Alexia Thainara Silva Pereira – “Burguesinha” Spesialis Submission

Yahya Pahlevy 09/08/2025 4 min read
Alexia Thainara Silva Pereira – “Burguesinha” Spesialis Submission

Jakarta – Dalam dunia Mixed Martial Arts (MMA), Brasil memiliki reputasi panjang sebagai rumah bagi para petarung kelas dunia yang menguasai seni bela diri di darat. Dari Gracie Family yang merevolusi olahraga ini dengan Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), hingga generasi baru yang memadukan BJJ dengan striking modern, Brasil terus melahirkan bintang baru. Kini, salah satu nama yang mulai menarik perhatian adalah Alexia Thainara Silva Pereira, petarung yang dijuluki “Burguesinha”.

Dengan kemampuan submission yang sangat teknis, mental baja, dan perjalanan karier yang penuh perjuangan, Alexia bukan hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga mewakili gelombang baru atlet wanita Brasil yang siap bersaing di tingkat tertinggi dunia.

Perkenalan dengan Bela Diri

Alexia lahir pada 20 November 1997 di Rio de Janeiro, kota yang tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga menjadi pusat perkembangan seni bela diri. Ia tumbuh dalam lingkungan yang memadukan tantangan hidup dengan budaya kompetitif.

Ketertarikan Alexia terhadap seni bela diri muncul ketika ia masih belia. Melihat kakak dan teman-teman di lingkungannya berlatih BJJ, ia pun mulai ikut serta. Meski awalnya hanya untuk kebugaran, bakatnya segera terlihat. Pelatih pertamanya bahkan menyebut bahwa Alexia memiliki “insting natural” dalam membaca gerakan lawan, sesuatu yang tidak dimiliki semua orang.

Di usia remaja, ia sudah mulai mengoleksi medali dari kejuaraan Brazilian Jiu-Jitsu tingkat lokal, bahkan menembus turnamen nasional. Kedisiplinannya di matras menjadi pondasi yang membentuk mentalnya kelak di dunia MMA.

Pondasi di Brazilian Jiu-Jitsu dan Pengembangan Striking

Meski BJJ menjadi identitasnya, Alexia menyadari bahwa untuk menjadi petarung MMA yang komplet, ia harus mempelajari disiplin lain. Ia mulai berlatih Muay Thai dan kickboxing, memadukan teknik striking untuk melengkapi arsenalnya.

Dalam sesi latih tanding, Alexia terkenal dengan kemampuan adaptasinya. Ia bisa dengan cepat mengubah gaya bertarung dari agresif di atas kaki menjadi permainan ground yang sabar namun mematikan. Filosofi bertarungnya sederhana: kendalikan tempo, paksa lawan bermain di area yang ia kuasai, lalu kunci kemenangan.

Karier Awal di MMA dan Panggung Regional Brasil

Karier profesional Alexia dimulai di ajang-ajang regional Brasil, yang terkenal sebagai tempat lahirnya banyak petarung tangguh. Setiap pertandingan di level ini adalah ujian fisik dan mental—arena di mana petarung tidak hanya harus menghadapi lawan, tetapi juga kondisi fasilitas yang minim dan tekanan finansial.

Namun, Alexia justru berkembang pesat di situasi seperti ini. Ia mengoleksi kemenangan demi kemenangan, mayoritas melalui submission seperti rear-naked choke dan armbar. Para promotor mulai mengenalnya sebagai petarung yang nyaris mustahil dikalahkan di ground game.

Momentum Besar

Titik balik dalam karier Alexia datang pada 2024, ketika ia mendapat kesempatan emas tampil di Dana White’s Contender Series (DWCS)—ajang seleksi yang menjadi pintu masuk ke UFC.

Lawan yang dihadapinya dikenal sebagai striker tajam, namun Alexia tampil dengan game plan sempurna. Ia menggunakan footwork untuk menghindari serangan-serangan keras, lalu melakukan clinch, membawa laga ke tanah, dan mendominasi selama tiga ronde. Meski tidak mencetak submission, dominasinya begitu jelas hingga para juri memberikan keputusan mutlak (unanimous decision) untuknya.

