Farés Ziam: Perjalanan “The Smile Killer” Menuju Puncak UFC

Piter Rudai 03/11/2025 4 min read
Farés Ziam: Perjalanan “The Smile Killer” Menuju Puncak UFC

Jakarta – Dalam dunia seni bela diri campuran (MMA), hanya sedikit petarung yang mampu membangun reputasi sebagai spesialis striking sekaligus memiliki kecerdasan bertarung di oktagon. Farés Ziam, seorang petarung asal Prancis dengan julukan “The Smile Killer”, adalah salah satu contoh dari kombinasi kekuatan dan teknik yang mematikan. Dengan latar belakang kickboxing dan Muay Thai, ia telah membuktikan diri sebagai petarung yang berbakat di divisi Lightweight Ultimate Fighting Championship (UFC).

Lahir pada 21 Maret 1997 di Vénissieux, Prancis, Ziam tidak hanya dikenal karena teknik striking-nya yang tajam, tetapi juga karena gaya bertarungnya yang cerdas dan perhitungan yang matang. Artikel ini akan membahas perjalanan karirnya, dari awal mula meniti karir di seni bela diri hingga menjadi salah satu petarung paling menjanjikan di UFC.

Awal Kehidupan dan Perjalanan ke Dunia MMA

Ziam dibesarkan di Vénissieux, Prancis, sebuah kota yang terkenal dengan keanekaragaman budaya dan komunitas olahraga yang berkembang. Sejak kecil, ia telah menunjukkan minat besar dalam dunia bela diri. Ayahnya, yang merupakan seorang penggemar tinju, memperkenalkan Ziam ke berbagai disiplin bela diri sejak usia muda.

Pada usia 12 tahun, ia mulai berlatih kickboxing dan Muay Thai, dua disiplin yang akan menjadi dasar gaya bertarungnya di kemudian hari. Melalui latihan yang disiplin dan keras, ia mengembangkan teknik striking yang cepat dan akurat. Saat remaja, ia mulai berkompetisi dalam turnamen kickboxing regional dan nasional, yang membantunya membangun reputasi sebagai petarung muda berbakat di Prancis.

Saat berusia 17 tahun, ia mulai beralih ke MMA, karena melihat potensi besar dalam olahraga ini yang terus berkembang. Dengan keahliannya dalam striking, ia dengan cepat menyesuaikan diri dengan teknik grappling dan gulat, yang merupakan aspek penting dalam seni bela diri campuran.

Awal Karir Profesional di MMA

Pada tahun 2014, Ziam melakukan debutnya di dunia MMA profesional. Dengan latar belakang striking yang kuat, ia dengan cepat mendapatkan perhatian melalui kemenangan-kemenangan impresifnya. Sebagai petarung muda yang terus berkembang, ia berkompetisi di berbagai promosi lokal di Eropa, termasuk Hit FC dan LFC, dua promosi yang cukup besar di benua tersebut.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai menunjukkan peningkatan pesat dalam kemampuannya. Tidak hanya mengandalkan striking, ia juga mulai menunjukkan keahlian dalam submission dan pertahanan grappling. Hal ini membuatnya menjadi petarung yang lebih kompleks dan sulit ditebak.

Salah satu pencapaian terbesar dalam karir awalnya adalah ketika ia meraih gelar juara Lightweight di organisasi HIT dan LFC, yang semakin membuka jalannya menuju UFC.

Debut di Ultimate Fighting Championship (UFC)

Kesuksesannya di ajang regional akhirnya menarik perhatian Ultimate Fighting Championship (UFC), organisasi MMA terbesar di dunia. Pada 7 September 2019, Farés Ziam mendapatkan kesempatan untuk debut di UFC 242 di Abu Dhabi. Dalam pertarungan debutnya, ia menghadapi Don Madge, yang merupakan lawan tangguh dengan pengalaman lebih banyak di UFC.

Meskipun Ziam kalah melalui keputusan mutlak, pengalaman bertarung di panggung besar memberinya wawasan berharga tentang apa yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi. Alih-alih menyerah, ia kembali ke kamp pelatihannya dengan tekad lebih besar untuk berkembang.

