Jakarta – Di tengah dominasi petarung asal Thailand di dunia Muay Thai, muncul sosok muda yang mampu menembus tembok tradisi dan menunjukkan bahwa seni bela diri kuno ini juga bisa dikuasai dengan penuh rasa hormat dan presisi oleh petarung luar negeri. Dialah Maxime Combes, seorang petarung muda berbakat asal Prancis yang kini mulai mengukir namanya di kancah internasional melalui ONE Championship. Berusia 24 tahun, Combes telah menarik perhatian publik dengan gaya bertarung Muay Thai yang eksplosif, agresif, dan penuh teknik. Julukannya, “Rukundo”, menggambarkan kepribadiannya di dalam dan luar ring — tangguh, berjiwa tenang, dan penuh cinta terhadap seni bela diri yang telah membentuk hidupnya.
Profil Singkat Maxime Combes
-
- Nama Lengkap: Maxime Combes
- Julukan: “Rukundo”
- Kebangsaan: Prancis
- Usia: 24 tahun (lahir 2001)
- Disiplin Muay Thai
- Kelas: Catchweight
- Organisasi: ONE Championship
- Gaya Bertarung: Ortodoks – Kombinasi pukulan, tendangan, siku, dan clinch eksplosif
- Rekor Penting: Kemenangan atas Enzo Clarisse (ONE Friday Fights 2025) & KO atas Superball (RWS 2024)
Dari Prancis ke Dunia Seni Bela Diri Thailand
Maxime Combes lahir dan tumbuh di Prancis, di tengah lingkungan yang jauh dari hiruk pikuk ring Muay Thai Bangkok. Namun, ketertarikannya terhadap seni bela diri muncul sejak usia remaja. Ia awalnya memulai latihan kickboxing dan karate, sebelum akhirnya menemukan Muay Thai — seni bela diri yang kemudian menjadi hasrat hidupnya. Daya tarik Muay Thai baginya bukan hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada filosofi di baliknya: rasa hormat, keseimbangan, dan pengendalian diri. Dengan tekad kuat, Combes mulai berlatih di berbagai gym di Prancis, menekuni dasar-dasar Muay Thai secara disiplin, dan menunjukkan bakat luar biasa dalam memadukan teknik dan kecepatan.
“Muay Thai bukan tentang menghancurkan lawan, tapi tentang menguasai diri sendiri,” ungkap Combes dalam salah satu wawancaranya dengan media Prancis.
Pindah ke Thailand dan Menimba Ilmu di Negeri Muay Thai
Seperti banyak petarung Barat yang ingin mengasah kemampuan hingga ke tingkat tertinggi, Maxime Combes memutuskan untuk pindah ke Thailand — pusat dunia Muay Thai sejati. Keputusan besar ini ia ambil di usia muda, meninggalkan kenyamanan hidup di Prancis untuk kehidupan keras di gym tradisional Thailand. Di sana, ia berlatih bersama para petarung lokal yang dikenal dengan latihan berat dan disiplin ekstrem. Combes belajar langsung makna sejati dari Muay Thai, bukan hanya dari sisi teknik, tetapi juga nilai spiritual dan filosofinya.
Rutinitas hariannya mencakup lari jarak jauh setiap pagi, sparring intens di siang hari, dan teknik clinch hingga malam. Dalam proses itu, ia bukan hanya menjadi petarung yang lebih tangguh, tapi juga menemukan identitas barunya sebagai “
Agresif, Presisi, dan Penuh Karakter
Gaya bertarung Maxime Combes mencerminkan hasil perpaduan dua dunia — kedisiplinan Eropa dan kehalusan teknik Thailand. Dengan stance ortodoks, ia dikenal memiliki kombinasi serangan cepat dan variatif, termasuk pukulan lurus tajam, tendangan roundhouse ke tubuh, dan siku yang mematikan dalam jarak dekat.
