Kulit Bundar

New Age of Sports Community

Daniel Passarella Legenda Kapten Tangguh Argentina


Jakarta – Daniel Alberto Passarella, lahir pada 25 Mei 1953 di Chacabuco, Buenos Aires, Argentina, adalah salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepakbola dunia, khususnya di posisi bek. Dikenal sebagai “El Gran Capitán” maupun “El Kaiser,” Passarella bukan hanya seorang bek yang disiplin dan tangguh, melainkan juga seorang pemimpin yang piawai mengendalikan permainan dan menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya di lapangan. Kariernya yang cemerlang bersama klub-klub elite dan tim nasional Argentina membuat namanya abadi dalam sejarah olahraga sepakbola.

Passarella memulai karier profesionalnya pada awal 1970-an di klub Sarmiento, sebelum akhirnya pindah ke River Plate pada tahun 1974—klub besar Argentina yang menjadi tempat ia melejit sebagai pemain dan meraih enam gelar Primera División Argentina. Di River Plate, Passarella tidak sekadar bermain sebagai bek bertahan tradisional, namun ia dikenal sebagai bek yang rajin naik menyerang dan mencetak gol. Kariernya di River Plate selama lebih dari satu dekade menjadikannya salah satu pemain paling dihormati dan disegani di Argentina. Keistimewaan Passarella yang membedakannya dari bek lain adalah kemampuannya mencetak gol. Dengan total lebih dari 100 gol selama karier profesionalnya, ia memecahkan paradigma bahwa bek hanya bertugas bertahan. Bahkan, di Serie A Italia, ia pernah mencetak 11 gol hanya dalam satu musim untuk Fiorentina, sebuah prestasi luar biasa untuk seorang pemain bertahan.

Baca juga: Mario Kempes: Striker Mematikan Ikon Sepak Bola Argentina

Setelah sukses di Argentina, Passarella melanjutkan kariernya ke Eropa dengan bergabung bersama Fiorentina pada awal 1980-an, dan kemudian pindah ke Inter Milan. Di Italia, yang dikenal dengan liga sepakbola paling taktis dan defensif, Passarella tetap mempertahankan reputasinya sebagai bek yang agresif namun cerdas secara taktik, dengan keunggulan dalam duel udara, tackling yang tepat, dan tendangan bebas yang mematikan. Ia menjadi salah satu bek dengan gaya bermain paling komplet di eranya, mampu berkontribusi baik dalam pertahanan maupun serangan.

Karier internasional Passarella dengan tim nasional Argentina merupakan puncak dari keberhasilan dan pengaruhnya dalam dunia sepakbola. Ia ikut mengantarkan Argentina meraih gelar juara dunia FIFA dua kali, yakni pada tahun 1978 dan 1986. Pada Piala Dunia 1978 yang digelar di negaranya sendiri, Passarella menjadi kapten dan memainkan peran sentral dalam soliditas pertahanan Argentina. Pada momen bersejarah itu, ia dikenal sebagai pemain pertama yang secara fisik memegang trofi Piala Dunia dalam upacara kemenangan—sebuah simbol kepemimpinan hakiki. Pada Piala Dunia 1986, meskipun sebagian besar pertandingan dilewati sambil berjuang melawan cedera dan sakit, Passarella tetap menjadi bagian dari skuad juara yang dipimpin oleh Diego Maradona. Hubungan Passarella dengan rekan setim dan pelatih kala itu cukup kompleks, dengan dinamika yang terkadang tegang, namun profesionalismenya tetap tak tergoyahkan.

Gaya bermain Passarella sangat khas dan memukau. Meskipun hanya memiliki tinggi badan 1,73 meter, ia mampu mengungguli banyak lawan berkat kekuatan fisik, kelincahan, dan teknik yang luar biasa. Ia menguasai duel udara dan sering kali menjadi ancaman di area lawan melalui sundulan yang kuat dan tendangan bebas serta penalti yang akurat. Sikapnya yang keras di pertahanan menjadikan ia salah satu bek paling tangguh yang pernah ada, mampu mematikan bola dan menahan serangan lawan dengan efektif. Taktik bermainnya yang berani menyerang sebagai bek membuktikan bahwa pertahanan juga bisa berperan aktif dalam menciptakan peluang dan mencetak gol.

Setelah pensiun sebagai pemain, Passarella tidak meninggalkan dunia sepakbola. Ia melanjutkan kariernya sebagai pelatih dan manajer, termasuk menjadi pelatih tim nasional Argentina dari 1994 hingga 1998. Meski perjalanan kepelatihannya penuh lika-liku dan kontroversi, ia tetap menjadi figur penting yang berpengaruh dalam pengembangan sepakbola nasional. Selain itu, Passarella juga pernah terpilih menjadi presiden River Plate, posisi yang menempatkannya sebagai pengambil keputusan kunci bagi salah satu klub paling bersejarah di Argentina. Kepemimpinannya di River Plate membawa perubahan dan upaya modernisasi klub, meskipun terkadang mendapat kritik dari media dan penggemar.

Warisan yang ditinggalkan Passarella di dunia sepakbola sangat besar. Ia masuk dalam daftar FIFA 100, yaitu 125 pemain terbaik hidup versi Pele, sebuah pengakuan atas dedikasi dan prestasinya. Passarella juga dikenang sebagai simbol kepemimpinan, ketangguhan, dan kecerdasan taktik, yang menjadi inspirasi bagi banyak pemain bertahan generasi berikutnya. Ia membuktikan bahwa seorang bek bisa menjadi ujung tombak kemenangan, bukan hanya pelindung gawang. Dalam sejarah sepakbola Argentina dan dunia, nama Daniel Passarella selamanya dicatat sebagai salah satu ikon terbesar dan kapten legendaris yang membawa timnya meraih kejayaan.

Secara keseluruhan, Daniel Passarella bukan sekadar legenda karena gelar dan statistik, tetapi juga karakter dan semangat juang yang tinggi. Ia adalah contoh nyata bahwa keberhasilan dalam sepakbola datang dari perpaduan kemampuan individu, kepemimpinan, dan kerja keras tanpa kenal lelah. Dari lapangan hijau Argentina hingga panggung dunia, perjalanan hidup dan karier Passarella merupakan kisah inspiring tentang determinasi dan dedikasi yang patut dikenang sepanjang masa.

(EA/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda