Jakarta – Petenis putra unggulan nomor satu, Jannik Sinner keluar sebagai pemenang US Open 2024. Petenis Italia itu mengalahkan unggulan 12 Taylor Fritz straight set di final.
Final AS Terbuka 2024 antara Sinner melawan Fritz digelar di Stadion Arthur Ashe pada Senin (9/9) dinihari WIB. Sinner memetik kemenangan 6-3, 6-4, 7-5 dalam pertarungan berdurasi 2 jam 16 menit.
Sinner mengonversi 50 persen dari peluang break point yang didapatkan, jauh lebih baik dibandingkan Fritz (29 persen). Sinner juga memenangi 88 persen poin di servis pertamanya, sedangkan Fritz cuma membukukan 68 persen poin saja di servis pertamanya. Sukses Jannik Sinner ini hanya berjarak kurang dari tiga pekan setelah dia dibebaskan dari dugaan penggunaan doping. Sebelumnya, petenis Italia berusia 23 tahun itu dua kali dinyatakan positif menggunakan zat terlarang pada bulan Maret.
Petenis berusia 23 tahun memperlihatkan performa berkualitas tinggi demi membuyarkan mimpi petenis unggulan ke-12, Fritz untuk memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya dan dengan jelas ia memperlihatkan mengapa ia bertengger di posisi puncak dalam 18 bulan terakhir. Kini, petenis peringkat 1 dunia mengungguli para petenis putra dengan mengantongi enam gelar pada musim 2024 dan unggul dengan 4.105 poin dengan pesaing terdekatnya, Alexander Zverev dalam persaingan untuk menjadi petenis peringkat 1 dunia pada akhir musim.
Suasana yang ceria menyambut para finalis di Arthur Ashe Stadium, tempat Fritz melangkah ke lapangan sebagai finalis nomor tunggal putra AS pertama sejak musim 2006, tetapi petenis berkebangsaan Italia berhasil mengatasinya dengan permainan servis yang tenang dan terkendali serta pukulan rapi dari area baseline. Petenis yang kini menjadi petenis putra Italia pertama dalam 47 musim terakhir yang memenangkan dua gelar Grand Slam dalam musim yang sama (Australian Open dan US Open), melakukan 21 unforced error di sepanjang tiga set yang pada akhirnya membuat petenis tuan rumah kewalahan.
Bagi Sinner, gelar juara AS Terbuka 2024 ini menandai trofi Grand Slam keduanya setelah merengkuh titel Australia Terbuka di awal tahun. Sinner jadi petenis kedua sejak Guillermo Vilas di 1977, yang memenangi dua gelar Grand Slam pertamanya di satu musim.Sementara itu Taylor Fritz gagal mengakhiri puasa gelar Grand Slam publik Amerika di kelompok putra. Andi Roddick masih menjadi petenis AS terakhir yang menjadi juara turnamen utama pada 23 tahun silam.
(bP/timKB).
Sumber foto: X
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda