Jakarta – Dalam dunia Mixed Martial Arts (MMA), nama Chris Barnett atau yang akrab disapa “Beastboy” dikenal sebagai salah satu sosok paling unik dan menghibur di divisi Heavyweight. Lahir pada 14 Juni 1986 di Zaragoza, Spanyol, Barnett dibesarkan dalam keluarga militer. Sang ayah merupakan kapten Angkatan Udara Amerika Serikat yang saat itu bertugas di luar negeri, sehingga sejak kecil Barnett sudah terbiasa dengan kedisiplinan dan lingkungan yang penuh tantangan.
Namun, Barnett tidak hanya mewarisi kedisiplinan ayahnya, ia juga mendapat warisan penting dari kedua orang tuanya: cinta terhadap seni bela diri. Kedua orang tuanya merupakan pemegang sabuk hitam Taekwondo, dan sejak usia lima tahun, Barnett sudah berlatih dengan serius. Dari situlah pondasi teknik kicking spektakulernya terbentuk, yang kelak membuatnya tampil berbeda dari kebanyakan petarung kelas berat.
Awal Perjalanan Bela Diri
Barnett tumbuh besar di Amerika Serikat setelah keluarganya kembali dari Spanyol. Di sana, ia menekuni Taekwondo hingga meraih sabuk hitam tingkat tiga, sebuah pencapaian yang membentuk fleksibilitas, kecepatan, dan kreativitas dalam serangannya. Ia juga sempat mengeksplorasi disiplin lain seperti karate, gulat, dan jiu-jitsu, yang menambah kelengkapan tekniknya.
Meski bertubuh besar, Barnett dikenal memiliki kelincahan dan footwork lincah layaknya petarung ringan. Ia kerap melakukan tendangan memutar (spinning kick), high kick, hingga flying kick—teknik yang jarang digunakan petarung Heavyweight lain. Hal inilah yang sejak awal membuat Barnett menjadi magnet perhatian di setiap laga.
Dari Panggung Regional Hingga Asia
Chris Barnett memulai karier profesional MMA pada 2009. Di tahun-tahun awal, ia berkompetisi di berbagai ajang regional Amerika Serikat, sebelum akhirnya melebarkan sayap ke panggung internasional. Pengalaman bertandingnya sangat beragam, mulai dari Xtreme Fighting Championships (XFC), Road Fighting Championship (Road FC) di Korea Selatan, hingga Rizin Fighting Federation (Rizin FF) di Jepang.
Barnett juga sempat tampil di Inoki Genome Federation (IGF), sebuah organisasi Jepang yang memadukan MMA dengan unsur hiburan pro-wrestling. Kehadirannya di berbagai negara membuat Barnett semakin matang dan memperkaya gaya bertarungnya.
Meski tidak selalu berada di jalur kemenangan, Barnett selalu meninggalkan kesan mendalam. Ia dikenal sebagai petarung yang mampu membuat penonton berdiri dengan serangan-serangan spektakuler dan penuh kejutan.
Babak Baru dalam Karier
Perjalanan panjang Barnett akhirnya membawanya ke Ultimate Fighting Championship (UFC) pada 22 Mei 2021, ketika ia melakukan debut di UFC Fight Night 188. Meski menghadapi lawan berat, Barnett langsung menarik perhatian karena gaya bertarungnya yang penuh warna.
Salah satu momen ikonik dalam karier UFC-nya adalah ketika ia mengalahkan Gian Villante melalui spinning wheel kick KO yang spektakuler. Kemenangan tersebut bukan hanya menutup karier Villante dengan dramatis, tetapi juga menegaskan bahwa Barnett adalah entertainer sejati di dalam oktagon. Selebrasi backflip khas Barnett setelah kemenangan itu semakin memantapkan statusnya sebagai salah satu petarung paling menghibur di kelas berat.
Taekwondo di Tubuh Heavyweight
Chris Barnett membawa sesuatu yang jarang terlihat di divisi Heavyweight: Taekwondo tingkat tinggi. Dengan stance ortodoks, ia memadukan:
-
- Tendangan memutar (spinning wheel kick, spinning back kick, dan spinning heel kick).
- Flying kick yang biasanya hanya terlihat di kelas lebih ringan.
- Punch power khas heavyweight, yang membuatnya tetap mematikan di jarak dekat.
Kombinasi antara tubuh besar, tenaga dahsyat, dan kelincahan teknik membuat Barnett menjadi lawan yang sulit diprediksi. Ia mampu menyelesaikan pertarungan dengan KO spektakuler, atau membuat penonton terhibur dengan aksi-aksi tak terduga.
Prestasi dan Pencapaian
Meskipun Barnett bukanlah petarung yang sering berada di ranking atas UFC, prestasinya tetap mengesankan, terutama dari sisi hiburan dan momen memorable. Beberapa pencapaiannya antara lain:
-
- Juara sabuk hitam tingkat tiga Taekwondo sejak usia muda.
- Bertarung di organisasi internasional besar: XFC, Rizin FF, Road FC, IGF.
- Debut UFC pada Mei 2021 di UFC Fight Night 188.
- KO spektakuler atas Gian Villante dengan spinning wheel kick, salah satu highlight terbaik dalam sejarah divisi Heavyweight UFC.
- Dikenal dengan selebrasi backflip yang menjadi ciri khasnya.
Karisma di Luar Oktagon
Selain gaya bertarungnya, Barnett juga dikenal dengan kepribadiannya yang hangat, rendah hati, dan penuh energi positif. Ia sering kali menari atau bercanda saat masuk ke arena, serta selalu ramah terhadap penggemar dan media. Hal ini membuatnya mendapatkan tempat khusus di hati penonton, bahkan di luar hasil pertarungannya.
Chris Barnett membuktikan bahwa MMA bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah, tetapi juga soal bagaimana menghibur, memberi inspirasi, dan menghadirkan momen-momen berkesan.
Chris Barnett “Beastboy” adalah sosok petarung heavyweight yang berbeda dari kebanyakan. Dengan tubuh besar namun kelincahan luar biasa, ia menghadirkan warna baru di UFC melalui gaya Taekwondo yang eksplosif, KO spektakuler, dan karisma yang menular. Dari Zaragoza hingga UFC, perjalanan Barnett adalah kisah tentang dedikasi, kerja keras, serta keberanian untuk tampil dengan jati diri yang unik.
Bagi penggemar UFC, nama Chris Barnett mungkin bukan yang teratas di ranking, tetapi ia adalah salah satu petarung yang selalu ditunggu karena jaminan aksi spektakuler dan hiburan di dalam oktagon.
(PR/timKB).
Sumber foto: tapology.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda