Maladaptive daydreaming, sebuah istilah yang mungkin terdengar asing, menyimpan realitas yang kompleks dan membingungkan. Gangguan ini bagaikan lautan imajinasi yang tak terkendali, menenggelamkan penderitanya dalam lamunan yang intens dan mengganggu kehidupan nyata.
Menyingkap Tabir Maladaptive Daydreaming
Maladaptive daydreaming adalah kondisi di mana seseorang mengalami lamunan yang sangat intens dan terstruktur hingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Lamunan ini biasanya melibatkan imajinasi yang kompleks dan realistis tentang berbagai situasi, seperti kehidupan pribadi, karier, dan hubungan.
Merasakan Jejak Maladaptive Daydreaming
Berikut beberapa tanda dan gejala maladaptive daydreaming:
• Lamunan yang intens dan terstruktur selama berjam-jam
• Kesulitan untuk fokus pada tugas di dunia nyata
• Kehilangan kesadaran akan waktu dan lingkungan saat melamun
• Kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaan dan tugas
• Penurunan prestasi akademik atau pekerjaan
• Penghindaran dari interaksi sosial
• Perasaan sedih, cemas, atau frustrasi saat tidak melamun
Dalam beberapa kasus, melamun maladaptif juga dapat ditandai dengan kebutuhan akan stimulasi tambahan, yang dapat diekspresikan melalui membaca buku yang ekstensif, menonton film, atau bermain game.
Jenis lamunan yang terjadi pada lamunan maladaptif sering kali melibatkan hal-hal berikut ini:
• Intensitas. Lamunan ini sangat jelas dan terperinci, jauh lebih banyak daripada lamunan standar.
• Kompleksitas. Lamunan ini sering kali memiliki plot yang rumit, dan banyak orang memiliki karakter yang mereka bayangkan berulang kali, seperti karakter dalam acara TV.
• Durasi. Orang yang melamun dengan cara ini dapat melakukannya dalam waktu yang lama, bahkan berjam-jam.
• Niat. Orang yang sering melakukan hal ini memulai melamun dengan sengaja.
• Terputusnya hubungan dengan apa yang terjadi di sekitar mereka. Orang yang mengalaminya dapat melamun dengan sangat kuat sehingga mereka terputus dari dunia di sekitarnya. Hal ini mirip dengan disosiasi, sebuah mekanisme pertahanan atau penanggulangan bagi orang-orang dengan kecemasan berat, depresi, atau riwayat pelecehan atau trauma.
Bagaimana perasaan seseorang tentang lamunan maladaptif mereka
• Terganggunya aktivitas sosial. Orang yang memiliki maladaptif melamun sering memilih untuk melamun daripada menghabiskan waktu dengan orang lain.
• Gangguan dalam pekerjaan, hobi, dan kegiatan lainnya. Melamun maladaptif dapat menyebabkan masalah dalam pekerjaan, belajar, atau mencapai tujuan lain yang ditetapkan seseorang untuk diri mereka sendiri.
• Perasaan malu dan bersalah. Orang yang mengalami melamun maladaptif biasanya merasa tidak enak melakukannya, terutama ketika hal tersebut mengganggu bagian lain dari kehidupan mereka.
• Melamun secara kompulsif. Artinya, orang akan merasa perlu untuk melakukan lamunan maladaptif. Jika mereka tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya, mereka mungkin merasa kesal karena melewatkan kesempatan untuk melakukannya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan untuk melamun mungkin mirip dengan kecanduan.
• Berusaha untuk berhenti atau mengurangi melamun. Orang yang memiliki kebiasaan melamun yang maladaptif sering kali kesulitan untuk mengurangi melamun atau berhenti sama sekali.
Menelusuri Akar Penyebab Maladaptive Daydreaming
Penyebab pasti belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor yang mungkin berkontribusi:
• Genetika
• Trauma masa kecil
• Kebiasaan melamun yang berlebihan
• Ketidakstabilan emosional
• Depresi dan kecemasan
Menemukan Jawaban: Diagnosis Maladaptive Daydreaming
Maladaptive daydreaming didiagnosis oleh psikiater atau psikolog melalui:
• Wawancara mendalam
• Kuesioner diagnostik
• Pemeriksaan fisik
Melepaskan Diri dari Cengkeraman Maladaptive Daydreaming
Cara menghentikan maladaptive daydreaming:
• Terapi: Terapi perilaku kognitif (CBT), terapi metakognitif, dan terapi eksposur.
• Obat-obatan: Antidepresan dan anti-kecemasan.
• Teknik relaksasi: Meditasi, mindfulness, dan yoga.
• Mencari alternatif untuk melamun: Menulis, menggambar, dan bermain musik.
Menghadapi Bayang-bayang Komplikasi
Maladaptive daydreaming yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi seperti:
• Depresi
• Kecemasan
• Kesulitan tidur
• Gangguan fokus
• Performa kerja atau sekolah yang buruk
• Penyalahgunaan zat
• Isolasi sosial
• Bunuh diri
Mengatasi Maladaptive Daydreaming: Menjalani Kehidupan yang Seimbang
Berikut beberapa tips untuk membantu orang dengan maladaptive daydreaming:
• Mencari bantuan profesional
• Bergabung dengan kelompok pendukung
• Mempelajari teknik relaksasi
• Membangun hubungan yang sehat
• Membuat jadwal yang teratur
• Mencari alternatif untuk melamun
• Membuat jurnal, mencatat keadaan yang menyebabkan kejadian melamun yang maladaptif, bersama dengan pikiran dan perasaan yang terkait
• Mengidentifikasi pemicu atau pemicu stres yang spesifik
• Memberikan pujian pada diri sendiri ketika berhasil menghentikan contoh lamunan maladaptif
• Menggunakan pernyataan penanganan yang meyakinkan dan membantu
• Mendapatkan paparan sinar matahari, terutama di pagi hari3
• Mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang (kurang dari 400 miligram per hari)
Maladaptive daydreaming adalah kondisi yang dapat diobati. Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, orang dengan maladaptive daydreaming dapat menjalani kehidupan yang normal dan produktif.
(EA/timKB).
Sumber foto: yourbrainfriend.com

Berita lainya
Afirmasi Positif Harian: Apakah Ada Ilmu Pengetahuan Di Baliknya?
Ekspektasi: Arsitek Realitas Subjektif Kita
Gaya Koping Berfokus Pada Makna: Menemukan Arti Dalam Kesulitan