Mourinho Yang Kini Telah Berubah

Yahya Pahlevy • 04/06/2022 • 2 min read
Mourinho Yang Kini Telah Berubah

Jakarta – Selama ini sosok Mourinho dikenal sebagai pribadi yang arogan dalam dunia sepakbola dunia. Berkali kali pelatih asal Portugal tersebut dengan congkaknya mengatakan bahwa dirinya adalah jawaban bagi sebuah klub yang menginginkan gelar juara dan sebuah piala. Omongannya sebenarnya bukan omong kosong, Mourinho memang pelatih bertangan dingin yang telah memberikan semua gelar dari liga domestik Eropa, Liga Champions Liga Europa dan yang terakhir mempersembahkan Liga Conference bagi AS Roma.

Namun, keberhasilan membawa AS Roma tampil sebagai juara Conference League 2021/22 memberi perubahan tersendiri bagi Jose Mourinho, dan menyatakan dirinya merasakan sesuatu yang belum pernah didapat sebelumnya. Mourinho mengaku kini dirinya lebih cenderung memberi dibandingkan menjadi pusat perhatian.

Mourinho dikenal sebagai sosok kontroversial dalam karirnya sebagai pelatih. Ketika menangani Chelsea, Mourinho memperlihatkan karakter egosentris dengan menyebut dirinya sebagai The Special One. Apalagi Mourinho sukses membawa Chelsea menjadi kampiun Liga Primer Inggris pada musim 2004/05, 2005/06, 2014/15.

Kecemerlangannya berlanjut di Serie A Italia bersama Inter Milan. Satu di antaranya keberhasilannya membuat Nerazzurri meraih treble pada musim 2009/10 dengan menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Foto: express.co.uk

Mourinho kemudian melanjutkan karirnya ke Real Madrid, Manchester United, dan Tottenham Hotspur sebelum akhirnya berlabuh di AS Roma. Di klub ibukota Italia ini, Mourinho sukses memberikan trofi Conference League dengan mengalahkan Feyenoord di final. Itu merupakan gelar pertama Roma di kompetisi Eropa setelah terakhir kali merasakannya pada 2008. Mourinho pun terlihat menangis setelah laga final yang berlangsung di Tirana.

Para pemain AS Roma yang pernah menjadi anak asuhnya sebelumnya juga mengatakannhal yang serupa. Mereka merasakan adanya perbedaan dalam diri Mourinho. Pengalaman pahit yang dialami Mourinho usai dipecat oleh Real Madrid, Chelsea, Manchester United dan Tottenham Hotspurs karena dianggap sebagai pelatih yang gagal, memberikan pengalaman berharga pada dirinya agar lebih dapat menempatkan diri lebih bijaksana lagi,

Dan bukan tidak mungkin perubahan sikap Mourinho akan kembali menjadikannya seorang pelatih hebat yang bisa membawa AS Roma berbicara lebih banyak lagi baik di Serie A Italia maupun di LIga Europa yang akan diikutinya musim mendatang.

(Yp/teamKB)

Fototitle: chiesaditotti.com

Loading next article...