Perjalanan Shanna ‘The Shanimal’ Young Di Dunia MMA

Piter Rudai 11/08/2025 5 min read
Perjalanan Shanna ‘The Shanimal’ Young Di Dunia MMA

Jakarta – Shanna Marie Leonard Young, yang lahir pada 20 Februari 1991 di Salem, Virginia, Amerika Serikat, adalah seorang petarung Mixed Martial Arts (MMA) profesional yang dikenal dengan semangat juangnya yang luar biasa dan kemampuan bertarung yang dinamis. Dijuluki “The Shanimal”, Shanna telah menjadikan dirinya sebagai salah satu petarung wanita paling berbahaya di Professional Fighters League (PFL) dan kini di Invicta FC, di mana ia bersaing di divisi Flyweight dan Bantamweight yang sangat kompetitif.

Julukan “The Shanimal” bukan hanya sekedar nama, tetapi merupakan cerminan dari kegigihan, kekuatan, dan keuletan yang ia bawa ke setiap pertarungannya. Di dalam kandang, Shanna dikenal sebagai petarung yang agresif dan tak pernah mundur menghadapi lawan, selalu siap bertarung hingga bel terakhir berbunyi. Dari awal perjalanan karirnya yang sederhana di Virginia hingga mencapai panggung besar dunia MMA, kisah Shanna Young adalah kisah tentang dedikasi, keberanian, dan keyakinan pada diri sendiri.

Masa Kecil di Salem: Benih Petarung Tumbuh

Shanna Young lahir dan tumbuh di Salem, Virginia, sebuah kota kecil yang dikenal dengan suasana tenang dan komunitas olahraga yang kuat. Sejak kecil, Shanna adalah anak yang penuh energi dan selalu terlibat dalam berbagai aktivitas fisik. Ia menyukai tantangan dan kompetisi, sifat yang membawanya terlibat dalam olahraga sejak usia dini. Awalnya, seperti banyak anak lainnya di Amerika Serikat, Shanna lebih banyak menghabiskan waktu di olahraga mainstream seperti sepak bola, basket, dan atletik.

Namun, di masa remajanya, Shanna mulai menemukan hasrat yang lebih besar terhadap seni bela diri. Minatnya tumbuh ketika ia mulai belajar karate dan kickboxing, dua disiplin yang menuntut ketekunan, fokus, dan kekuatan fisik. Seni bela diri bukan hanya tentang teknik menyerang dan bertahan, tetapi juga tentang pengendalian diri dan membangun mentalitas juara. Shanna cepat menyadari bahwa dunia seni bela diri adalah tempat di mana ia bisa berkembang, baik secara fisik maupun mental.

Dengan segera, Shanna mulai serius berlatih di berbagai gym lokal, meluangkan banyak waktunya untuk memperdalam kemampuan striking melalui kickboxing. Ia belajar bagaimana mengendalikan kekuatannya, mengasah refleks, dan memanfaatkan setiap kesempatan dalam pertarungan. Tidak hanya itu, Shanna juga tertarik untuk mempelajari disiplin Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) dan gulat, dua disiplin yang sangat penting dalam dunia Mixed Martial Arts (MMA). Gulat mengajarinya teknik mengontrol lawan di ground, sementara BJJ memperkenalkannya pada seni submission—kemampuan untuk mengakhiri pertarungan melalui kuncian dan teknik choke.

Dari awal pelatihan ini, Shanna mulai membangun reputasinya sebagai atlet yang sangat pekerja keras. Di tengah jadwal latihannya yang padat, ia juga mulai merintis karir sebagai petarung amatir, berkompetisi di berbagai ajang lokal dan regional. Meskipun banyak yang meragukan kemampuannya karena ia berasal dari kota kecil, Shanna membuktikan bahwa dengan kerja keras dan keyakinan, tidak ada yang mustahil.

Awal Karir di MMA: Tantangan dan Kemenangan

Perjalanan Shanna di dunia Mixed Martial Arts (MMA) profesional dimulai dengan pertarungan-pertarungan di berbagai ajang regional termasuk Invicta FC. Karir awalnya tidak berjalan mulus; ia harus menghadapi tantangan besar melawan lawan-lawan yang lebih berpengalaman. Namun, Shanna tidak pernah gentar menghadapi kekalahan. Setiap kekalahan justru menjadi pelajaran berharga baginya untuk terus memperbaiki diri.

Shanna juga dikenal karena memiliki sikap yang pantang menyerah. Gaya bertarungnya yang agresif membuatnya segera mendapatkan julukan “The Shanimal” dari rekan-rekan dan pelatihnya. Julukan ini mencerminkan semangat bertarungnya yang seperti “binatang”—tangguh, agresif, dan tidak pernah takut untuk menyerang. Di setiap pertarungannya, Shanna selalu mengeluarkan seluruh kemampuannya, tidak peduli seberapa tangguh lawan yang ia hadapi.

Kemampuannya yang serba bisa dalam menyerang maupun bertahan mulai menarik perhatian komunitas MMA yang lebih luas. Dengan rekam jejak kemenangan di pertarungan lokal, Shanna akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Dana White’s Contender Series, sebuah ajang pencarian bakat yang diproduksi oleh Ultimate Fighting Championship (UFC). Meskipun hasil pertarungan di ajang ini tidak seperti yang diharapkan, pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi Shanna untuk terus meningkatkan kemampuan bertarungnya.

