Jurgen Klinsmann Dipecat Dari Pelatih Korea Selatan

Bambang Parikesit 16/02/2024 2 min read
Jurgen Klinsmann Dipecat Dari Pelatih Korea Selatan

Jakarta – Karier kepelatihan bintang timnas Jerman di Piala Dunia 1990, Jurgen Klinsmann nampaknya tidak secemerlang kariernya sebagai pemain. Mantan striker inter Milan itu kembali dianggap gagal sebagai pelatih. Yang terakhir, perjalanan Juergen Klinsmann bersama Timnas Korea Selatan harus berakhir dengan tidak baik. Klinsmann dipecat dari posisi pelatih menyusul hasil buruk di Piala Asia 2023.

Pemecatan Jurgen Klinsmann sebelumnya direkomendasikan oleh Komite Penasihat Federasi Sepakbola Korea Selatan (KFA) dalam rapat internal tim kemarin. Ini terkait pencapaian Taegeuk Warriors di Piala Asia. Korsel yang ditargetkan jadi juara tersingkir di semifinal setelah dikalahkan Yordania yang berperingkat 89 di ranking FIFA dengan skor 0-2. Alhasil Korsel memperpanjang puasa gelar Piala Asia yang sudah berlangsung sejak tahun 60-an.

Selain hasil di Piala Asia, sikap Jurgen Klinsmann sebagai pelatih juga dipertanyakan dan lebih suka tinggal di Los Angeles selama 13 bulan menangani Korsel. Hal itu dianggap tidak menghormati publik Korsel. Klinsmann juga dianggap gagal menjaga keharmonisan ruang ganti setelah adanya intrik antarpemain saat Piala Asia berlangsung. Dia juga kabarnya tidak disukai oleh banyak pemain senior.

Alhasil, KFA akhirnya memutuskan memberhentikan Jurgen Klinsmann lebih cepat dari kontraknya yang harusnya habis tahun 2026. Sejak menangani Korsel pada Februari 2023, Klinsmann meraih delapan kemenangan, tujuh imbang, dan tiga kekalahan dari 18 laga. Di Piala Asia 2023 yang lalu, Korea Selatan memang berhasil melaju hingga babak semifinal. Namun penampilan mereka jauh dari mengesankan. Tertatih tatih di babak penyisihan grup, timnas Korea Selatan sering harus menunggu di masa injury time untuk lolos dari kekalahan.

Selain itu faktor kepemimpinan Jurgen Klinsmann juga disorot. Seiring semakin banyaknya pemain Korea Selatan yang menjadi bintang di Eropa, intrik antar pemain yang berstatus bintang tidak dapat dihindari. Dan sebagai pelatih Klinsmann gagal meredakan intrik antar pemain tersebut.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Loading next article...