Milan Pecat Conceicao, Datangkan Allegri

Yahya Pahlevy 30/05/2025 2 min read
Milan Pecat Conceicao, Datangkan Allegri

Jakarta – AC Milan pada Jumat (30/5/2025) dini hari WIB resmi memutus hubungan dengan pelatih Sergio Conceicao setelah hanya enam bulan menukangi raksasa Serie A tersebut. Keputusan ini diambil menyusul performa tim yang mengecewakan sepanjang musim, termasuk gagal meraih tiket kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak 2019. Kabarnya, manajemen Milan sudah menyiapkan pengganti: Massimiliano Allegri, sang mantan pelatih yang pernah membesut Rossoneri pada 2010–2014. Jika rumor ini benar, Allegri akan kembali ke San Siro setelah hampir satu dekade.

Conceicao cuma bertahan lima bulan setelah diangkat jadi pelatih Januari lalu menggantikan Paulo Fonseca. Saat itu Conceicao dikontrak sampai Juni 2026, namun performa buruk tim di Serie A membuatnya harus dipecat. Tidak cuma itu, Conceicao juga gagal membawa Milan berjaya di Coppa Italia karena dikalahkan Bologna di final. Hasilnya Milan dipastikan gagal berkompetisi di Eropa musim depan. Satu-satunya gelar Conceicao adalah Piala Super Italia usai mengalahkan Inter Milan di final. “AC Milan dan Sergio Conceicao tidak lagi bersama-sama musim depan,” ujar pernyataan resmi Milan. “Klub ingin berterima kasih kepada Sergio dan stafnya atas komitmen, profesionalisme, dan dedikasi yang ditunjukkan selama memimpin tim utama selama beberapa bulan terakhir.” “Keluarga AC Milan berpisah dengan pelatih yang memenangkan trofi ke-50 dalam sejarah Klub, dan mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan.”

Conceicao menangani Milan selama 30 laga dengan 16 kemenangan, 4 seri, dan 10 kekalahan. Ada total 49 gol dibuat dan kebobolan 35 gol. Dengan dipecatnya Conceicao, Milan tinggal menunggu waktu untuk mengumumkan Allegri sebagai penggantinya. Pelatih berusia 56 tahun itu dikenal sukses membawa Milan meraih Scudetto pada 2010–2011. Jika benar terjadi, tantangannya kini jauh lebih berat: membangkitkan Milan dari keterpurukan dan bersaing dengan rival sekota, Inter, yang justru sedang bersiap menghadapi final Liga Champions melawan PSG. Kegagalan Conceicao bukan semata persoalan taktis, tetapi juga inkonsistensi performa pemain dan kurangnya kedalaman skuad. Milan butuh perubahan besar, mulai dari rekrutmen pemain hingga strategi jangka panjang.

(Yp/timKB).

Sumber foto: pikiranrakyat.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...