Jakarta – Beberapa minggu terakhir, petarung dan penggemar seni bela diri dikejutkan oleh pengumuman besar dari UFC. Dana White, presiden UFC, resmi meluncurkan UFC Brazilian Jiu‑Jitsu (UFC BJJ)—sebuah inisiatif ambisius bertujuan membawa BJJ ke level kompetisi mainstream yang sepantasnya. Inisiatif ini bukan hanya wacana: UFC telah menyiapkan format resmi, struktur beladiri, gelar juara, serta arena khusus—menjawab kerinduan publik terhadap grappling yang lebih spektakuler.
Dana White menyebut ini sebagai cara untuk “memberi struktur bagi olahraga yang luar biasa ini—agar penggemar bisa mengenal siapa juaranya, dan menjadikannya ajang peringkat dan gelar layaknya MMA” . URL lama UFC Fight Pass kini diperkuat dengan branding serius: UFC BJJ.
Format dan Struktur: Rambu Jelas bagi Atlet – dan Fans
Hampir seperti sebuah konferensi perang, UFC BJJ menetapkan format kompetisi yang familiar bagi penggemar UFC:
Terdiri dari divisi lelaki dan perempuan di tiga kelas berat: bantamweight (135 lb), lightweight (155 lb), dan welterweight (170 lb) .
Setiap laga berdurasi 3 ronde x 5 menit, dinilai menggunakan sistem 10‑point must (sama seperti MMA) .
Digelar di “dome” khusus—arena grappling yang dirancang agar pertandingan selalu dinamis dan aman, tanpa gangguan aktivitas luar oktagon .
Semua ini bukan sekadar acara eksperimental—melainkan ekspansi nyata MMA menuju grappling reguler, lengkap dengan gelar juara UFC BJJ dan struktur ranking resmi.

Menghidupkan Warisan Gracie – dan Menyatukan Dunia BJJ
Brazilian Jiu-Jitsu merupakan salah satu pilar UFC sejak awal—Gracie bersaudara memenangkan turnamen pertama UFC, dan menempatkan grappling di mata dunia. Kini, setelah lebih dari 30 tahun, UFC ingin “menghidupkan” kembali akar tersebut dengan cara modern.
Menurut Dana White, grappling sangat besar secara global, tapi selama ini masih terfragmentasi. Dengan UFC BJJ, kompetisi akan menjadi “mainstream”, dengan ranking, juara, dan tontonan yang mudah diikuti . Claudia Gadelha, mantan petarung kelas strawweight dan kini Senior Dir. Strategy & Business BJJ UFC, mendukung penuh: “Dengan struktur, aturan, dan publikasi UFC, ini bisa menjadi platform global bagi petarung BJJ” .
Seri “Road to the Title” dan Event Perdana
Peluncuran UFC BJJ dimulai pada 16 Juni 2025 di YouTube dengan acara realitas “UFC BJJ: Road to the Title” —menggandeng para juara dunia seperti Mikey Musumeci dan rising star Rerisson Gabriel sebagai pelatih, menata dua tim elite di kelas lightweight dan welterweight.
Puncaknya: UFC BJJ 1 digelar pada 25 Juni 2025, di ajang International Fight Week sebelum UFC 317. Event ini menampilkan tiga laga gelar: bantamweight antara Musumeci vs. Gabriel; lightweight Carlos Henrique vs. Danilo Moreira; serta welterweight antara Andrew Tackett dan Andy Varela.
Hasil dan Sejarah Baru UFC BJJ 1
Debut UFC BJJ menghasilkan momen ikonik:
-
- Mikey Musumeci meraih gelar inaugural bantamweight lewat heel hook di ronde ketiga melawan Gabriel.
- Andrew Tackett menjadi kampiun welterweight via rear-naked choke.
- Carlos Henrique mengunci gelar lightweight lewat armbar ronde ketiga.
Aksi tumpang tindih submission ini menegaskan bahwa jiu-jitsu modern penuh dinamika, bukan sekadar mengulur waktu di matras.
Pengaruh dan Visi Besar UFC
Langkah ini bukan sekadar pelengkap event—melainkan strategi UFC menancapkan cakupan lebih luas di ranah sports entertainment. Saat ini, UFC memiliki MMA, BJJ, slap fighting (Power Slap), dan olahraga tinju dengan Zuffa Boxing .
Dengan kompetisi dan konten konsisten, UFC BJJ bisa menjadi pintu masuk menarik bagi generasi muda, dan menghidupkan jiu-jitsu sebagai olahraga tontonan—berdampak ganda: industri dan budaya.
Evolusi UFC BJJ—Apa Selanjutnya?
Debut UFC BJJ terasa seperti babak baru sejarah olahraga. Dari warisan Gracie Gracie hingga era streaming global, UFC mengepak sayap grappling ke level mainstream. Penonton kini tidak hanya mengenal UFC sebagai arena pukul-memukul semata, tapi juga dunia pertarungan teknik, strategi, dan kecerdikan ground game.
Pertanyaan besar berikutnya: Bagaimana UFC akan menghasilkan talenta baru? Apakah reality show berikutnya akan melahirkan superstar grappling layaknya The Ultimate Fighter di MMA?
Satu hal pasti: UFC BJJ bukan sekadar meluncur—ia mengokohkan jiu-jitsu sebagai olahraga tontonan, dan menjanjikan masa depan yang lebih terstruktur, bergengsi, dan luas cakupannya.
(PR/timKB).
Sumber foto: ufc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda