Jeremy Miado: Petarung Strawweight ONE Championship

Piter Rudai 04/12/2025 4 min read
Jeremy Miado: Petarung Strawweight ONE Championship

Jakarta – Dalam dunia mixed martial arts Asia, nama Jeremy Miado berdiri sebagai salah satu simbol kebangkitan petarung Filipina modern—atlet yang datang bukan dari fasilitas mewah atau jaringan pelatihan bergengsi, tetapi dari tanah keras Albay, Luzon, tempat ia lahir pada 28 Desember 1992. Dari kecil ia belajar bahwa hidup tidak memberikan apa pun secara cuma-cuma. Di keluarga petani, kerja keras bukan pilihan, melainkan keharusan. Namun di balik kesederhanaan itu, Jeremy memupuk mimpi yang jauh lebih besar daripada sawah kampung halamannya.

Mimpinya memiliki bentuk, suara, dan irama: pukulan cepat, tendangan keras, dan disiplin seorang nak muay. Dan dari sanalah legenda “The Jaguar” bermula.

Dari Sawah ke Sasana

Tidak seperti banyak petarung profesional yang mulai berlatih sejak usia anak-anak, Jeremy baru menyentuh dunia bela diri pada usia 19 tahun, ketika ia mulai menekuni Muay Thai dan tinju. Namun keterlambatan itu justru menjadi katalis. Ia datang dengan tekad yang matang, kesadaran penuh bahwa olahraga inilah satu-satunya jalan untuk mengubah nasib.

Berlatih di sasana kecil di Manila, ia menggabungkan etos kerja keras petani—bangun subuh, bekerja tanpa mengeluh—dengan dunia baru yang menuntut disiplin tinggi. Hasilnya terlihat cepat. Dalam kurun waktu beberapa tahun, ia mengukir rekor amatir dengan puluhan kemenangan, baik di Muay Thai maupun tinju. Gerakannya cekatan, tajam, dan penuh insting alami seorang striker.

Jeremy tidak hanya bertarung. Ia bertahan hidup melalui seni bela diri.

Lompatan ke MMA: Dari Juara Lokal ke Sorotan Internasional

Pada awal karier profesionalnya, Jeremy memasuki sirkuit MMA Filipina, memperkuat teknik grappling sembari mempertajam striking khasnya. Puncaknya adalah ketika ia merebut sabuk strawweight Blaze FC, menegaskan dirinya sebagai salah satu petarung paling menjanjikan di negaranya.

Pencapaiannya di Blaze FC memikat perhatian promotor besar di Asia. Tidak lama kemudian, datang panggilan yang mengubah hidupnya: ONE Championship. Jika Blaze FC adalah panggung tempat ia ditempa, maka ONE Championship adalah dunia tempat ia menunjukkan siapa dirinya sebenarnya.

Kecepatan Jaguar, Ketepatan Mesin

Di dalam Circle, Jeremy Miado adalah seekor jaguar—cepat, mematikan, dan nyaris tidak dapat diprediksi. Ia dikenal sebagai striker eksplosif, menggabungkan:

    • Hook dan uppercut cepat yang mampu merobek pertahanan lawan
    • Tendangan keras khas Muay Thai yang membuka ruang serangan
    • Kemampuan menjaga jarak melalui footwork dan timing presisi
    • Keberanian bertukar pukulan jarak dekat tanpa gentar

Banyak kemenangan Miado datang lewat KO/TKO, gaya bertarung yang memvalidasi julukan “The Jaguar.” Bagi Jeremy, menyerang bukan sekadar upaya mencetak poin—tetapi pernyataan dominasi. Ia tidak pernah menjadi petarung yang pasif. Ia menyerang sebelum diserang, memaksa lawan bermain dalam ritme yang ia kendalikan. Dan ketika lawan membuka celah sedikit saja, Jeremy masuk dengan kecepatan yang membuat penonton bangkit dari kursi.

Para analis ONE sering menyebutnya sebagai salah satu striker paling atletis dan eksplosif yang pernah mengisi divisi strawweight.

Momen-Momen Penting dalam Karier ONE Championship

Di ONE Championship, Jeremy Miado bukan sekadar peserta. Ia menjadi headline material, petarung yang dicari para penonton karena gaya bertarungnya yang menegangkan. Salah satu ciri khas Jeremy adalah kemampuannya untuk menyelesaikan pertarungan dengan satu momen ajaib—baik itu counter hook tajam, kombinasi tangan-kaki yang tak terduga, atau ground-and-pound cepat setelah knockdown.

Beberapa pertarungan berkesan menunjukkan:

    • Kecepatan tangan luar biasa yang memaksa lawan mundur sejak awal
    • Tendangan keras yang merusak stamina dan ritme lawan
    • Kemampuan bertahan dalam scrambles dan keluar menyerang balik

Rekornya penuh KO/TKO, sebuah bukti bahwa Jeremy bukan hanya petarung teknis—ia adalah finisher alami.

Beyond the Cage: Kisah Hidup yang Menginspirasi

Jeremy Miado bukan hanya petarung, tetapi simbol harapan bagi banyak pemuda Filipina yang bermimpi keluar dari lingkaran kemiskinan. Ia menunjukkan bahwa lahir dari keluarga petani bukan batasan. Bahwa kerja keras bisa mengantar seseorang ke panggung internasional.

Ia tidak pernah melupakan asal usulnya. Jeremy sering menyampaikan bahwa setiap kemenangannya bukan hanya miliknya, tetapi milik keluarga dan komunitas yang mendukungnya sejak hari pertama.

Kariernya juga memperlihatkan transformasi penuh disiplin:

    • Dari anak muda di Albay yang belajar bertarung dengan sarung tinju pinjaman
    • Menjadi striker elite Asia yang ditonton jutaan orang
    • Hingga menjadi salah satu nama populer di divisi strawweight ONE

“The Jaguar” bukan hanya julukan. Ia adalah cerminan dari karakter Jeremy: fokus, cepat, dan berbahaya.

Warisan yang Sedang Ia Bangun

Jeremy Miado kini berada dalam fase matang kariernya. Dengan pengalaman, stamina, dan teknik yang terus berkembang, banyak analis memprediksi bahwa ia masih memiliki jalan panjang menuju puncak divisi strawweight. Namun terlepas dari gelar apa pun yang mungkin diraihnya, Jeremy sudah menjadi legenda kecil—setidaknya bagi mereka yang mengenal jalan yang ia lalui: dari tanah basah sawah Albay menuju sorotan terang panggung global.

Perjalanannya adalah bukti bahwa petarung sejati tidak dilahirkan—mereka dibangun melalui keberanian, disiplin, dan ketekunan. Dan Jeremy Miado terus membangun warisan itu setiap kali pintu Circle tertutup dan bel ronde pertama berbunyi.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...