Jakarta – Manajemen Persija Jakarta akhirnya memutuskan memecat Carlos Pena dari kursi kepelatihan Macan Kemayoran setelah berjuang hingga pekan ke-30 Liga 1 2024/2025. Carlos Pena didatangkan Persija Jakarta dengan harapan bisa membawa tim finis di posisi empat besar Liga 1 2024/2025. Akan tetapi, perjalanan Carlos Pena memimpin Persija tak selalu mulus. Bahkan pada pekan ke-30 Liga 1 2024/2025, Persija Jakarta menelan kekalahan 0-2 dari tim papan bawah Semen Padang di Stadion Pakansari, Cibinong, Minggu (27/4/2025) lalu.
Sepanjang musim ini, total 13 kemenangan berhasil dibukukan, delapan hasil imbang, dan sembilan hasil minor, patut mendapatkan apresiasi. Namun, itu saja tidak cukup. Persija butuh rangkaian hasil yang lebih mentereng demi posisi terbaik di akhir musim. Pencapaian tidak konsisten anak asuh Carlos Pena di putaran kedua menjadi salah satu kendalanya, dan yang paling jadi catatan adalah kekalahan dari Semen Padang FC.
Pada laga melawan Kabau Sirah di Stadion Pakansari Cibinong, pasukan Macan Kemayoran kalah 0-2, meskipun tampil dengan skuad utama. Direktur Persija, Mohamad Prapanca, mengatakan perpisahan dengan Carlos Pena adalah manifestasi usaha manajemen untuk mengatrol pencapaian tim. Sebagai pengganti, Prapanca menyebut, pihaknya menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih careteker hingga akhir musim. Sementara itu, Persija pun berpisah dengan Robert Carl Morledge yang selama ini mendampingi Carlos Pena sebagai pelatih fisik.
Pada pertandingan selanjutnya, Persija akan dijamu Borneo FC pada 4 Mei, menjamu Bali United pada 10 Mei, melawat ke markas PSS Sleman pada 17 Mei, dan mengakhiri musim 2024/2025 dengan menjamu tim kejutan, Malut United, pada 25 Mei mendatang. Kini para Jakmania tinggal menunggu apakah dengan pelatih sementara bisa mengantarkan mereka memenuhi misi finis di empat besar akhir musim ini.
(bP/timKB).
Sumber foto: X
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda