Jakarta – Klub asal kota Liverpool, Everton mendapatkan kabar gembira dari upaya mereka mengajukan banding untuk keringanan hukuman. Awalnya Everton dihukum pengurangan 10 poin. Sekarang, hukuman itu terpangkas jadi 6 poin saja. Tahun lalu, di bulan Maret 2023, Everton dirujuk menghadap komisi independen terkait dugaan pelanggaran finansial yang terjadi pada musim 2021/2022. Pada November 2023, Everton terbukti bersalah dan dihukum pengurangan 10 poin. Hukuman tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah Liga Primer Inggris.
Saat hukuman itu dijatuhkan, musim 2023/2024 sudah berjalan. Everton yang awalnya berada di papan tengah harus rela merosot ke papan bawah, berada di zona degradasi. Everton terbukti bersalah melanggar Premier League’s Profit & Sustainability Rules (PSR). Awalnya mereka dihukum penalti 10 poin. Everton berada di peringkat ke-17 dengan 21 poin, hanya unggul tipis dari Luton Town di zona degradasi.
Di hari Senin 26 Februari 2024 kemarin waktu setempat, dikonfirmasi bahwa banding Everton dikabulkan. Pengurangan 10 poin diringankan jadi pengurangan 6 poin. Artinya, Everton mendapatkan 4 poin tambahan, mereka pun langsung melompat ke peringkat ke-15 klasemen sementara Liga Inggris, kini dengan 25 poin, unggul 5 poin dari zona degradasi. Situasi Everton cukup aman untuk saat ini. Namun, mereka tengah menghadapi dakwaan kedua terkait kasus serupa untuk periode 2019-2023. Artinya, hukuman pengurangan poin mungkin terjadi lagi.
Sebaliknya, pengurangan poin Everton yang kini menjadi enam poin setelah banding tidak membuat banyak perbedaan dalam upaya Luton Town untuk menghindari degradasi dari Liga Primer, kata manajer the Hatters Rob Edwards. Luton, yang berada di peringkat ke-18 dengan 20 poin, membuntuti Everton dengan selisih satu poin dengan satu pertandingan tersisa. Namun kini pesaing mereka tersebut naik ke posisi 15, unggul lima poin dari Luton.
(bP/timKB).
Sumber foto: detik.com