Shanna kemudian meraih berbagai kemenangan penting di beberapa ajang, memperkuat rekam jejaknya dan menambah reputasinya sebagai petarung tangguh. Ia juga semakin mengembangkan teknik bertarungnya, memadukan striking yang tajam dengan kemampuan grappling yang kuat. Kemampuan untuk tetap tenang dan beradaptasi di berbagai situasi pertarungan menjadikannya salah satu petarung yang semakin diperhitungkan.

Bergabung dengan Professional Fighters League (PFL)

Tahun 2021 menjadi tonggak penting dalam karir Shanna ketika ia menandatangani kontrak dengan Professional Fighters League (PFL). PFL dikenal sebagai salah satu organisasi MMA terbesar dan paling bergengsi di dunia, dengan sistem kompetisi yang berbeda dari organisasi MMA lainnya. Di PFL, para petarung bersaing dalam format turnamen untuk mengumpulkan poin dan maju ke babak playoff, di mana hadiah besar menunggu pemenangnya.

Di PFL, Shanna bertarung di divisi Flyweight, di mana persaingan sangat ketat. Namun, sebagai petarung dengan pengalaman bertarung yang sudah matang, Shanna langsung beradaptasi dengan format baru ini. Ia tampil dengan penuh percaya diri, membawa julukan “The Shanimal” ke setiap pertarungan yang ia jalani.

Namun, tantangan di musim reguler jauh lebih berat. Ia menghadapi Kana Watanabe, petarung asal Jepang dengan latar belakang judo yang kuat, dan kalah melalui keputusan juri. Di laga berikutnya, Shanna bertemu Ilara Joanne, striker eksplosif asal Brasil, dan kembali mengalami kekalahan. Meski hasilnya tidak sesuai harapan, Shanna menunjukkan daya tahan dan semangat bertarung yang tak luntur.

Refleksi dan Keputusan Kembali ke Invicta FC

Setelah musim PFL berakhir, Shanna melakukan evaluasi mendalam. Ia menyadari bahwa meski PFL memberinya panggung besar, gaya bertarung dan ritme kompetisi di sana kurang cocok dengan pendekatannya. Ia memilih untuk kembali ke Invicta FC, organisasi yang pernah membesarkan namanya di awal karier.

Keputusan ini bukan langkah mundur, melainkan strategi untuk membangun kembali momentum. Di Invicta FC, Shanna merasa lebih bebas mengekspresikan gaya bertarungnya dan mendapat lawan yang lebih seimbang secara teknis.

Gaya Bertarung Shanna Young: Kombinasi Agresif Striking dan Grappling

Sebagai seorang petarung yang memulai karirnya dengan latar belakang karate dan kickboxing, Shanna Young memiliki kemampuan striking yang sangat tajam dan agresif. Ia mampu melancarkan pukulan dan tendangan yang cepat, yang sering kali memaksa lawan untuk mundur dan mengatur ulang strategi mereka. Kombinasi pukulan dan tendangan yang dilancarkannya memberi tekanan konstan pada lawan, memaksa mereka untuk bermain defensif.

Namun, salah satu kelebihan Shanna yang membuatnya sangat berbahaya adalah kemampuannya untuk beralih ke grappling ketika situasi membutuhkan. Pelatihan Brazilian Jiu-Jitsu dan gulat yang ia jalani selama bertahun-tahun membuatnya mampu mengendalikan lawan di ground, baik untuk mencari submission ataupun untuk mempertahankan posisinya di atas kanvas.

Dengan perpaduan yang harmonis antara striking dan grappling, Shanna menjadi petarung yang sulit diprediksi. Lawan-lawannya harus selalu waspada terhadap serangan dari berbagai arah. Di atas kanvas, ia tampil seperti binatang yang ganas—terus menekan, tidak pernah membiarkan lawannya memiliki ruang untuk bernafas.

‘The Shanimal’ Terus Mengukir Prestasi

Shanna Young adalah contoh nyata dari dedikasi dan kerja keras yang tanpa henti. Dengan julukan “The Shanimal”, ia telah membuktikan bahwa ia tidak hanya memiliki kekuatan fisik, tetapi juga ketangguhan mental yang membuatnya terus maju dalam dunia seni bela diri campuran. Perjalanannya dari kota kecil Salem, Virginia, hingga bertarung di divisi Flyweight Professional Fighters League (PFL) dan Invicta adalah bukti bahwa dengan tekad kuat, seseorang dapat mencapai puncak kesuksesan.

Dengan gaya bertarung yang dinamis, kombinasi yang mematikan antara striking dan grappling, serta mentalitas juara yang selalu ia bawa ke setiap pertarungannya, Shanna Young terus membangun warisannya di dunia MMA. Karirnya di PFL masih terus berkembang, dan penggemar MMA di seluruh dunia akan terus mengikuti perjalanannya yang penuh gairah dan inspirasi.

(PR/timKB).

Sumber foto: ufc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...