Jakarta – Duel dua petarung buas akan tersaji dalam gelaran UFC 270 yang menjadi rangkaian pertandingan perdana di tahun 2022 ini. Juara kelas berat Francis Ngannou akan berhadapan dengan juara interim Ciryl Gane. CEO UFC, Dana White bahkan mengatakan laga kedua monster ini bakal menjadi pertarungan terbaik kelas berat sepanjang masa.
Francis Ngannou berhasil jadi juara kelas berat UFC usai mengalahkan Stipe Miocic pada tahun 2021 lalu. Karena dirinya menolak bertarung di paruh akhir 2021, UFC menggelar duel Derrick Lewis vs Gane untuk memperebutkan sabuk juara interim yang akhirnya dimenangkan oleh Gane. Karenanya duel ini juga disebut sebagai duel unifikasi sabuk juara kelas berat.

Bila dilihat dari segi fisik, Ngannou jelas terlihat memiliki keunggulan dibandingkan lawannya. Dari segi jangkauan tangan, Ngannou punya jangkauan pukulan sepanjang 210 cm, unggul 5 cm atas jangkauan milik Gane. Jangkauan tendangan Ngannou juga lebih panjang dibanding Gane, dengan perbandingan 113 cm berbanding 106 cm. Sedangkan Gane unggul dalam hal rata-rata pukulan telak yang dilontarkan. Berdasarkan data UFC, Gane melepaskan rata-rata pukulan telak 5,37 per menit. Sementara itu torehan Ngannou hanya ada di angka 2,54 pukulan per menit
Dari segi kemenangan yang telah diraih, Ngannou mencatatkan rasio kemenangan KO/TKO yang lebih baik. Ngannou mencatat rasio kemenangan KO/TKO di angka 75 persen sedangkan Gane menorehkan rasio kemenangan KO/TKO di angka 40 persen. Namun Gane belum pernah terkalahkan dalam kiprahnya di semua ajang MMA. Dalam 10 pertarungan yang dijalani, Gane selalu mengakhirinya dengan kemenangan.
Dalam laga UFC 270 yang akan digelar pada Minggu (23/1) pagi WIB, Tim KB memprediksikan Ngannou akan memenangkan duel ini. Dengan semua kelebihan fisik maupun catatan kemenangan yang dimilikinya, Ngannou akan dapat memberikan kekalahan pertama bagi Gane dalam kariernya di dunia MMA.
(Yp/teamKB)
Fototitle: indosport.com