Jakarta – Juventus telah memutuskan untuk berpisah dengan pelatih Igor Tudor, mengakhiri kebersamaan selama tujuh bulan, meski dia membawa klub finis di empat besar Serie A dan lolos ke Liga Champions. Namun setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan dan tekanan yang semakin meningkat, klub bertindak tegas dengan menunjuk pelatih Juventus Next Gen, Massimo Brambilla, sebagai pelatih karteker. Nama Luciano Spalletti disebut sebagai kandidat kuat mengisi posisi lowong di kursi pelatih.
Juventus pulang dari Stadion Olimpico dengan membawa kekalahan 1-0 dari Lazio. Bianconeri kini gagal mencetak gol dalam empat pertandingan berturut-turut, dan delapan pertandingan tanpa kemenangan. Sebelum pengumuman pemecatan, pelatih asal Kroasia itu menghadapi media, dan membahas tanggung jawab serta moral para pemainnya, menawarkan perpaduan antara realisme dan perlawanan. Dia menegaskan skuad harus tetap bersatu dan bekerja lebih keras untuk memperbaiki kesalahan mereka.
Baca juga: Real Madrid Menang Tipis Atas Juventus
Meski berlangsung singkat, masa jabatan Tudor dimulai dengan harapan. Ditunjuk pada Maret 2025 untuk menggantikan Thiago Motta, dia ditugaskan menstabilkan Juventus, dan membawa mereka kembali ke empat besar. Target itu berhasil dia capai dengan mengamankan kualifikasi Liga Champions, dan mendapatkan perpanjangan kontrak dua tahun hingga 2027. Rekor awalnya menunjukkan banyak hal dengan lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan dalam sembilan pertandingan Serie A.
Di bawah Tudor, Juventus menunjukkan kembali disiplin taktis dan stabilitas pertahanan. Dia memperkenalkan kembali agresi dan tekanan yang kompak, sementara bintang-bintang muda seperti Kenan Yildiz bersinar di bawah arahannya. “Kami merasa sangat buruk, tetapi kami harus tetap bersatu dan berjuang,” kata Tudor setelah kekalahan 1-0 dari Lazio. “Semua orang bertanggung jawab, kami akan bermain lagi dalam dua hari, dan dengan kemenangan kami bisa bangkit kembali.”
Namun momentum itu menguap dengan cepat. Juve kini telah menjalani empat pertandingan tanpa gol dan delapan laga tanpa kemenangan. Tiga poin terakhir diraih pada pertengahan September dengan kemenangan mendebarkan 4-3 atas Inter Milan, tetapi sejak itu, lini serang mereka mulai melemah.
Juventus telah mulai mengevaluasi kandidat jangka panjang. Menurut berbagai laporan, Roberto Mancini, Luciano Spalletti, dan Raffaele Palladino berada di puncak daftar.
Dri ketiga nama itu, Spalletti menjadi kandidat terkuat. Laman Sky Sport mewartakan, Spalletti telah beberapa kali dikaitkan dengan Juventus, dan belum pernah sedekat ini. Mantan pelatih tersebut telah memulai diskusi dengan FIGC untuk membebaskan dirinya setelah kegagalannya memimpin tim nasional, dan keinginannya untuk kembali melatih klub sangat besar. Para petinggi Juve telah memulai kontak awal dengan Spalletti kemarin untuk membahas proyek dan kontraknya.
(Yp/timKB).
Sumber foto: facebook
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda