Abdessamie Rhenimi: Bintang Muda Muay Thai Maroko

Piter Rudai 06/08/2025 4 min read
Abdessamie Rhenimi: Bintang Muda Muay Thai Maroko

Jakarta – Di dunia Muay Thai yang penuh legenda dari Thailand, jarang terdengar nama petarung dari Afrika Utara yang mampu menembus panggung internasional. Namun, pada tahun 2025, sorotan mulai mengarah pada seorang remaja Maroko bernama Abdessamie Rhenimi. Lahir pada 23 Agustus 2006, ia adalah salah satu petarung termuda di kelas Strawweight ONE Championship, membawa semangat dan teknik yang menjanjikan dari Maroko ke panggung global.

Meski masih di awal perjalanan, Abdessamie telah menunjukkan gaya bertarung eksplosif yang mengandalkan pukulan tajam, tendangan cepat, dan clinch agresif. Kisahnya adalah kisah keberanian seorang anak muda yang menantang batas, melangkah dari sasana sederhana di Maroko menuju ring megah ONE Championship di Bangkok.

Dari Maroko ke Dunia Muay Thai

Maroko dikenal sebagai salah satu negara dengan tradisi kuat di kickboxing dan tinju, terutama di kawasan Afrika Utara. Namun, Muay Thai bukanlah olahraga yang banyak digeluti di sana. Bagi Abdessamie, perkenalan dengan Muay Thai terjadi ketika ia masih kecil melalui video pertandingan legenda seperti Saenchai dan Buakaw Banchamek. Ia terpesona dengan teknik, kecepatan, dan kelihaian mengontrol jarak yang menjadi ciri khas olahraga ini.

Di usia remaja, ia mulai berlatih di sasana lokal yang memiliki pelatih dengan pengalaman internasional. Latihannya mencakup:

    • Pad work untuk mengasah kombinasi pukulan-tendangan.
    • Drill clinch untuk memperkuat kontrol jarak dekat.
    • Latihan tendangan cepat untuk mengganggu ritme lawan.
    • Sparring intensif melawan petarung kickboxing untuk membiasakan diri menghadapi berbagai gaya bertarung.

Lingkungan latihan yang kompetitif membuatnya cepat berkembang, dan pada usia 16 tahun, ia sudah mulai bertanding di ajang-ajang lokal.

Menguji Diri di Kompetisi Regional dan Internasional Junior

Sebelum memasuki ONE Championship, Abdessamie sudah mengumpulkan pengalaman di turnamen regional dan internasional junior. Ia mengikuti ajang-ajang di Afrika Utara, Timur Tengah, dan bahkan beberapa kompetisi di Eropa.

Kemenangan di level ini tidak selalu mudah, namun setiap pertarungan memberinya pelajaran berharga. Ia belajar:

    • Menghadapi lawan agresif yang mengandalkan kekuatan pukulan.
    • Mengatur stamina untuk bertahan di pertarungan berdurasi penuh.
    • Menyesuaikan strategi ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan.

Hasilnya, ia mulai dikenal di komunitas Muay Thai Maroko sebagai salah satu petarung muda paling potensial.

Ujian Besar Pertama

Tanggal 2 Mei 2025 menjadi tonggak penting dalam hidupnya. Abdessamie tampil di ONE Friday Fights 106 di Bangkok, Thailand — tanah kelahiran Muay Thai. Lawannya adalah petarung yang lebih berpengalaman dan telah terbiasa bertarung di panggung internasional.

Sejak ronde pertama, Abdessamie mencoba mengatur jarak dengan tendangan cepat sambil masuk dengan kombinasi pukulan. Di clinch, ia berusaha menekan dan melancarkan serangan lutut, namun lawannya mampu memanfaatkan pengalaman untuk mencuri poin di momen-momen penting.

Pertarungan berlangsung ketat selama tiga ronde penuh. Ketika hasil diumumkan, ia kalah melalui split decision. Kekalahan tipis ini menjadi pembelajaran berharga: bahwa di panggung besar seperti ONE Championship, setiap detik dan setiap poin sangat berarti.

Analisis Gaya Bertarung

Abdessamie mengandalkan gaya Muay Thai ortodoks dengan ciri khas:

    1. Pukulan Tajam – Jab dan cross digunakan untuk membuka celah serangan lanjutan.
    2. Tendangan Cepat dan Presisi – Terutama tendangan ke arah tubuh dan kaki untuk mengganggu ritme lawan.
    3. Clinch Agresif – Mengontrol leher lawan untuk melancarkan serangan lutut yang melemahkan stamina mereka.
    4. Tempo Tinggi – Berusaha mendikte jalannya pertarungan sejak awal ronde.

Namun, untuk bisa bersaing di level elite, ia perlu menambahkan variasi kombinasi dan meningkatkan efektivitas pertahanan saat diserang balik.

Prestasi dan Capaian

    • Juara Muay Thai junior di beberapa ajang regional Afrika Utara.
    • Pengalaman bertanding di turnamen internasional junior di Timur Tengah dan Eropa.
    • Debut di ONE Championship pada usia 18 tahun.
    • Pertarungan kompetitif di ONE Friday Fights 106 dengan kekalahan tipis via split decision.

Lawan Potensial di Masa Depan

Melihat kemampuannya dan pengalaman yang mulai bertambah, Abdessamie cocok menghadapi:

    • Petarung debutan lain di ONE untuk menguji kembali kemampuannya dalam tempo pertandingan yang seimbang.
    • Petarung agresif dengan gaya brawling untuk menguji ketahanan dan adaptasi strateginya.
    • Petarung teknikal Thailand untuk mengasah kemampuan clinch dan counter-striking.

Ambisi dan Proyeksi Karier

Di usia 18 tahun, Abdessamie masih memiliki waktu panjang untuk berkembang. Targetnya dalam beberapa tahun ke depan:

    1. Meraih kemenangan pertama di ONE Championship.
    2. Menembus lima besar Strawweight Muay Thai ONE.
    3. Menjadi duta Muay Thai Maroko di panggung dunia.
    4. Bersaing memperebutkan gelar juara dunia di usia awal 20-an.

Awal dari Perjalanan Panjang

Abdessamie Rhenimi adalah representasi dari generasi baru petarung Afrika yang berani bermimpi besar. Dari sasana sederhana di Maroko, ia kini berdiri di ring ONE Championship, menghadapi lawan-lawan terbaik dunia.

Meski debutnya belum berakhir manis, pertarungan ketat yang ia berikan di ONE Friday Fights 106 adalah sinyal bahwa masa depannya cerah. Dengan kerja keras, disiplin, dan pengalaman yang terus bertambah, bukan tidak mungkin Abdessamie akan menjadi bintang besar Muay Thai yang mengharumkan nama Maroko di kancah internasional.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...