Kisah Ricardo Ramos: Dari Campinas Ke UFC

Piter Rudai 04/09/2025 4 min read
Kisah Ricardo Ramos: Dari Campinas Ke UFC

Jakarta – Bagi pecinta MMA, nama Brasil hampir selalu identik dengan seni Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ). Dari negeri Samba itu lahirlah banyak legenda, dan salah satu generasi baru yang meneruskan tradisi tersebut adalah Ricardo Lucas Ramos, atau lebih dikenal dengan Ricardo Ramos. Lahir di Campinas, São Paulo, Brasil, pada 1 Agustus 1995, Ramos membawa keahlian grappling khas Brasil ke panggung Ultimate Fighting Championship (UFC), dengan gaya bertarung yang mematikan di ground namun tetap berani tampil spektakuler di striking.

Ramos kini berkompetisi di divisi Featherweight UFC, divisi yang dikenal penuh dengan nama-nama besar dan persaingan yang ketat. Dengan sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu yang dimilikinya, ia membangun reputasi sebagai spesialis submission dengan teknik seperti rear-naked choke, sekaligus mengejutkan dunia lewat penyelesaian luar biasa dengan spinning elbow yang menjadi salah satu highlight terbaik UFC.

Jalan Panjang Menuju Oktagon

Ricardo Ramos tumbuh di Campinas, sebuah kota di São Paulo yang dikenal sebagai pusat komunitas seni bela diri. Sejak kecil, ia tertarik dengan olahraga tempur, dan Brazilian Jiu-Jitsu menjadi jalan yang dipilihnya. Bagi Ramos, BJJ bukan hanya tentang kekuatan, melainkan seni mengendalikan lawan dengan teknik, kesabaran, dan strategi.

Lingkungan keras di Brasil membuat Ramos cepat matang. Ia menemukan bahwa seni bela diri bisa menjadi jalan keluar dari keterbatasan, serta alat untuk membangun masa depan. Sejak remaja, ia sudah memutuskan bahwa MMA adalah jalur kariernya, meski penuh risiko dan pengorbanan.

Meniti Jalan dari Brasil ke Amerika

Ramos memulai karier profesionalnya pada 2012, ketika usianya baru 17 tahun. Dengan dasar BJJ yang kuat, ia segera mencatat beberapa kemenangan melalui submission. Pertarungan demi pertarungan di ajang regional Brasil membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai prospek muda berbakat.

Kesempatan besar datang ketika ia tampil di Legacy Fighting Championship (Legacy FC) di Amerika Serikat. Organisasi ini telah melahirkan banyak petarung yang kemudian melangkah ke UFC. Di Legacy FC, Ramos memperlihatkan kemampuan grappling mematikannya sekaligus menunjukkan perkembangan di aspek striking.

Dana White’s Lookin’ for a Fight

Pintu menuju UFC terbuka lebar ketika Ramos mendapat kesempatan tampil di acara Dana White’s Lookin’ for a Fight, sebuah ajang pencarian bakat di mana presiden UFC sendiri mencari talenta baru.

Ramos dipasangkan melawan striker tangguh Alfred Khashakyan. Meski Khashakyan dikenal dengan pukulan kerasnya, Ramos tetap tenang. Ia menunggu celah, membawa pertarungan ke ground, dan akhirnya menutup laga dengan submission. Penampilan impresif itu membuat Dana White langsung terkesan dan memberinya kontrak resmi UFC.

Momen ini menjadi titik balik dalam karier Ramos: dari anak muda yang tumbuh di Campinas, ia kini resmi masuk ke panggung MMA terbesar di dunia.

Dari Bantamweight hingga Featherweight

Ramos awalnya berkompetisi di divisi Bantamweight UFC. Di kelas ini, ia mencatat beberapa kemenangan berharga, termasuk sebuah penyelesaian spektakuler dengan spinning elbow KO yang membuat penonton terperangah. Highlight tersebut masuk ke dalam daftar KO terbaik UFC pada masanya, sekaligus memperlihatkan bahwa Ramos bukan hanya spesialis grappling, tetapi juga mampu menciptakan momen tak terduga di striking.

Seiring waktu, ia memutuskan untuk naik ke divisi Featherweight, dengan alasan kesehatan dan performa. Mengurangi beban pemotongan berat badan membuat tubuhnya lebih segar, stamina lebih terjaga, dan kekuatannya semakin optimal. Di kelas baru ini, Ramos kembali memperlihatkan kemampuannya menyeimbangkan grappling dan striking, serta terus berkembang menjadi petarung yang lebih komplet.

Submission Artist dengan Sentuhan Kreatif

Ricardo Ramos adalah contoh petarung modern yang tidak hanya mengandalkan satu disiplin.

    • Brazilian Jiu-Jitsu: Sebagai sabuk hitam, ia menguasai kontrol ground, transisi mulus, dan submission klasik seperti rear-naked choke.
    • Spinning Elbow KO: Salah satu highlight terbaik dalam kariernya, menjadi bukti kreativitas dan keberaniannya mengambil risiko di striking.
    • Adaptasi Lawan: Ia mampu menyesuaikan diri baik melawan striker eksplosif maupun grappler tangguh, menjadikannya lawan sulit ditebak.
    • Tekanan Mental: Ramos dikenal sabar, tidak terburu-buru mencari kemenangan, tetapi selalu menunggu momen untuk menyerang balik.

Kombinasi ini membuat Ramos menjadi paket lengkap: grappler berbahaya sekaligus striker kreatif.

Prestasi dan Identitas

    • Nama Lengkap: Ricardo Lucas Ramos
    • Tanggal Lahir: 1 Agustus 1995
    • Tempat Lahir: Campinas, São Paulo, Brasil
    • Divisi: Featherweight – UFC
    • Sabuk: Sabuk Hitam Brazilian Jiu-Jitsu
    •  Debut Profesional: 2012
    • Organisasi Sebelumnya: Legacy FC
    • Momen Penting: Mengalahkan Alfred Khashakyan lewat submission di Dana White’s Lookin’ for a Fight
    • Highlight: KO dengan spinning elbow di UFC

Masa Depan: Membidik Puncak Featherweight

Di usia 29 tahun, Ricardo Ramos berada dalam masa emas seorang petarung MMA. Ia telah mengumpulkan pengalaman panjang sejak debut profesionalnya di usia belia, tetapi masih cukup muda untuk bersaing dengan para elite Featherweight.

Divisi ini penuh bintang besar seperti Alexander Volkanovski, Yair Rodriguez, dan Brian Ortega. Namun, Ramos percaya dirinya bisa menembus jajaran papan atas. Dengan gaya bertarung yang unik, ia berpotensi menjadi salah satu nama yang menghidupkan kembali tradisi petarung Brasil di UFC.

Masa depannya masih terbentang luas, dan setiap laga adalah langkah untuk mengukuhkan namanya sebagai kontender sejati di UFC Featherweight.

Ricardo Ramos adalah gambaran sempurna dari semangat juang petarung Brasil: disiplin, pantang menyerah, dan selalu mencari penyelesaian. Dari Campinas, ia menapaki jalan panjang melalui ajang regional, Legacy FC, hingga akhirnya mencuri perhatian Dana White dan masuk ke UFC.

Dengan sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu, submission mematikan, dan highlight spektakuler berupa spinning elbow KO, Ramos bukan hanya petarung teknis, tetapi juga entertainer sejati di dalam oktagon. Kini, sebagai petarung di divisi Featherweight, masa depannya di UFC tampak semakin menjanjikan.

(PR/timKB).

Sumber foto: mmafighting.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...