Jakarta – Choi Hong-hi, lahir pada 9 November 1918 di Myongchon, Provinsi Hamgyong Utara, Korea Utara, adalah seorang jenderal tentara Korea Selatan dan artis bela diri yang diakui sebagai pendiri taekwondo. Meskipun menjadi tokoh kontroversial dalam sejarah seni bela diri Korea, kontribusinya terhadap pengembangan dan penyebaran taekwondo di seluruh dunia tidak dapat disangkal. Ia meninggal dunia pada 15 Juni 2002.
Awal Kehidupan dan Latar Belakang
Choi Hong-hi lahir di sebuah daerah yang kini menjadi bagian dari Korea Utara. Sejak usia dini, Choi menunjukkan minat besar dalam seni bela diri. Pada masa mudanya, ia belajar kaligrafi dan seni bela diri tradisional Korea seperti Taekkyon. Saat belajar di Jepang, Choi juga mempelajari karate, yang kemudian menjadi salah satu elemen dasar dalam pengembangan taekwondo.
Karir Militer
-
- Bergabung dengan Militer: Setelah kembali ke Korea, Choi bergabung dengan Angkatan Darat Korea Selatan setelah Perang Dunia II. Ia menjadi salah satu perwira pertama dalam tentara baru Korea Selatan. Selama karir militernya, Choi memanfaatkan posisinya untuk mempromosikan seni bela diri yang sedang dikembangkannya.
- Pengembangan Taekwondo: Pada tahun 1950-an, Choi mulai mengembangkan dan menyempurnakan sistem seni bela diri yang dikenal sebagai taekwondo. Ia menggabungkan elemen-elemen dari berbagai seni bela diri yang telah dipelajarinya, termasuk karate, dan menambahkan teknik serta filosofi baru. Pada tahun 1955, nama “taekwondo” resmi digunakan untuk menggambarkan seni bela diri ini. Nama ini dipilih karena mencerminkan karakteristik utama dari seni bela diri tersebut, yaitu “Tae” yang berarti tendangan, “Kwon” yang berarti tinju, dan “Do” yang berarti jalan atau seni.
Pendirian Federasi Taekwondo Internasional (ITF)
-
- Pembentukan ITF: Pada tahun 1966, Choi Hong-hi mendirikan Federasi Taekwondo Internasional (ITF), organisasi yang bertujuan untuk mempromosikan dan mengatur taekwondo di seluruh dunia. ITF memainkan peran penting dalam menyebarkan taekwondo ke berbagai negara. Choi menggunakan pengaruhnya untuk mengirim instruktur taekwondo ke berbagai belahan dunia, membantu memperkenalkan dan mempopulerkan seni bela diri ini di tingkat internasional.
- Kontroversi dan Perpecahan: Meskipun Choi dihormati sebagai pendiri taekwondo, ia juga menjadi tokoh kontroversial. Ada ketegangan antara ITF dan Federasi Taekwondo Dunia (WTF), organisasi lain yang juga mengatur taekwondo. Perbedaan ini menyebabkan perpecahan dalam komunitas taekwondo global. Perpecahan ini didasarkan pada perbedaan pandangan mengenai filosofi, teknik, dan tujuan seni bela diri.
Penyebaran Taekwondo di Seluruh Dunia
-
- Peran dalam Militer: Choi menggunakan posisinya dalam militer untuk mengintegrasikan taekwondo ke dalam pelatihan tentara Korea Selatan. Program ini kemudian diadopsi oleh angkatan bersenjata di berbagai negara lain. Dengan memasukkan taekwondo dalam program pelatihan militer, Choi memastikan bahwa seni bela diri ini diajarkan dan dipraktikkan secara luas, baik di kalangan militer maupun sipil.
- Pengaruh Global: Di bawah kepemimpinan Choi, ITF berhasil menyebarkan taekwondo ke lebih dari 100 negara. Banyak instruktur taekwondo yang dilatih di Korea Selatan kemudian menyebar ke seluruh dunia untuk mengajarkan seni bela diri ini. Keberhasilan ini menjadikan taekwondo sebagai salah satu seni bela diri paling populer dan dikenal di dunia, dengan jutaan praktisi yang tersebar di berbagai benua.
