Kulit Bundar

New Age of Sports Community

Jacobe “Cobe” Smith: Dari Matras Gulat Ke Octagon UFC


Jakarta – Ketika seorang mantan pegulat elite dari Oklahoma State University memutuskan untuk menyeberang ke dunia MMA, dunia tahu akan ada bahaya baru di oktagon. Sosok itu adalah Jacobe Jarey Smith, atau yang kini lebih dikenal dengan julukan “Cobe.” Petarung kelahiran 17 Januari 1996 asal Muskogee, Oklahoma, Amerika Serikat ini membawa sesuatu yang jarang dimiliki petarung muda — kombinasi sempurna antara ledakan striking dan kontrol grappling tingkat tinggi.

Dengan gaya southpaw yang eksplosif dan insting menyelesaikan pertarungan yang tajam, Smith telah mencatat dua kemenangan mengesankan di panggung Ultimate Fighting Championship (UFC) hanya dalam enam bulan pertama kariernya di organisasi tersebut — satu lewat KO brutal, dan satu lagi lewat submission klinis.

Dari Anak Desa ke Atlet Gulat Elite

Jacobe Smith tumbuh di Muskogee, sebuah kota kecil di negara bagian Oklahoma yang dikenal dengan budaya kerja keras dan semangat kompetisi tinggi, terutama dalam olahraga gulat (wrestling).

Sejak kecil, Smith sudah akrab dengan dunia olahraga fisik. Di usia 10 tahun, ia mulai bergulat di kompetisi lokal dan menunjukkan bakat luar biasa.

Pelatih-pelatih muda di daerahnya mengenali sesuatu yang berbeda dari Jacobe. Ia bukan hanya cepat dan kuat, tapi juga memiliki naluri membaca gerakan lawan yang langka.

Ketekunannya membawanya masuk ke Oklahoma State University, salah satu universitas dengan program gulat terbaik di Amerika Serikat — tempat lahirnya banyak juara dunia dan peraih medali Olimpiade.

Selama masa kuliah, Smith menjadi salah satu pegulat paling menjanjikan di divisi 174 pon, mencatat rekor impresif di NCAA Wrestling. Meski tidak meraih medali nasional tertinggi, ia dikenal karena gaya bertanding agresif dan transisi cepat ke posisi dominan.

“Saya tidak pernah takut gagal. Dalam gulat, kamu belajar menerima rasa sakit dan menyalurkannya jadi tenaga,” kata Smith dalam wawancara dengan UFC Fight Pass.

Pengalaman itulah yang membentuk fondasi mental dan fisik Smith sebagai atlet — dan pada akhirnya membuka jalan menuju dunia MMA.

Ketika Seorang Pegulat Belajar Menyerang

Setelah menyelesaikan karier gulat universitasnya, Jacobe Smith dihadapkan pada pertanyaan besar: apa berikutnya? Alih-alih menjadi pelatih atau melanjutkan ke tim nasional, ia mengambil jalan berbeda — memasuki dunia Mixed Martial Arts.

Smith mulai berlatih di gym ternama di Tulsa dan kemudian pindah ke American Kickboxing Academy (AKA), tempat yang sama di mana legenda seperti Khabib Nurmagomedov dan Daniel Cormier mengasah kemampuan mereka. Cormier, yang juga mantan pegulat dari Oklahoma, menjadi mentor penting dalam perjalanannya.

“Saya tahu sejak awal, dia punya sesuatu yang istimewa. Jacobe bukan sekadar pegulat — dia punya api di dalam dirinya,” ujar Daniel Cormier dalam sebuah wawancara ESPN MMA.

Smith berlatih keras, mengembangkan arsenal striking-nya untuk menyeimbangkan kemampuan grappling yang sudah luar biasa. Ia mempelajari tinju dan Muay Thai, membangun gaya bertarung southpaw eksplosif yang memadukan serangan kiri mematikan dengan kemampuan takedown cepat khas pegulat.

Dari Regional Scene ke Sorotan Dunia

Jacobe Smith memulai karier profesional MMA-nya di ajang regional Amerika Serikat pada awal 2023. Dengan dasar grappling yang solid dan tangan kiri yang mematikan, ia segera menjadi perhatian.

Enam kemenangan beruntun — empat melalui KO/TKO dan dua lewat submission — membuat promotor UFC tak bisa mengabaikan namanya. Setiap pertarungan menjadi demonstrasi kekuatan dan kecerdasannya. Smith tak hanya menyerang membabi buta; ia memancing lawan dengan gerak kecil, menutup jarak, lalu menghantam dengan akurasi sempurna.

Ketika pertarungan beralih ke matras, ia berubah menjadi pengendali penuh — transisi licin, ground-and-pound berat, dan kemampuan menyelesaikan dari posisi apa pun.

KO Cepat yang Mengguncang Dunia

Tahun 2025 menjadi titik balik besar dalam karier Jacobe Smith. Ia resmi menandatangani kontrak dengan Ultimate Fighting Championship dan dijadwalkan tampil di UFC Fight Night: Dern vs Ribas 2 pada Januari 2025.

Di malam debutnya, Smith menghadapi lawan berpengalaman yang jauh lebih senior. Namun, begitu bel ronde pertama berbunyi, dunia melihat sesuatu yang istimewa. Smith tampil tanpa rasa gugup — ia langsung menyerang, menekan, dan mendaratkan pukulan kiri lurus yang sempurna ke rahang lawannya.

