Jakarta – Di Lumpinee Boxing Stadium, tempat yang menjadi “rumah suci” bagi para nak muay Thailand, nama Suesat Manopgym mulai bergaung di antara deretan petarung muda yang menolak mundur. Ia bukan yang paling sering tampil di layar utama, tetapi gaya bertarungnya yang agresif, keras, dan penuh tekanan membuat setiap laganya sulit dilupakan. Bagi penonton yang mencintai Muay Thai klasik dengan sentuhan modern, Suesat adalah sosok yang patut diikuti perjalanannya.
Akar Muay Thai dari Tanah Kelahiran
Sebagai petarung Muay Thai asal Thailand, Suesat Manopgym tumbuh dalam kultur di mana seni delapan tungkai bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari. Seperti banyak nak muay lain, perjalanan menuju ring profesional biasanya dimulai sejak kecil: bangun sebelum fajar, berlari puluhan kilometer, kemudian berlatih pad work, bag work, dan sparring berulang hari demi hari.
Meski detail masa kecilnya tidak selalu diekspos seperti bintang-bintang besar, karakter Suesat di atas ring memberi gambaran jelas tentang latar belakangnya: disiplin yang tertanam dalam, daya tahan fisik yang teruji, serta mentalitas keras yang lahir dari ratusan ronde latihan di sasana. Nama “Manopgym” di belakangnya menandakan rumah bela diri yang menempa dirinya, sebuah gym yang membentuknya menjadi petarung dengan identitas Muay Thai kental, namun siap beradaptasi dengan format internasional ONE Championship.
Dari Stadion Thailand ke Panggung Dunia
Perjalanan Suesat menuju ONE Championship tidak terjadi dalam semalam. Sebelum berdiri di bawah sorotan lampu ONE Friday Fights, ia harus menempuh jalur klasik petarung Thailand: bertarung di stadion-stadion lokal, mengasah teknik, mengalami naik-turun performa, dan membangun reputasi sebagai nak muay yang pantang menyerah.
Kesempatan tampil di ONE Championship, khususnya dalam seri ONE Friday Fights di Lumpinee Boxing Stadium, menjadi titik penting dalam kariernya. Format ini mempertemukan nak muay terbaik Thailand dan dunia dalam satu panggung, dengan gaya produksi modern namun tetap mempertahankan esensi pertarungan klasik. Bagi Suesat, ini bukan hanya soal bayaran atau ketenaran, melainkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa gaya Muay Thai yang ia bawa mampu bersaing dengan nama-nama besar global.
Agresif, Menekan, dan Berbahaya di Jarak Tengah
Salah satu alasan Suesat Manopgym cepat mendapat perhatian adalah gaya bertarungnya yang agresif dan langsung menekan. Ia jarang menghabiskan waktu untuk membaca lawan terlalu lama. Begitu bel ronde pertama berbunyi, Suesat cenderung maju, menutup jarak dengan kombinasi pukulan dan tendangan, memaksa lawan bermain dalam ritme yang ia ciptakan.
Tiga elemen utama gaya bertarung Suesat bisa dirangkum sebagai berikut:
-
- Tendangan keras untuk mengontrol jarak dan merusak tubuh lawan
Suesat mengandalkan tendangan roundhouse khas Muay Thai untuk memotong pergerakan lawan. Low kick-nya menghantam kaki, melemahkan base lawan, sementara body kick diarahkan ke tulang rusuk, menguras stamina dan membuat lawan enggan bertukar serangan terlalu lama. - Clinch kuat dan penuh tekanan
Dalam jarak dekat, Suesat memanfaatkan clinch sebagai senjata pengendali. Dari posisi ini, ia bisa menurunkan lutut ke tubuh, rusuk, atau bahkan kepala lawan. Clinch bukan hanya momen istirahat baginya, melainkan area di mana ia bisa memaksakan fisikalitas dan ketangguhannya. - Pukulan cepat untuk membuka celah KO
Selain tendangan, kombinasi pukulan cepat menjadi jembatan antara fase eksplorasi dan fase eksekusi. Jab dan straight digunakan untuk menguji reaksi, sementara hook dan uppercut ia lepaskan ketika lawan mulai kehilangan keseimbangan atau fokus. Pola ini sering kali membuka peluang untuk mencetak knockdown atau bahkan KO.
- Tendangan keras untuk mengontrol jarak dan merusak tubuh lawan
Gabungan tendangan keras, clinch kuat, dan pukulan cepat ini mencerminkan jati diri Suesat sebagai nak muay yang tidak sekadar bermain cantik, tetapi mencari cara tegas untuk mengakhiri laga.
Momen Penting: KO atas Chalamdam Sor Boonmeerit di ONE Friday Fights 106
Salah satu sorotan terbesar dalam karier Suesat di ONE Championship datang pada ONE Friday Fights 106, 2 Mei 2025, ketika ia berhadapan dengan Chalamdam Sor Boonmeerit. Laga ini menjadi titik balik yang mengangkat namanya lebih tinggi di mata penonton internasional.
Sejak awal pertandingan, Suesat tampil dengan ciri khasnya: agresif dan menekan. Ia tak memberi Chalamdam banyak ruang untuk mengembangkan game plan. Tendangan keras, kombinasi pukulan, dan tekanan di clinch terus ia lepaskan. Lawan dipaksa bermain mundur, dan setiap kali berhenti, Suesat sudah menyiapkan kombinasi berikutnya.
Pada akhirnya, serangkaian serangan tersebut membuahkan hasil: kemenangan KO yang tegas. Bukan hanya sekadar angka di dalam rekor, hasil ini membawa beberapa dampak penting:
-
- Menunjukkan bahwa Suesat punya daya hancur (finishing power) yang nyata, bukan sekadar petarung keputusan.