Dari Kekalahan hingga Rentetan Kemenangan

Setelah debut yang sulit, Ziam tidak menyerah. Ia terus mengasah kemampuannya dan kembali dengan lebih kuat. Beberapa pertarungan berikutnya menunjukkan bahwa ia telah belajar dari kekalahannya dan menjadi petarung yang lebih matang.

    1. Kemenangan Pertama di UFC. Pada 18 Oktober 2020, Ziam menghadapi Jamie Mullarkey di UFC Fight Night: Ortega vs. The Korean Zombie. Dalam pertarungan ini, ia menunjukkan peningkatan signifikan dalam strategi bertarung dan bertahan dari takedown lawannya. Setelah pertarungan tiga ronde yang sengit, ia keluar sebagai pemenang melalui keputusan mutlak, meraih kemenangan pertamanya di UFC.
    2. Kemenangan Beruntun dan Kebangkitan di UFC. Ziam semakin percaya diri setelah kemenangan perdananya di UFC. Pada 12 Juni 2021, ia menghadapi Luigi Vendramini di UFC 263. Meskipun pertarungan ini berlangsung ketat, Ziam kembali menang melalui keputusan mayoritas, menunjukkan bahwa ia semakin berkembang dalam berbagai aspek bertarung.

Namun, pada 26 Februari 2022, ia mengalami kekalahan dari Terrance McKinney melalui submission di ronde pertama. Meskipun mengalami kemunduran, ia tidak kehilangan semangat dan kembali dengan strategi baru.

Rentetan Kemenangan dan Momentum Baru

Setelah kekalahan dari McKinney, Ziam kembali dengan lebih kuat:

    • 3 September 2022: Mengalahkan Michal Figlak melalui keputusan mutlak di UFC Fight Night 209.
    • 22 Juli 2023: Mengalahkan Jai Herbert dengan keputusan mutlak di UFC on ESPN+ 82.
    • 24 Februari 2024: Mengalahkan Claudio Puelles di UFC Fight Night 237, meskipun dijatuhkan beberapa kali, ia menunjukkan daya tahan yang luar biasa dan menang melalui keputusan terpisah.
    • 28 September 2024: Ziam meraih kemenangan besar atas Matt Frevola melalui knockout dengan lutut di ronde ketiga di UFC Fight Night 243, mendapatkan bonus Performance of the Night.
    • 1 Februari 2025: Ia memenangkan pertarungan atas Mike Davis dengan keputusan mutlak.

Gaya Bertarung dan Statistik

Ziam dikenal sebagai striker yang eksplosif, dengan kombinasi kickboxing dan Muay Thai yang sangat efektif. Ia sering memanfaatkan jangkauannya untuk mengendalikan pertarungan dari jarak jauh, tetapi juga mampu bertarung di jarak dekat dengan pukulan dan serangan lutut yang mematikan.

Statistik Karirnya di UFC:

    • Total Pertarungan: 17 Menang – 4 Kalah
    • Kemenangan:
    • Knockout/TKO: 6 kali
    • Submission: 4 kali
    • Akurasi Serangan Signifikan: 51%
    • Pertahanan Serangan: 66%

Masa Depan di UFC

Dengan momentum positif dan rentetan kemenangan yang solid, Ziam mulai mendapatkan perhatian lebih di divisi Lightweight UFC. Jika ia terus menunjukkan perkembangan, bukan tidak mungkin ia akan masuk dalam peringkat Top 15 Lightweight UFC dalam waktu dekat.

Farés Ziam adalah salah satu petarung MMA asal Prancis yang paling menjanjikan. Dengan dedikasi tinggi dan perkembangan yang konsisten, ia terus menanjak dalam peringkat UFC. Julukannya, ”The Smile Killer”, menggambarkan kontras antara kepribadiannya yang tenang di luar oktagon dan gaya bertarungnya yang agresif di dalam oktagon.

Dari awal karirnya di Prancis hingga panggung UFC, Ziam telah menunjukkan mentalitas seorang juara. Jika ia terus berkembang, bukan tidak mungkin kita akan melihatnya bertarung melawan petarung papan atas di masa mendatang.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...