Jakarta – Penampilan luar biasa Maroko yang mencatatkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang berhasil lolos ke semifinal Piala Dunia 2022 yang lalu, tidak terulang dalam Piala Afrika 2023 ini. Sejak babak penyisihan grup, salah satu favorit juara Piala Asia 2023 ini tampil tidak meyakinkan dan akhirnya harus tersingkir di babak 16 Besar oleh Afrika Selatan dengan skor 0-2.
Dengan tersingkirnya Maroko banyak pengamat mengatakan bahwa Piala Afrika 2023 ini semakin berkurang daya tariknya. Hal ini karena tim-tim kuat yang diperkuat para pemain bintang top sudah tersingkir oleh tim yang berperingkat jauh di bawah mereka. Maroko pun menyusul para tim raksasa yang sudah tumbang di ajang ini, dimulai dari Ghana, Kamerun, Mesir, hingga Senegal.
Bermain di Stade Laurent Pokou, San-Pedro, pelatih Maroko, Walid Regragui menurunkan tim terbaiknya, termasuk Achraf Hakimi. Namun, Hakim Ziyech tak bisa bermain karena cedera. Maroko pun mendominasi jalannya permainan, dan sempat mencetak gol lewat aksi Abde Ezzalzouli di menit ke-33. Namun, VAR menganulir gol ini karena offside. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, performa Maroko menurun. Hal ini dimanfaatkan Afrika Selatan untuk membuka keunggulan lewat aksi Evidence Makgopa di menit ke-57. Maroko punya peluang emas ketika mereka mendapat penalti di menit ke-83 usai VAR menganggap Teboho Mokoena melakukan handball di kotak terlarang. Sayang, eksekusi penalti Hakimi hanya menerpa mistar.
Di waktu injury time, Maroko harus kehilangan Sofyan Amrabat yang diganjar kartu kuning kedua alias kartu merah akibat pelanggaran keras. Hanya beberapa saat kemudian, Afrika Selatan sukses mengunci kemenangan menjadi 2-0 lewat gol yang dicetak Mokoena dari eksekusi tendangan bebas.
Di babak perempat final, Afrika Selatan akan melawan Tanjung Verde. Laga babak perempat final lainnya adalah Nigeria vs Angola, Mali vs Pantai Gading, Guinea vs RD Kongo.
(Yp/timKB).
Sumber foto: facebook