- Mengukuhkan reputasinya sebagai nak muay yang mampu tampil besar dalam momen penting di panggung global.
- Menjadi materi highlight yang membuat namanya lebih sering diperbincangkan di kalangan penggemar ONE.
Bagi seorang petarung Muay Thai Thailand, menyajikan KO di Lumpinee dalam format ONE Friday Fights adalah kombinasi prestise tradisional dan eksposur modern—dan Suesat berhasil melakukannya.
Lika-liku Karier: Kemenangan Spektakuler dan Kekalahan yang Mengajarkan
Seperti banyak petarung lainnya, perjalanan Suesat di ONE Championship tidak sepenuhnya mulus. Ia pernah mengalami beberapa kekalahan lewat keputusan juri, hasil yang sering kali menyakitkan bagi petarung agresif yang selalu berusaha menekan dan menghibur penonton.
Namun di balik angka di scorecard, kekalahan-kekalahan ini juga memperlihatkan sisi lain dari Suesat:
Ketahanan mental, karena meski kalah tipis atau lewat keputusan, ia tetap berdiri hingga akhir, bertarung sampai bel terakhir.
Daya tahan fisik, karena gaya agresif menuntut kondisi tubuh prima untuk mempertahankan tempo tinggi selama tiga ronde.
Kemampuan belajar, karena setiap kekalahan menjadi cermin untuk mengevaluasi timing, pertahanan, serta strategi masuk-keluar jarak serang.
Di dunia Muay Thai profesional, khususnya di Thailand, kekalahan bukan akhir dari karier. Justru sering kali menjadi “modal pengalaman” untuk membentuk versi baru dan lebih matang dari seorang petarung. Bagi Suesat, kombinasi kemenangan spektakuler dan kekalahan tipis lewat keputusan juri adalah bagian dari proses menuju kedewasaan bertarung.
Prestasi dan Citra sebagai Nak Muay Klasik di Era Modern
Jika dilihat dari kacamata prestasi, kemenangan KO atas Chalamdam Sor Boonmeerit adalah salah satu pencapaian paling terang di portofolio Suesat di ONE. Namun, kontribusinya tidak hanya bisa diukur dari berapa banyak sabuk atau trofi yang ia miliki, melainkan juga dari citra yang ia bawa sebagai nak muay klasik di era promosi modern.
Suesat mewakili beberapa hal penting:
-
- Identitas Muay Thai Thailand
Dalam setiap laga, ia membawa gaya khas Thailand: tegas, mengandalkan tendangan, clinch, dan ketangguhan mental. Ini menjadi representasi nyata dari tradisi panjang Muay Thai di panggung global. - Petarung yang menyenangkan penonton
Dengan gaya agresif dan jarang bermain aman, ia menghadirkan pertarungan yang hampir selalu intens. Bagi promotor dan penonton, ini adalah nilai tambah besar. - Simbol generasi yang beradaptasi dengan era ONE Championship
Suesat berkompetisi di format yang memadukan tradisi Muay Thai dengan kemasan produksi modern: musik, lampu, dan audiens global. Ia menunjukkan bahwa nak muay tradisional bisa tetap relevan tanpa kehilangan jati diri.
- Identitas Muay Thai Thailand
Mentalitas Petarung dan Masa Depan di Divisi Strawweight
Di luar angka kemenangan dan kekalahan, ada beberapa aspek menarik dari sosok Suesat Manopgym:
-
- Pertama, mentalitasnya sebagai petarung yang tidak gentar menghadapi nama besar. Tampil di ONE Friday Fights berarti bersedia bertarung melawan lawan dari berbagai negara dengan gaya beragam, di hadapan jutaan penonton global. Butuh keberanian dan keyakinan diri untuk melangkah ke sana, dan Suesat menunjukkannya di setiap laga.
- Kedua, kemampuan adaptasi terhadap ritme tiga ronde yang cepat. Format ini menuntut energi tinggi, keputusan instan, dan kesiapan memanfaatkan setiap detik. Gaya agresif Suesat sebenarnya sejalan dengan tuntutan format ini, dan seiring pengalaman, ia berpeluang menjadi salah satu spesialis laga-laga cepat di kelas strawweight.
- Ketiga, potensi berkembang di masa depan. Dengan usia yang masih produktif dan pengalaman bertarung di panggung internasional, Suesat memiliki ruang besar untuk memperhalus teknik: meningkatkan defense, mengatur tempo lebih cermat, dan menambah variasi serangan. Jika ini semua bisa dirangkai, ia berpotensi naik dari sekadar “petarung yang menarik ditonton” menjadi penantang serius di divisi strawweight.
Nama yang Layak Dipantau di Kelas Strawweight ONE
Dalam lanskap Muay Thai modern yang dipenuhi nama besar, Suesat Manopgym mungkin belum berada di puncak piramida. Namun, gaya bertarung agresif, kemenangan KO yang berkesan, serta keberaniannya untuk selalu menekan lawan membuatnya menjadi sosok yang mudah diingat.
Sebagai petarung Muay Thai asal Thailand di kelas strawweight ONE Championship, Suesat membawa esensi nak muay klasik ke era baru—era di mana setiap tendangan, setiap clinch, dan setiap pukulan bisa disaksikan oleh penonton di seluruh dunia dalam hitungan detik.
Dan jika sejarah Muay Thai mengajarkan satu hal, itu adalah: petarung yang berani maju dan tidak takut perang jarang dilupakan. Suesat Manopgym jelas termasuk dalam kategori itu.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda