Alexander Volkov: “Drago,” Kisah Sang Raksasa Dari Moskow

Piter Rudai 06/12/2024 5 min read
Alexander Volkov: “Drago,” Kisah Sang Raksasa Dari Moskow

Jakarta – Dalam dunia seni bela diri campuran (MMA), nama Alexander Yevgenyevich Volkov adalah simbol kekuatan, teknik, dan kegigihan. Lahir pada 24 Oktober 1988 di Moskow, Rusia, Volkov membawa semangat dan keunggulan khas negaranya ke atas oktagon, menjadikannya salah satu petarung kelas berat terbaik di Ultimate Fighting Championship (UFC). Dengan julukan “Drago” yang merujuk pada karakter antagonis dari film Rocky IV, Volkov dikenal karena gaya bertarungnya yang halus, presisi striking, dan daya tahan yang luar biasa.

Namun, perjalanan Volkov menuju puncak tidaklah mudah. Dari awal karirnya di Moskow hingga menjadi juara di Bellator MMA dan kemudian bersaing di UFC, Volkov telah melalui serangkaian tantangan dan rintangan yang menjadikannya seorang pejuang sejati.

Tumbuh sebagai Atlet di Moskow

Alexander Volkov lahir dan besar di Moskow, ibu kota Rusia, dalam keluarga yang sederhana namun penuh dukungan. Dengan tinggi badan yang luar biasa sejak usia muda, Volkov selalu menonjol dalam olahraga. Ia menghabiskan masa kecilnya bermain berbagai olahraga, tetapi minatnya pada seni bela diri mulai muncul ketika ia berusia remaja.

Awalnya, Volkov mempelajari karate dan kickboxing, yang kemudian menjadi fondasi gaya bertarungnya. Ia tertarik pada seni bela diri tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai cara untuk mengasah disiplin, mentalitas, dan keberanian. Dengan kombinasi fisik yang mengesankan dan tekad yang kuat, Volkov dengan cepat berkembang menjadi salah satu atlet muda berbakat di Rusia.

Langkah Awal di Dunia MMA

Volkov memulai karir profesionalnya di seni bela diri campuran pada tahun 2009. Dalam debutnya, ia langsung mencatatkan kemenangan melalui submission di ronde pertama. Awal yang kuat ini memberikan kepercayaan diri besar bagi Volkov untuk melangkah lebih jauh.

Bergabung dengan M-1 Global

Setelah mencatat beberapa kemenangan di kompetisi lokal, Volkov bergabung dengan M-1 Global, salah satu organisasi MMA terbesar di Rusia. Di sini, ia menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh dan mulai membangun reputasi sebagai striker teknis dengan pukulan dan tendangan yang presisi.

Pada masa ini, Volkov mengembangkan kemampuan grappling dan memperbaiki pertahanannya terhadap takedown, menjadikannya petarung yang lebih komplet. Tingginya yang mencapai 201 cm dan jangkauan panjang memberinya keuntungan dalam mengontrol jarak, sementara latar belakang kickboxingnya memberikan keunggulan dalam striking.

Bersinar di Bellator

Pada tahun 2012, Volkov memutuskan untuk melangkah ke kancah internasional dengan bergabung di Bellator MMA, sebuah organisasi MMA berbasis di Amerika Serikat. Bellator memberi Volkov platform untuk menunjukkan kemampuannya di panggung dunia.

Juara Kelas Berat Bellator

Dalam waktu singkat, Volkov berhasil memenangkan turnamen kelas berat Bellator pada tahun 2012, mengalahkan Richard Hale melalui keputusan juri untuk merebut gelar Juara Kelas Berat Bellator. Kemenangan ini menjadikan Volkov sebagai salah satu petarung Rusia paling sukses di dunia MMA saat itu.

Namun, perjalanan Volkov di Bellator tidak selalu mulus. Setelah mempertahankan gelarnya untuk sementara waktu, ia akhirnya kehilangan sabuk juara pada tahun 2013. Meski demikian, pengalaman di Bellator menjadi batu loncatan penting dalam karirnya, mempersiapkan Volkov untuk tantangan yang lebih besar di masa depan.

Menjadi Penantang di Divisi Kelas Berat

Pada tahun 2016, Volkov bergabung dengan Ultimate Fighting Championship (UFC), organisasi MMA terbesar di dunia. Dengan membawa pengalaman bertahun-tahun di MMA, Volkov segera membuat dampak di divisi kelas berat, mencatatkan kemenangan demi kemenangan melawan beberapa petarung terbaik.

