Montserrat “Conejo” Ruiz – Petarung Meksiko

Piter Rudai 24/10/2025 5 min read
Montserrat “Conejo” Ruiz – Petarung Meksiko

Jakarta – Suara sandal yang bergesekan dengan lantai beton gym di León, Meksiko, berpadu dengan dentuman keras tubuh yang jatuh ke matras. Di sudut ruangan, seorang gadis muda dengan rambut diikat ketat bangkit berulang kali, meski peluh membasahi wajahnya.

Ia menatap pelatihnya tanpa gentar, mengatupkan rahang, dan melangkah maju lagi untuk sesi sparring berikutnya. Bagi Montserrat Ruiz, rasa sakit bukan musuh — itu adalah bahan bakar.

Sejak awal, Ruiz tidak ditakdirkan untuk jalan mudah. Namun dari jalan yang keras itulah, lahir seorang petarung tangguh — perempuan Meksiko dengan tinggi tak seberapa, tapi dengan hati sebesar negaranya.

Kini dunia mengenalnya dengan nama Montserrat “Conejo” Ruiz, petarung UFC yang membawa semangat perjuangan khas tanah Meksiko: pantang menyerah, selalu maju, dan tidak pernah mundur.

Semangat dari Kota Kulit dan Baja

Montserrat lahir pada 3 Februari 1993 di León, Guanajuato, kota yang terkenal dengan industri kulit dan semangat pekerjanya yang gigih. Kehidupan di León mengajarkannya kerasnya dunia sejak muda — lingkungan yang sederhana, disiplin, dan penuh tantangan.

Sejak kecil, Ruiz bukan tipe gadis yang mudah menyerah. Ketika anak-anak lain bermain di jalan, ia justru tertarik menonton pertandingan gulat di televisi lokal.Saat berusia 16 tahun, ia memutuskan bergabung dengan klub Olympic wrestling setempat, di mana perjalanannya sebagai atlet sejati dimulai.

“Semua orang bilang gulat bukan olahraga untuk perempuan. Tapi saya ingin membuktikan bahwa mereka salah,” ujar Ruiz dalam salah satu wawancara. Di atas matras, Ruiz menemukan jati dirinya. Ia jatuh berkali-kali, namun selalu bangkit — dan setiap kali bangkit, ia menjadi lebih tangguh.

Dari Gulat ke Brazilian Jiu-Jitsu

Selama beberapa tahun, Ruiz menekuni gulat gaya Olimpiade, bahkan ikut dalam kejuaraan regional dan nasional di Meksiko. Gaya khasnya terbentuk di sini — eksplosif, penuh tenaga, dan selalu menekan lawan di posisi atas.

Namun seiring berkembangnya dunia Mixed Martial Arts (MMA), Ruiz mulai penasaran. Ia menyaksikan ikon-ikon seperti Ronda Rousey dan Miesha Tate menguasai panggung dunia, menggabungkan seni bela diri dari berbagai disiplin. Hal itu membangkitkan ambisinya. Ia ingin menjadi lebih dari sekadar pegulat — ia ingin menjadi petarung yang lengkap.

Maka, Ruiz mulai mempelajari Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), dan dalam waktu singkat meraih sabuk ungu. BJJ memberinya dimensi baru dalam pertarungan: ketenangan, strategi, dan kemampuan untuk menaklukkan lawan dari bawah.

“Gulat mengajarkan saya cara bertahan, tapi Jiu-Jitsu mengajarkan saya cara menyerang dengan otak,”katanya suatu kali kepada media MMA Meksiko.

Julukan yang Melekat Selamanya

Julukan “Conejo” — yang berarti kelinci dalam bahasa Spanyol — muncul bukan karena kelembutan, melainkan karena gaya bertarungnya yang cepat, gesit, dan penuh tekanan. Layaknya kelinci liar yang tak bisa diam, Ruiz selalu bergerak, menyerang dari berbagai arah, dan menolak untuk dikurung.

Pelatihnya yang pertama di León memberi julukan itu karena melihatnya selalu melompat kecil dan berlari cepat di antara sesi latihan. Namun seiring waktu, “Conejo” menjadi simbol kekuatannya — bukan hewan lemah, tetapi simbol kelincahan, kecepatan, dan ketahanan.

“Saya mungkin kecil seperti kelinci, tapi kalau kamu memojokkan saya, saya akan menggigit,” ujar Ruiz dengan senyum khasnya sebelum debut UFC-nya.

Dari Meksiko ke Invicta FC

Montserrat Ruiz memulai karier profesionalnya pada pertengahan 2010-an, berlaga di berbagai ajang lokal di Meksiko. Di sana, ia menghadapi lawan-lawan tangguh dengan kemampuan grappling murni yang membuat banyak petarung kesulitan mengimbanginya.

Performa Ruiz menarik perhatian promotor internasional, hingga akhirnya ia bergabung dengan Invicta Fighting Championships (Invicta FC) — organisasi MMA wanita paling bergengsi di dunia yang menjadi batu loncatan banyak bintang UFC.

Dalam ajang ini, Ruiz membuktikan dirinya sebagai salah satu grappler terbaik.

Penampilannya yang paling berkesan datang pada Invicta FC 41, ketika ia mengalahkan Janaisa Morandin melalui keputusan mutlak.

