Yang paling menarik dari kisah hidupnya justru ada di sana. Petlampun bukan petarung yang lahir dari kemudahan. Ia datang dari latar sederhana, harus memenangkan dukungan keluarganya lewat hasil, dan kini sudah membawa mimpi yang lebih besar daripada sekadar bertarung, yakni membangun gym sendiri di masa depan. Dalam olahraga tarung, kisah seperti ini sering kali menjadi bahan bakar yang jauh lebih kuat daripada sekadar ambisi menang. Ia tidak bertarung hanya untuk satu malam, tetapi untuk sesuatu yang lebih panjang.

Tahun 2026 memberi bab penting lain dalam kariernya. Pada ONE Friday Fights 142 tanggal 13 Februari 2026, Petlampun menghadapi Khasan “Wolf” Salomov dalam laga yang oleh ONE dipromosikan sebagai “technical showcase.” Hasil resminya adalah kemenangan unanimous decision untuk Petlampun di Flyweight Muay Thai. Ini penting karena memperlihatkan bahwa di tengah reputasinya sebagai petarung dengan tangan keras, ia juga tetap mampu menang bersih lewat permainan teknis melawan lawan yang tidak mudah.

Dari seluruh perjalanan itu, terlihat bahwa Petlampun Muadablampang bukan petarung satu wajah. Ia bisa menjadi penghancur cepat seperti saat melawan Silangern, bisa menjadi petarung comeback seperti saat melawan Rambong, dan bisa pula menjadi teknisi yang rapi seperti saat menghadapi Khasan Salomov. Ini membuat profilnya jauh lebih kaya daripada sekadar striker dengan pukulan keras. Ia tampak seperti petarung yang sudah cukup matang untuk mengubah pendekatan sesuai kebutuhan lawan. Dalam Muay Thai modern, kualitas seperti ini sangat berharga.

Dari sisi identitas gym, Bumrungsit Gym juga memegang peran penting. Profil resmi ONE dan Muay Thai Records sama-sama menempatkan gym itu sebagai rumah latihannya. Dalam Muay Thai Thailand, gym bukan sekadar tempat latihan, melainkan identitas, sistem, dan budaya bertarung. Petlampun jelas lahir dari kultur yang menghargai kerja keras, ketahanan, dan kesediaan untuk bertukar serangan tanpa banyak drama. Itu sangat terlihat dari caranya bertarung.

Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Petlampun belum memegang sabuk dunia ONE. Namun ia sudah punya fondasi yang sangat layak dihargai. Ia pernah memegang rekor sempurna 5-0 di ONE, mencetak beberapa kemenangan knockout yang sangat meyakinkan, memenangkan laga-laga penting lewat keputusan, dan membawa pengalaman profesional yang oleh ONE disebut mencapai 92 kemenangan pada 2025. Untuk petarung Muay Thai Thailand yang bertarung di panggung internasional, ini jelas bukan pencapaian kecil.

Pada akhirnya, Petlampun Muadablampang adalah kisah tentang petarung yang dibentuk oleh ring, bukan oleh ilusi kesempurnaan. Ia lahir pada 24 Oktober 1996, berlatih di Bumrungsit Gym, bertarung dengan gaya ortodoks yang berfokus pada striking Muay Thai, dan menapaki jalan panjang dari anak petani yang sempat diragukan hingga menjadi nama yang layak diperhatikan di ONE Championship. Rekornya mungkin berbeda-beda tergantung cakupan data, tetapi satu hal tetap jelas: Petlampun adalah petarung yang terus membangun dirinya lewat benturan, keberanian, dan kerja keras yang nyata.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...