Jakarta – Manchester Biru mengadakan acara perpisahan emosional dengan Kevin De Bruyne salah satu Legenda yang membawa kejayaan bagi City dalam satu dasawarsa terakhir. Kevin De Bruyne mengakhiri karier gemilangnya di Etihad dengan perpisahan yang manis dengan para pemain dan fans yang memenuhi stadion saat laga melawan Bournemouth dini hari tadi. Bersama istri dan anak anaknya, De Bruyne mendapatkan honour of Guard dari seluruh pemain Manchester City dan mendapat sambutan bergemuruh dari fans sebagai bentuk tanda ucapan terima kasih dan perpisahan pada salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki City.
De Bruyne merenungkan perpisahan emosionalnya dengan City. “Agak aneh, saya sendiri tak tahu. Sepuluh tahun di sini luar biasa. Ini perjalanan yang penuh tekanan, tapi menyenangkan,” katanya dikutip dari laman resmi Liga Primer. Ia menegaskan gaya permainannya yang khas. “Saya ingin membawa kegembiraan, bermain sepak bola menyerang, kreatif, dan bersenang-senang. Kami banyak bersenang-senang selama 10 tahun ini,” ujar De Bruyne. Pemain asal Belgia itu merasa bangga dengan pencapaiannya. “Kami menang, kadang kalah. Bekerja keras dan menciptakan sesuatu untuk klub ini, membuatnya lebih baik dari sebelumnya, membuat saya sangat bangga,” tuturnya.
Dalam pidatonya kepada penonton Etihad, ia berbicara tentang ikatan pribadi. “Manchester adalah rumah. Di sinilah anak-anak saya lahir,” kata De Bruyne, menunjukkan betapa dalamnya hubungannya dengan kota dan klub. Ia juga memuji kesuksesan tim. “Saya tak pernah membayangkan kami bisa melakukan apa yang telah kami capai dalam 10 tahun ini. Kami memenangkan segalanya dan membuat klub ini lebih besar,” ungkapnya, penuh rasa syukur atas perjalanan bersama City. De Bruyne mengakui peran komunitas klub. “Semua orang yang saya lihat di layar dan di depan saya telah membuat saya menjadi lebih baik dari sebelumnya,” katanya, menghargai dukungan fans dan rekan setim.
Ia menyinggung pertemanan yang terjalin. “Saya telah membuat teman seumur hidup dan akan segera kembali,” ujar De Bruyne, menjanjikan kepulangannya ke Manchester meski tak lagi sebagai pemain. Saat diberi tahu akan mendapat patung di luar Etihad, ia berkomentar sederhana namun penuh makna. “Itu berarti saya akan selalu ada di sini,” katanya, menegaskan warisannya di klub akan abadi.
(Yp/timKB).
Sumber foto: X
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda