Jakarta – Thailand selalu menjadi rumah bagi lahirnya para legenda Muay Thai. Dari kamp-kamp sederhana hingga stadion megah seperti Lumpinee, generasi baru terus muncul, membawa harapan baru untuk melanjutkan warisan seni bela diri delapan tungkai. Salah satu talenta muda yang mulai menorehkan kisahnya adalah Payakrut Suajantokmuaythai, petarung yang lahir pada 8 November 2005.
Di usianya yang masih sangat muda, 19 tahun, Payakrut sudah mendapat kesempatan emas tampil di ONE Championship, khususnya dalam seri ONE Friday Fights. Ia berkompetisi di divisi Catchweight Muay Thai dengan gaya ortodoks yang disiplin, mengandalkan teknik Muay Thai tradisional, clinch yang kuat, serta mental baja untuk menghadapi siapa pun di atas ring.
Dari Anak Desa ke Nak Muay
Bagi Payakrut, Muay Thai bukan sekadar pilihan, melainkan warisan budaya dan jalan hidup. Sejak kecil, ia tumbuh dalam suasana di mana Muay Thai begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Festival desa, pertarungan lokal, dan kisah para legenda menjadi inspirasi awalnya untuk berlatih keras.
Sebagai anak muda, rutinitasnya tidak berbeda jauh dengan nak muay lain di Thailand: bangun subuh untuk berlari menempuh jarak jauh, berlatih padwork selama berjam-jam, sparing dengan rekan latihan, hingga memperkuat tubuh melalui latihan fisik yang melelahkan. Tekad dan ketekunannya perlahan membentuknya menjadi petarung yang layak diberi panggung lebih besar.
Meniti Jalan Menuju ONE Championship
Sebelum melangkah ke panggung internasional, Payakrut meniti kariernya di ajang-ajang lokal. Stadion-stadion kecil di provinsi menjadi saksi perjalanan awalnya, tempat ia menempa mental bertanding dan menambah pengalaman.
Namanya mulai mendapat perhatian ketika ia menunjukkan gaya bertarung yang konsisten: penuh tekanan, dengan teknik clinch kuat yang sering menjadi ciri khas nak muay Thailand. Dari sanalah promotor melihat potensinya. Tak butuh waktu lama hingga akhirnya ia mendapat kesempatan besar tampil di ONE Friday Fights, ajang yang kini menjadi pintu gerbang banyak petarung muda Thailand menuju panggung global.
Ujian Berat di Lumpinee Stadium
Tanggal 2 Mei 2025 menjadi hari bersejarah bagi Payakrut. Ia melakukan debutnya di ONE Friday Fights 106, yang digelar di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok—arena yang dianggap sebagai jantung Muay Thai dunia. Lawan yang dihadapinya bukanlah sembarangan, melainkan Khasan Salomov dari Uzbekistan, seorang petarung muda dengan latar belakang kompetisi internasional.
Pertarungan berlangsung sengit sejak bel awal. Payakrut tampil penuh keberanian, mencoba menekan dengan tendangan keras dan clinch di jarak dekat. Namun, Salomov mampu mengimbangi bahkan mendominasi dengan variasi serangan yang lebih beragam. Selama tiga ronde, Payakrut terus berusaha mencari celah, tetapi lawannya tampil lebih efektif dalam mencetak poin.
Akhirnya, setelah tiga ronde yang intens, juri memberikan kemenangan mutlak kepada Khasan Salomov. Kekalahan itu memang menjadi awal yang berat bagi Payakrut, namun juga memberikan pengalaman berharga untuk kariernya di masa depan.
Ortodoks dengan Ciri Khas Muay Thai Tradisional
Payakrut Suajantokmuaythai dikenal dengan gaya stance ortodoks yang stabil. Ia adalah representasi Muay Thai tradisional, dengan fokus pada teknik dasar yang kuat dan strategi jarak dekat.
Beberapa ciri khasnya antara lain:
-
- Clinch solid – sering menjadi senjata utama untuk mengendalikan lawan di jarak dekat.
- Tendangan dasar yang konsisten – menjaga ritme sekaligus menekan lawan.
- Disiplin dan kesabaran – tidak mudah terburu-buru, tetap menjaga posisi.
- Mental juang tinggi – meski kalah, ia tidak pernah berhenti berusaha hingga bel terakhir.
Gaya ini masih dalam tahap perkembangan, namun menjadi fondasi penting untuk membentuk kariernya di panggung internasional.
Identitas dan Catatan Karier
-
- Nama Lengkap: Payakrut Suajantokmuaythai
- Tanggal Lahir: 8 November 2005
- Asal: Thailand
- Usia: 19 tahun
- Divisi: Catchweight Muay Thai – ONE Championship
- Stance: Ortodoks
- Gaya: Muay Thai tradisional dengan clinch kuat
- Debut: ONE Friday Fights 106 (2 Mei 2025, vs. Khasan Salomov)
- Hasil Debut: Kalah melalui keputusan mutlak
Potensi yang Masih Terbuka Lebar
Kekalahan di debut internasionalnya bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Di usia 19 tahun, Payakrut masih memiliki banyak waktu untuk berkembang. Dengan disiplin latihan khas nak muay, ia berpotensi besar menjadi salah satu bintang Thailand berikutnya di ONE Championship.
Lumpinee Stadium mungkin memberikan debut yang pahit, namun juga membentuk karakter yang lebih kuat. Banyak petarung besar Thailand yang pernah mengalami hal serupa sebelum akhirnya mencapai puncak karier. Payakrut pun diyakini akan menjadikan pengalaman ini sebagai bahan bakar untuk tampil lebih baik di laga berikutnya.
Payakrut Suajantokmuaythai adalah sosok petarung muda Thailand yang berani melangkah ke panggung internasional. Lahir pada 8 November 2005, ia bertarung dengan gaya ortodoks khas Muay Thai tradisional, membawa disiplin, clinch yang kuat, dan mental baja. Meski debutnya di ONE Friday Fights 106 berakhir dengan kekalahan dari Khasan Salomov, hal itu hanyalah awal dari perjalanan panjangnya di dunia Muay Thai.
Dengan usia yang masih sangat muda, Payakrut memiliki kesempatan besar untuk belajar, berkembang, dan suatu hari nanti menorehkan kemenangan bersejarah bagi Thailand di panggung ONE Championship.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda