Guyasit Singha Mawynn Petarung Di ONE Championship

Piter Rudai 26/11/2025 4 min read
Guyasit Singha Mawynn Petarung Di ONE Championship

Jakarta – Di balik hiruk-pikuk dunia Muay Thai modern, muncul nama-nama baru yang berusaha mengukir jejak di panggung global. Salah satunya adalah Guyasit Singha Mawynn, petarung asal Thailand yang lahir pada 28 September 1998, dan kini berkompetisi di divisi featherweight ONE Championship. Meski baru memulai langkahnya di panggung internasional, Guyasit membawa warisan seni bela diri Thailand yang kental, penuh disiplin, dan berakar kuat pada tradisi nak muay sejati.

Dengan gaya bertarung khas Muay Thai ortodoks, tendangan presisi, serta keberanian untuk menekan lawan sejak awal ronde, Guyasit terus menunjukkan potensi sebagai salah satu petarung yang patut diperhatikan. Perjalanannya masih panjang, dan kegigihannya menembus kerasnya dunia pertarungan menjadi kisah yang layak diikuti.

Profil Singkat

    • Nama: Guyasit Singha Mawynn
    • Tanggal Lahir: 28 September 1998
    • Asal: Thailand
    • Disiplin: Muay Thai
    • Divisi: Featherweight (ONE Championship)
    • Stance: Orthodox
    • Keunggulan: Tendangan keras, agresivitas tinggi, clinch kuat

Bertumbuh dalam Tradisi Muay Thai Thailand

Sebagai anak kelahiran Thailand, Guyasit dibesarkan di lingkungan yang menjadikan Muay Thai bukan sekadar olahraga, tetapi bagian dari budaya. Banyak anak Thailand menyentuh ring tinju bahkan sebelum mereka mengenakan seragam sekolah—dan Guyasit tidak berbeda.

Sejak kecil ia terbiasa melihat latihan intens para nak muay di kampung halamannya. Dentuman pad mitt, teriakan pelatih, dan aroma semangat yang memenuhi sasana menjadi bagian dari masa kecilnya. Melihat potensi dan minat besar yang tumbuh dalam dirinya, keluarganya mendukung penuh perjalanan bela diri Guyasit.

Dari hari-hari panjang latihan itulah ia memupuk fondasi teknik yang kuat—tendangan snap cepat, pukulan lurus yang disiplin, serta kemampuan bertahan yang solid di jarak menengah hingga dekat.

Menjadi Bagian dari Singha Mawynn: Fondasi Teknik yang Lebih Matang

Langkah penting dalam karier Guyasit terjadi ketika ia bergabung dengan Singha Mawynn Gym, salah satu sasana ternama yang dikenal melahirkan banyak petarung berbakat. Di lingkungan ini, Guyasit menghadapi sparing keras setiap hari, menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih berpengalaman.

Di sinilah gaya bertarungnya terbentuk secara utuh:

    • stance ortodoks yang seimbang,
    • tendangan tegas dan akurat,
    • permukaan tulang kering yang ditempa untuk menghadapi benturan keras,
    • serangan lutut efektif melalui kontrol clinch,
    • serta ritme bertarung yang stabil dan berorientasi tekanan.

Sasana Singha Mawynn membantu membentuk karakter Guyasit sebagai petarung penuh determinasi: ia bukan hanya menyerang, tetapi siap menerima risiko pertarungan jarak dekat yang melelahkan—ciri khas nak muay Thailand yang rela “berperang” di ring demi kehormatan dan kemenangan.

Karier Menuju ONE Championship

Setelah menorehkan berbagai pertarungan di sirkuit lokal Thailand, Guyasit akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di panggung yang lebih besar. Pertarungan demi pertarungan yang ia jalani di stadion-stadion kecil hingga akhirnya di venue yang lebih prestisius membuat namanya mulai menarik perhatian matchmaker internasional.

ONE Championship, khususnya melalui ajang ONE Friday Fights, sering menjadi platform bagi talenta baru yang ingin membuktikan kemampuan di hadapan dunia. Guyasit termasuk petarung yang berhasil mendapatkan peluang tersebut.

Pelajaran Berharga dari Kekalahan

Pada 19 September 2025, Guyasit melakukan debut internasionalnya melawan petarung Rusia yang dikenal berbahaya, Dzhamil Osmanov, dalam ajang ONE Friday Fights 125, yang digelar di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok.

Pertarungan berjalan intens sejak awal. Guyasit tampil penuh percaya diri—menekan lewat tendangan jarak menengah, memanfaatkan jangkauan dan ritme khas Muay Thai Thailand. Namun, Osmanov yang memiliki power besar dan gaya counter-striking eksplosif berhasil menemukan celah.

Di ronde kedua, Guyasit mengalami kekalahan KO, sebuah hasil yang tak sesuai harapan namun menjadi pelajaran penting bagi karier internasionalnya. Banyak petarung Thailand lainnya juga merasakan hal serupa di awal karier internasional mereka: adaptasi terhadap gaya barat yang lebih agresif membutuhkan waktu dan pengalaman.

Meski kalah, Guyasit menarik perhatian karena:

    • Agresivitas sejak awal ronde
    • Teknik tendangan yang bersih dan bertenaga
    • Keberanian bertukar serangan tanpa ragu

Hal ini membuatnya tetap dipandang sebagai petarung potensial yang siap berkembang.

Perpaduan Teknik Bersih dan Keberanian Tinggi

Guyasit dikenal sebagai petarung yang mengandalkan tendangan keras—senjata utama yang ia gunakan untuk mengontrol ritme pertandingan. Tendangan roundhouse-nya mampu memaksa lawan menjaga jarak, sedangkan clinch yang ia kuasai membuka peluang bagi lutut tajam yang menjadi bagian penting dari arsenal serangannya.

Karakteristik gaya bertarung Guyasit:

    • Orthodox stance klasik
    • Dominasi jarak menengah melalui tendangan
    • Clinch kuat untuk melelahkan lawan
    • Serangan lutut eksplosif di dalam grappling
    • Keberanian bertempur di jarak dekat

Ia bukan tipe petarung defensif; ia lebih suka mengambil inisiatif dan memulai tekanan sejak awal—sesuai filosofi Muay Thai agresif yang berkembang di Thailand.

Potensi Besar yang Belum Tersentuh

Usianya yang masih memasuki akhir 20-an membuat karier Guyasit jauh dari kata selesai. Banyak petarung Thailand mencapai puncak performa di usia 28–32, sehingga Guyasit masih berada dalam fase pengembangan.

Dengan pengalaman debut internasionalnya, ia kini memiliki bekal untuk memperbaiki strategi, memperkuat defense, dan memperluas arsenal serangan. Analis Muay Thai percaya bahwa jika ia dapat meningkatkan adaptasi terhadap gaya non-Thai—khususnya power punching dari Eropa—Guyasit dapat menjadi salah satu petarung berbahaya di divisi featherweight.

ONE Championship memberi panggung besar, dan Guyasit memiliki semua modal untuk bangkit dan membuat namanya dikenal lebih luas.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...