Kontroversi dan Kritik
-
- Hubungan dengan Korea Utara: Pada tahun 1970-an, Choi Hong-hi pindah ke Korea Utara setelah berselisih dengan pemerintah Korea Selatan. Keputusan ini menambah kontroversi seputar namanya dan menyebabkan perpecahan lebih lanjut dalam komunitas taekwondo. Meskipun demikian, Choi tetap berkomitmen untuk mengembangkan taekwondo di seluruh dunia, terlepas dari politik yang melingkupinya.
- Persaingan ITF dan WTF: Perpecahan antara ITF dan WTF menciptakan dua aliran utama dalam taekwondo, masing-masing dengan peraturan, filosofi, dan metode pelatihan yang berbeda. Meskipun demikian, keduanya memainkan peran penting dalam popularisasi taekwondo di seluruh dunia. Persaingan ini juga mendorong inovasi dan peningkatan kualitas pelatihan dan kompetisi dalam taekwondo.
Gaya Bertarung dan Filosofi
-
- Kombinasi Teknik: Taekwondo yang dikembangkan oleh Choi menggabungkan berbagai teknik tendangan dan pukulan yang berasal dari seni bela diri tradisional Korea dan Jepang. Teknik tendangan yang tinggi dan cepat menjadi ciri khas utama taekwondo, membuatnya berbeda dari seni bela diri lainnya.
- Filosofi Taekwondo: Selain teknik bertarung, Choi juga menekankan pentingnya filosofi dan etika dalam taekwondo. Ia mengajarkan bahwa taekwondo bukan hanya tentang kemampuan fisik, tetapi juga tentang pengembangan karakter, disiplin, dan pengendalian diri.
Pengaruh dan Inspirasi
-
- Program Pelatihan Internasional: Choi berkomitmen untuk melatih instruktur taekwondo yang berkualitas tinggi di seluruh dunia. Ia sering mengadakan seminar, workshop, dan program pelatihan untuk memastikan bahwa standar tinggi dalam pengajaran taekwondo dipertahankan.
- Literatur dan Panduan: Choi juga menulis beberapa buku dan panduan tentang taekwondo, yang membantu menyebarkan pengetahuan dan teknik seni bela diri ini. Karya-karyanya masih digunakan sebagai referensi utama dalam pelatihan taekwondo di banyak negara.
Penghargaan dan Pengakuan
-
- Pengakuan Internasional: Meskipun ada kontroversi, kontribusi Choi terhadap seni bela diri diakui secara internasional. Ia menerima berbagai penghargaan dan penghormatan atas dedikasinya dalam mengembangkan taekwondo.
- Warisan Abadi: Meskipun Choi telah meninggal dunia pada 15 Juni 2002, warisannya tetap hidup melalui jutaan praktisi taekwondo di seluruh dunia. Taekwondo telah menjadi salah satu seni bela diri yang paling dihormati dan dipraktikkan secara luas, berkat dedikasi dan visi Choi.
Choi Hong-hi, dengan segala kontroversi yang mengelilinginya, adalah sosok penting dalam sejarah seni bela diri Korea. Sebagai pendiri taekwondo dan pendiri Federasi Taekwondo Internasional (ITF), kontribusinya terhadap pengembangan dan penyebaran taekwondo di seluruh dunia sangat signifikan. Meskipun ada perpecahan dalam komunitas taekwondo, warisannya sebagai pionir taekwondo tetap dikenang dan dihormati. Choi meninggal dunia pada 15 Juni 2002, tetapi pengaruhnya dalam dunia seni bela diri tetap hidup melalui jutaan praktisi taekwondo di seluruh dunia.
(EA/timKB).
Sumber foto: youtube
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita lainya
Sócrates: Sang Dokter Pemberontak Lapangan Hijau
Juan Sebastián Verón: Sang Penyihir Kecil Argentina
Gulat Jempol Kaki: Olahraga Teraneh Dari Pub Inggris