Kemenangan ini langsung diikuti pengumuman bahwa Alexia resmi menandatangani kontrak dengan Ultimate Fighting Championship—sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

Strategis, Teknis, dan Mematikan di Ground Game

Julukan “Burguesinha” mungkin terdengar manis, tetapi di dalam oktagon, Alexia adalah mimpi buruk bagi lawan-lawannya. Gaya bertarungnya berfokus pada kontrol dan efisiensi, dengan ciri-ciri:

    • Transisi Cepat ke Posisi Dominan – Dalam hitungan detik, ia bisa berpindah dari half guard ke full mount.
    • Submission Variatif – Mampu menyelesaikan laga dengan berbagai kuncian seperti triangle choke, guillotine, hingga armbar.
    • Manajemen Energi yang Baik – Tidak terburu-buru, namun selalu menekan lawan hingga membuat mereka frustrasi.
    • Striking Cukup untuk Membuka Peluang Grappling – Pukulan dan tendangan digunakan sebagai jembatan menuju clinch.

Kombinasi ini membuatnya sulit dihadapi, terutama bagi striker murni yang kurang berpengalaman di pertarungan darat.

Debut UFC dan Tantangan di Divisi Strawweight

Divisi Strawweight Wanita UFC adalah salah satu yang paling kompetitif, dihuni oleh nama-nama besar seperti Zhang Weili, Rose Namajunas, dan Amanda Lemos. Alexia sadar bahwa setiap pertarungan akan menjadi ujian besar.

Persiapannya menghadapi debut UFC sangat intens. Ia berlatih di kamp yang terkenal menggabungkan sparring keras dengan sesi teknik mendalam. Fokusnya bukan hanya mempertahankan kekuatan di ground, tetapi juga memperbaiki striking defense agar bisa mengimbangi lawan yang memiliki daya hancur tinggi.

Prestasi dan Pencapaian

    1. Mengikuti turnamen BJJ regional dan nasional di Brasil sebelum beralih ke MMA.
    2. Mayoritas kemenangan profesional melalui submission.
    3. Pemenang Dana White’s Contender Series 2024 dengan kemenangan mutlak.
    4. Resmi bergabung dengan Ultimate Fighting Championship pada 2024.
    5. Dikenal sebagai salah satu grappler wanita paling teknis di divisi Strawweight.

Fakta Menarik Tentang Alexia “Burguesinha”

    • Lahir dan besar di Rio de Janeiro, kota yang juga melahirkan legenda seperti José Aldo dan Amanda Nunes.
    • Julukan “Burguesinha” awalnya diberikan oleh teman-teman gym sebagai candaan, namun kemudian menjadi identitas resminya.
    • Sangat aktif di media sosial untuk membangun koneksi dengan penggemar dan mempromosikan olahraga wanita.
    • Mengidolakan legenda BJJ Marcus “Buchecha” Almeida dan petarung UFC Demian Maia.

Potensi Menjadi Ancaman Serius di UFC

Dengan teknik grappling yang nyaris sempurna, Alexia Thainara Silva Pereira memiliki semua modal untuk menjadi ancaman nyata di divisi Strawweight. Tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan diri dengan tempo dan kekuatan lawan-lawan elit UFC, serta terus meningkatkan kemampuannya di striking agar menjadi petarung yang benar-benar komplet.

Banyak analis percaya bahwa jika Alexia mampu mempertahankan konsistensi dan belajar dari setiap pertarungan, gelar juara dunia bukanlah mimpi yang mustahil. Dari matras kecil di gym lokal Rio hingga sorotan lampu UFC, kisahnya adalah bukti bahwa tekad, disiplin, dan keyakinan dapat membawa seorang atlet ke puncak dunia.

(PR/timKB).

Sumber foto: essenttiallysport.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...