Debut di UFC

Debut Volkov di UFC berlangsung pada November 2016 di UFC Fight Night 99, di mana ia menghadapi Timothy Johnson. Dalam pertarungan ini, Volkov memenangkan pertandingan melalui keputusan juri, menunjukkan ketenangan dan kemampuannya dalam mengendalikan tempo pertarungan.

Kemenangan Beruntun

Setelah debutnya, Volkov terus mencatatkan kemenangan impresif, termasuk melawan:

    • Roy Nelson: Mantan pemenang The Ultimate Fighter yang dikalahkan melalui keputusan juri di UFC on Fox 24.
    • Stefan Struve: Sesama petarung bertubuh tinggi yang dikalahkan Volkov melalui TKO di ronde ketiga.

Momen Ikonik

Salah satu kemenangan terbesar Volkov terjadi pada 17 Maret 2018, ketika ia menghadapi mantan juara kelas berat UFC, Fabricio Werdum, di London. Dalam pertarungan ini, Volkov menunjukkan kemampuan striking yang luar biasa, mengalahkan Werdum melalui TKO di ronde keempat. Kemenangan ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penantang teratas di divisi kelas berat UFC.

Menggabungkan Teknik dan Daya Tahan

Alexander Volkov adalah petarung yang mengandalkan kombinasi teknik striking dan kontrol jarak yang luar biasa. Berikut adalah elemen utama dari gaya bertarungnya:

    1. Striking Presisi
      Volkov memiliki latar belakang kickboxing yang kuat, memungkinkan dirinya untuk menyerang dengan kombinasi pukulan dan tendangan yang presisi. Tendangan tinggi dan tendangan rendahnya adalah senjata utama dalam menjaga jarak dengan lawan.
    2.  Kontrol Jarak
      Dengan tinggi badan dan jangkauan yang luar biasa, Volkov mampu menjaga lawan tetap berada di luar jarak serang mereka, membuat mereka frustrasi dan memaksakan strategi bertahan.
    3. Kemampuan Bertahan yang Solid
      Selama bertahun-tahun, Volkov telah meningkatkan kemampuan grappling-nya, memastikan dirinya tidak mudah dikalahkan oleh petarung yang mengandalkan takedown.
    4. Daya Tahan
      Salah satu kekuatan terbesar Volkov adalah kemampuannya untuk bertarung di ronde-ronde panjang. Ia menunjukkan stamina yang luar biasa meski dalam pertarungan lima ronde.

Julukan “Drago”: Simbol Kekuatan Rusia

Julukan “Drago” diberikan kepada Alexander Volkov karena posturnya yang tinggi dan gaya bertarungnya yang mengintimidasi. Julukan ini merujuk pada Ivan Drago, karakter petinju Rusia dari film Rocky IV. Meski demikian, kepribadian Volkov jauh dari antagonis; ia dikenal sebagai petarung yang rendah hati dan profesional.

Prestasi dan Rekor

Alexander Volkov memiliki sejumlah prestasi penting sepanjang karirnya, termasuk:

    • Juara Kelas Berat Bellator (2012)
    • Juara Kelas Berat M-1 Global
    • Performance of the Night di UFC atas kemenangannya melawan Fabricio Werdum.
    • Rekor Profesional: 38 kemenangan dan 10 kekalahan (per November 2024), menjadikannya salah satu petarung paling berpengalaman di divisi kelas berat UFC.

Masa Depan Volkov di UFC

Sebagai salah satu petarung paling konsisten di divisi kelas berat UFC, Alexander Volkov masih memiliki peluang besar untuk mengejar gelar juara UFC. Dengan kemampuan teknik yang terus berkembang dan pengalaman yang luas, ia tetap menjadi ancaman serius bagi siapa pun di divisi ini.

Alexander Volkov adalah simbol dedikasi dan kegigihan dalam dunia seni bela diri campuran. Dari awal karirnya di Rusia hingga bersaing di panggung terbesar UFC, Volkov telah menunjukkan bahwa kerja keras dan determinasi dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan.

Sebagai salah satu petarung kelas berat terbaik yang pernah dihasilkan Rusia, Volkov tidak hanya membawa kebanggaan bagi negaranya tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi baru petarung MMA. Dengan perjalanan karir yang penuh liku, Alexander “Drago” Volkov tetap menjadi nama yang diperhitungkan di dunia MMA.

(PR/timKB).

Sumber foto: ufc.com.cr

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...