Dalam waktu kurang dari dua menit, pertarungan berakhir dengan KO spektakuler. Penonton berdiri. Komentator UFC, Michael Bisping, langsung berteriak, “Welcome to the UFC, Jacobe Smith! That was a statement!”

KO cepat itu membuat Smith menjadi salah satu pendatang baru paling dibicarakan di UFC, bahkan dibandingkan dengan debut-debut fenomenal lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Submission Elegan atas Niko Price

Enam bulan setelah debutnya, Jacobe kembali ke octagon di ajang UFC 317 pada Juni 2025, menghadapi veteran tangguh Niko Price. Banyak yang memprediksi pertarungan itu akan menjadi ujian sesungguhnya bagi petarung muda asal Oklahoma ini.

Namun Smith kembali menunjukkan kelasnya. Setelah ronde pertama yang intens, ia memanfaatkan kelelahan Price di ronde kedua, menggulingkan lawan dengan double-leg takedown sempurna, lalu transisi cepat ke rear-naked choke yang memaksa Price tap out.

Kemenangan submission itu menegaskan bahwa Smith bukan hanya striker berbahaya, tetapi juga grappler mematikan. Dengan dua kemenangan dominan — satu lewat KO, satu lewat submission — Jacobe Smith resmi menjadi prospek elite di divisi welterweight UFC.

Southpaw Teknis dengan Tekanan Konstan

Jacobe “Cobe” Smith dikenal memiliki gaya southpaw agresif yang memadukan kekuatan pukulan dengan kecerdasan gulat khas Oklahoma. Ia menyerang seperti badai — cepat, tepat, dan efisien.

Ciri khas gaya bertarungnya:

    • Southpaw stance: Pukulan kiri lurus mematikan dan kombinasi hook ke tubuh.
    • Wrestling pressure: Kemampuan takedown tinggi dengan kontrol penuh di atas matras.
    • Transition master: Cepat berpindah antara striking dan grappling tanpa kehilangan momentum.
    • Finisher instingtif: Insting tajam untuk mengakhiri pertarungan ketika lawan goyah.
    • Ketenangan: Tetap tenang di bawah tekanan, baik di ground maupun saat bertukar pukulan.

Pelatih AKA menggambarkannya sebagai “campuran antara Chad Mendes dan Gilbert Burns” — kekuatan ledakan dari pegulat, dengan teknik BJJ dan striking modern.

Profil dan Statistik Karier Jacobe “Cobe” Smith

    • Nama Lengkap: Jacobe Jarey Smith
    • Julukan: “Cobe”
    • Tanggal Lahir: 17 Januari 1996
    • Tempat Lahir: Muskogee, Oklahoma, Amerika Serikat 🇺🇸
    • Usia: 29 tahun
    • Divisi: Welterweight (170 lbs)
    • Organisasi: Ultimate Fighting Championship (UFC)
    • Gaya Bertarung: Southpaw – Striker & Grappler
    • Latar Belakang: Wrestling (Oklahoma State University)
    • Rekor Profesional (2025): 8 kemenangan – 0 kekalahan
    • Kemenangan KO/TKO: 5 kali
    • Kemenangan Submission: 3 kali
    • Debut UFC: 18 Januari 2025 – KO di UFC Fight Night: Dern vs Ribas 2
    • Kemenangan Terbaru: Submission atas Niko Price (UFC 317, Juni 2025)

“Bertarung Adalah Bentuk Kebebasan”

Di balik gaya agresifnya, Jacobe Smith adalah sosok yang tenang dan reflektif. Ia sering mengatakan bahwa bertarung bukan hanya soal kekuatan, tapi soal ekspresi diri dan kebebasan.

“Setiap kali saya masuk ke oktagon, saya merasa bebas. Semua latihan, rasa sakit, dan pengorbanan itu menemukan maknanya di sana. Bagi saya, pertarungan adalah bentuk seni.”

Smith dikenal sebagai pekerja keras yang rendah hati. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di gym daripada di media sosial, dan sering menjadi mentor bagi pegulat muda yang ingin beralih ke MMA.

Bintang Baru Welterweight UFC

Dengan rekor sempurna dan gaya bertarung yang menawan, Jacobe “Cobe” Smith kini dianggap sebagai prospek paling menjanjikan di divisi welterweight.

Para pengamat memprediksi ia bisa menembus peringkat 10 besar UFC dalam waktu dekat jika terus mempertahankan performa dominannya. Daniel Cormier bahkan menyebutnya sebagai “the future of American wrestling in MMA” — pewaris baru dari tradisi pegulat yang menaklukkan dunia UFC. Namun bagi Smith, fokusnya tetap sederhana.

“Saya tidak berpikir tentang sabuk atau popularitas. Saya hanya ingin bertarung, memperbaiki diri, dan membuat orang bangga dengan kerja keras saya.”

Dari Matras ke Octagon, Dari Disiplin ke Dominasi

Kisah Jacobe “Cobe” Smith adalah kisah klasik tentang transisi dari disiplin ke kebebasan — dari dunia gulat ketat di Oklahoma menuju panggung brutal UFC. Ia membawa ketenangan seorang atlet, mental baja seorang juara, dan naluri pembunuh seorang finisher sejati. Dengan setiap kemenangan, Cobe membuktikan bahwa pegulat bukan hanya bisa bertahan di MMA — mereka bisa menguasainya.

“Saya datang dari tempat di mana kerja keras adalah segalanya. Dan saya akan membawa semangat itu ke setiap pertarungan.” — Jacobe “Cobe” Smith.

(PR/timKB).

Sumber foto: instagram

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda