Kulit Bundar

New Age of Sports Community

Afrika Yang Terbelah Selatan dan Utara


Jakarta – Turnamen Piala Afrika menyimpan banyak kisah yang tidak kalah seru dan menarik di di luar serunya pertandingan di atas lapangan. Diikuti oleh 24 negara yang terbagi dalam 6 grup,Piala Afrika 2021 diselenggarakan di Kamerun Januari hingga Februari 2022 ini.

Salah satunya adalah, Polarisasi Afrika bagian Selatan dan Utara. Secara demografis dan kultural benua Afrika terbagi dalam dua bagian besar, bagian pertama adalah Afrika bagian Selatan, yang sering disebut Afrika asli yang mayoritas penduduknya adalah bersuku bangsa Afrika berkulit hitam. Sedangkan di belahan Utara mayoritas penduduknya adalah bersuku Arab atau Kaukasia. Perbedaan ini membuat peta kekuatan sepakbola Afrika terbelah dua.

Di era 90 dan 2000an negara negara seperti Kameru, Nigeria, Senegal dan Pantai Gading serta Afrika Selatan menjadi barometer kekuatan sepakbola Afrika, Piala Dunia di era itu diikuti kebanyakan dari negara negara ini, secara prestasi mereka berhasil menembus babak delapan besar Piala Dunia (Kamerun) dan meraih medali emas Olimpiade (NIgeria). Bintang bintang top dunia pun lahir di negara negra ini seperi George Weah, Samuel Eto’o, Ngwanko Kanu dan Didier Drogba

Foto: merdeka.com

Namun dalam satu dasawarsa terakhir barometer sepakbola Afrika berpindah ke bagian Utara, dimana negara negara Maghribi mendominasi menjadi juara PIala Afrika (Mesir, Tunisia, Aljazair) dan melahirkan banyak pemain top kelas dunia seperti Mo Salah, Riyad Mahrez, Hakim Ziyech dan Aschraf Hakimi.

Dalam beberapa kesempatan negara negara di bagian Selatan Afrika menginginkan negara negara yang berada di bagian Utara untuk bergabung saja dan membuat federasi sepakbola yang tergabung dengan negara negara Arab di Timur tengah, terpisah dari Konfederasi Afrika, sehingga membuat persaingan tidak menjurus ke polarisasi suku dan agama.

Namun FIFA telah membuat aturan pembagian konfederasi yang membuat sulit untuk mengadakan federasi yang baru, mengingat negara negara Arab di Timur Tengah berada di benua Asia. Bila FIFA akhirnya menyetujui usulan itupun maka dipastikan akan bermunculan usulan pembentukan federasi federasi baru berdasarkan pertimbangan yang sama.

(bP/teamKB)

Fototitle: kompas.com