Ruiz mengontrol jalannya laga dari awal hingga akhir, terus menekan di clinch, melempar lawan ke tanah dengan teknik head-and-arm throw khasnya, dan mendominasi dengan ground control superior.

Kemenangan itu menjadi tiket emasnya menuju UFC.

“Conejo” Menggigit Lebih Keras

Pada 20 Maret 2021, di ajang UFC Vegas 22, Montserrat Ruiz akhirnya melangkah ke panggung utama dunia — Ultimate Fighting Championship. Ia menghadapi Cheyanne Buys (kini Cheyanne Vlismas) dalam debut yang banyak pengamat prediksi akan berat baginya.

Namun Ruiz membalikkan semua prediksi. Ia tampil dengan kepercayaan diri penuh, memanfaatkan teknik gulat khasnya untuk menjatuhkan Buys berulang kali.

Dengan posisi kontrol di atas dan transisi licin di matras, Ruiz mengunci kemenangan mutlak (unanimous decision) dalam tiga ronde penuh. Kemenangan itu tidak hanya menegaskan kemampuannya, tetapi juga menjadi pernyataan keras:

“Conejo telah tiba, dan dia tidak datang untuk bermain-main.”

Bendera Meksiko pun berkibar di belakangnya, dan nama Montserrat Ruiz resmi masuk ke jajaran petarung UFC Strawweight.

Tekanan Tanpa Henti, Grappling Murni, dan Jiwa Petarung

Montserrat Ruiz dikenal dengan gaya bertarung yang sangat khas — hasil dari gabungan gulat Olimpiade dan Brazilian Jiu-Jitsu. Ia bukan tipe striker flashy, melainkan petarung yang mematahkan lawan perlahan tapi pasti.

Berikut ciri khas gayanya di oktagon:

    • Teknik Lemparan (Head-and-Arm Throw): Senjata andalan Conejo. Hampir di setiap laga, ia menggunakan lemparan ini untuk membawa lawan ke tanah.
    • Kontrol di Ground: Dengan latar belakang BJJ, ia mampu mempertahankan posisi atas dan menekan lawan hingga kelelahan.
    • Stance Southpaw: Arah serangan yang tidak lazim membuatnya sulit ditebak oleh petarung ortodoks.
    • Kesabaran Taktis: Ruiz jarang panik. Ia tahu kapan menyerang dan kapan menunggu, seperti pemain catur di tengah pertempuran.
    • Mental Baja: Walaupun sering kalah dalam ukuran atau jangkauan, ia selalu maju dengan keberanian luar biasa.

Bagi Ruiz, kemenangan bukan hanya soal teknik — tapi soal ketahanan mental.

Profil dan Prestasi Montserrat “Conejo” Ruiz

    • Nama Lengkap: Avelina Montserrat Conejo Ruiz
    • Julukan: Conejo
    • Tanggal Lahir: 3 Februari 1993
    • Tempat Lahir: León, Guanajuato, Meksiko
    • Usia: 32 tahun
    • Organisasi: Ultimate Fighting Championship (UFC)
    • Divisi: Strawweight (115 lbs / 52 kg)
    • Gaya Bertarung: Gulat & Brazilian Jiu-Jitsu (sabuk ungu)
    • Stance: Southpaw
    • Rekor Profesional: 10 kemenangan – 4 kekalahan
    • Debut UFC: 20 Maret 2021 (vs Cheyanne Buys, menang mutlak)
    • Promosi Sebelumnya: Invicta Fighting Championships
    • Ciri Khas: Lemparan kepala, tekanan grappling, ground control kuat

Jalan Panjang Menuju Puncak Strawweight

Divisi strawweight wanita UFC adalah salah satu yang paling kompetitif di dunia, diisi nama-nama besar seperti Weili Zhang, Tatiana Suarez, Rose Namajunas, dan Amanda Lemos.

Namun bagi Montserrat “Conejo” Ruiz, tidak ada nama yang membuatnya gentar. Ia terus berlatih keras, mengasah striking untuk melengkapi arsenal grappling-nya.

Dengan tekad dan pengalaman yang terus bertambah, Ruiz masih diyakini banyak pengamat memiliki potensi besar untuk bangkit dan menjadi salah satu ikon wanita Meksiko di UFC — mengikuti jejak Alexa Grasso yang kini menjadi juara dunia.

“Saya tidak ingin jadi legenda dalam semalam,” katanya. “Saya ingin dikenang karena kerja keras saya setiap hari.”

Dari León ke Las Vegas, Jiwa Petarung Meksiko yang Tak Pernah Padam

Kisah Montserrat “Conejo” Ruiz adalah kisah tentang keberanian seorang perempuan untuk menantang dunia yang keras.

Dari matras kecil di León hingga panggung megah UFC di Las Vegas, perjalanan Ruiz membuktikan satu hal: kekuatan sejati bukan datang dari tubuh, melainkan dari hati yang tak pernah berhenti berjuang.

Ia adalah simbol dari semangat Meksiko — kecil tapi tangguh, lembut tapi berbahaya, diam tapi mematikan.

Dan selama “Conejo” masih melangkah ke oktagon, satu hal pasti: setiap lawannya harus siap menghadapi badai kecil dari León.

(PR/timKB).

Sumber foto: instagram

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...