Jakarta – Spanyol pernah merajai dunia sepakbola di era tahun 2008 hingga 2012, diamana mereka menyapu bersih kemenangan dengan menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia. Saat itu tidak ada tim manapun yang berhasil menghentikan apalagi mengalahkan Spanyol yang walaupun tidak mempunyai seorang Superstar namun mempunyai para pemain yang memiliki kemampuan mumpuni di setiap lininya.
Adalah Tiki Taka, sebuah gaya bermain dan strategi yang begitu dominan dan tidak terhentikan bahkan oleh tim tim besar seperti Inggris, Jerman Belanda Brasil dan Argentina yang diperkuat bintang bintang top kelas dunia. Saking saktinya tiki taka, banyak tim yang sudah menyerah kalah di abbak pertama karena sama sekali tidak mendapat bola selama pertandingan berjalan. Penguasaan bola dominan adalah gambaran umum tentang tiki taka yang membuat permainan tim lawan tidak dapat berkembang karena tidak mendapat bola.

Nama nama seperti Xavi, Iniesta, Sergio Ramos, Pique, Puyol, David Villa, Iker Casillas, David Silva dan Sergio Busquets menjadi icon Spanyol merajai sepakbola dunia saat itu. Namun seiring berjalannya waktu, Tiki Taka sudah mendapat penawar mujarab yang banyak diterapkan tim yang menjadi lawan Spanyol. Pressing ketat dab pertahanan tinggi membuat tiki taka menajdi usang dan kehilangan kekuatannya. Lalu diikuti dengan pensiunnya nama besar pengusung taktik itu hingga meninggalkan seorang Sergio Busquets yang menjadi pemain generasi tiki taka terakhir yang masih bermain di PIala Dunia 2022.
Namun usai tersingkirnya Spanyol oleh Maroko, Sergio Busquets mengumumkan pensiun dari tim nasional Spanyol, dengan gelandang Barcelona itu mundur menyandang status sebagai pemenang Piala Dunia. Pemain berusia 34 tahun itu memenangkan trofi internasional paling bergengsi itu pada 2010, sebelum merengkuh mahkota Euro dua tahun kemudian. Secara total, salah satu gelandang yang piawai memerankan peran sebagai ball-playing saat bertahan telah mencatatkan 143 caps untuk negaranya selama 15 tahun, dan mundur setelah tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2022 akibat kalah dari Maroko.
Busquets sekarang bisa sepenuhnya memusatkan perhatian pada kepentingannya di level klub, dengan masa depannya masih belum menentu karena kontraknya akan habis pada musim panas 2023. Dan kini paripurnalah generasi Tiki Taka di timnas Spanyol yang sudah digantikan para pemain remaja yang sangat berbakat seperti Ansu Fati dan Gavi yang digadang gadang akan menjadi generasi emas Spanyol berikutnya.
Adios Sergio Busquets!
(Yp/timKB)
Sumber foto: tempo.co

Berita lainya
Alcaraz Targetkan Raih Career Grand Slam Di Tahun 2026
LA Lakers Kalahkan Toronto Raptors
Sean Sharaf “The Smoke”: Mesin KO Baru Divisi Heavyweight UFC