Jakarta – Björn Rune Borg lahir di Stockholm, Swedia, pada 6 Juni 1956. Ketertarikan Borg pada tenis muncul pada usia yang sangat dini, yakni sembilan tahun. Bakat alaminya untuk permainan ini diperhatikan oleh pelatih tenis Percy Rosberg, yang mulai membimbingnya.
Borg memenangkan turnamen pertamanya pada usia 11 tahun, dan dalam beberapa tahun dia dengan mudah mengalahkan pemain junior top Swedia. Dia memenangkan divisi 13 dan 14 tahun Kejuaraan Junior Nasional Swedia ketika dia berusia 13 tahun. Prestasi ini menggarisbawahi talenta luar biasa yang dia miliki. Pada usia 15 tahun, Borg lolos ke tim Piala Davis Swedia. Langkah ini menjadi awal dari karier cemerlangnya dalam tenis profesional.
Borg menjadi profesional pada tahun 1973, berhasil mencapai babak keempat Prancis Terbuka pertamanya. Dia memenangkan gelar tunggal tingkat atas pertamanya di Italia Terbuka pada tahun 1974, sesaat sebelum ulang tahunnya yang ke-18. Keberhasilan ini membangun momentum bagi Borg untuk menembus puncak tenis dunia. Pada tahun yang sama, ia memenangkan Prancis Terbuka, mengalahkan Manuel Orantes di final dalam lima set. Ini membuatnya menjadi juara Prancis Terbuka putra termuda hingga saat itu.

Pada tahun 1980, ia memenangkan final Tunggal Putra Wimbledon, mengalahkan McEnroe dalam pertandingan lima set yang sering disebut sebagai final Wimbledon terbaik yang pernah dimainkan. Selain kemenangan di Wimbledon, Borg juga mengalahkan McEnroe di final Stockholm Open 1980. Namun, dia kalah dari McEnroe di AS Terbuka 1980 dan 1981. Dia memiliki enam gelar Grand Slam Prancis Terbuka, rekor yang hanya dikalahkan oleh Rafael Nadal pada 2012. Prestasi ini menegaskan Borg sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Pada Januari 1983, Borg mengejutkan dunia tenis dengan mengumumkan pengunduran dirinya. Dia baru berusia 26 tahun. Meskipun McEnroe mencoba membujuk Borg untuk melanjutkan, keputusan itu tetap. Borg gagal melakukan comeback singkat pada tahun 1991. Walaupun tidak berhasil kembali ke puncak, upaya ini menunjukkan semangat dan hasrat yang tak pernah padam.
Setelah pensiun, Borg mendirikan label fesyen Björn Borg yang menjadi bisnis yang sangat sukses, dan nomor dua setelah Calvin Klein di Swedia. Ini menunjukkan visi bisnis dan kreativitasnya di luar lapangan tenis.
Björn Borg menduduki peringkat No. 1 Dunia oleh ATP dalam enam periode berbeda antara 1977 dan 1981. Ia memenangkan BBC Sports Personality of the Year Overseas Personality Award pada 1979.
BBC memberi Borg Lifetime Achievement Award pada tahun 2006. Secara keseluruhan, ia memenangkan 11 gelar Grand Slam Tunggal, termasuk 6 gelar Prancis Terbuka dan 5 gelar Wimbledon. Prestasi ini menjadi tonggak sejarah dalam dunia tenis.
Björn Borg adalah lebih dari sekedar pemain tenis; ia adalah simbol keberhasilan, determinasi, dan keunggulan. Dari kemenangan awalnya di lapangan tenis Swedia hingga menjadi salah satu atlet paling berpengaruh dalam sejarah olahraga, Borg akan selalu diingat sebagai legenda. Kekuatan, keanggunan, dan gaya permainannya telah membentuk generasi pemain tenis dan akan terus menjadi inspirasi bagi masa depan olahraga ini.
(EA/timKB).
Sumber foto: tennismajors.com