Beberapa ciri khas gaya bertarungnya adalah:
-
- Tendangan cepat ke arah rusuk dan kaki lawan untuk mengontrol jarak.
- Pukulan kombinasi kanan–kiri yang eksplosif diikuti oleh serangan lutut dari clinch.
- Kemampuan counter attack cepat saat membaca celah serangan lawan.
- Kesabaran dan kontrol tempo, menunggu momen tepat untuk melakukan serangan penentu.
Di setiap pertarungan, Combes dikenal jarang terburu-buru. Ia memainkan tempo dengan cerdas, lalu menghukum lawan dengan serangan presisi tinggi yang sering berujung pada kemenangan KO.
Dari Rajadamnern ke ONE Championship
Perjalanan Combes menuju puncak dunia Muay Thai tidak datang secara instan. Ia memulai karier profesionalnya di turnamen-turnamen regional Eropa, lalu membangun reputasi sebagai petarung asing yang berani tampil di ajang bergengsi Thailand. Puncak awal kariernya datang pada Maret 2024, ketika ia menang KO atas Superball NamphraeLuksaoKamnanGoong di ajang Rajadamnern World Series (RWS) — sebuah kemenangan luar biasa yang memperlihatkan kombinasi kekuatan dan ketepatan khasnya. Tendangan kerasnya di ronde kedua memaksa lawan tak bisa melanjutkan pertandingan, dan momen itu menjadi sorotan publik Thailand.
Kemenangan ini membuka pintu baginya untuk tampil di panggung dunia: ONE Championship. Pada 7 Februari 2025, di ajang ONE Friday Fights, Combes menghadapi petarung Prancis lainnya, Enzo Clarisse. Dalam pertarungan yang berlangsung sengit selama tiga ronde, Combes menunjukkan dominasi teknikalnya dan memenangkan laga melalui keputusan mutlak (unanimous decision). Pertunjukan itu memperkuat reputasinya sebagai salah satu petarung non-Asia paling menjanjikan di ONE.
Julukan “Rukundo”: Filosofi Kehormatan di Balik Kekuatan
Julukan “Rukundo” berasal dari bahasa Rwanda yang berarti “cinta dan kehormatan.” Julukan ini diberikan oleh pelatih Thailand-nya setelah melihat bagaimana Combes selalu bertarung dengan hati yang penuh semangat, tetapi tetap menunjukkan rasa hormat kepada setiap lawannya. “Dia bukan hanya bertarung untuk menang, tapi juga untuk menghormati seni bela diri ini,” kata salah satu pelatih di Bangkok.
Nama itu kini menjadi simbol identitasnya — petarung yang menggabungkan kekuatan dan kebijaksanaan, agresivitas dan kasih.
Prestasi dan Pencapaian Penting
-
- Kemenangan KO atas Superball NamphraeLuksaoKamnanGoong – Rajadamnern World Series, Maret 2024
- Kemenangan mutlak atas Enzo Clarisse – ONE Friday Fights, 7 Februari 2025
- Juara Regional Muay Thai Eropa (Prancis, 2022)
- Menjadi salah satu petarung Eropa pertama yang sukses menembus ONE Championship melalui jalur Muay Thai profesional
Masa Depan di ONE Championship
Dengan usia baru 24 tahun, Maxime Combes memiliki masa depan yang cerah di dunia Muay Thai internasional. ONE Championship menjadi tempat sempurna baginya untuk berkembang — menghadapi petarung kelas dunia dan terus menguji batas dirinya. Para pengamat memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Combes bisa menjadi penantang serius gelar juara dunia ONE Championship di divisi Catchweight, terutama jika ia mempertahankan konsistensi dan terus mengasah kemampuannya di Thailand. Lebih dari itu, Combes kini menjadi ikon inspiratif bagi generasi muda Eropa yang ingin menekuni Muay Thai bukan sekadar sebagai olahraga, tetapi sebagai filosofi hidup.
“Rukundo”, Lambang Tekad dan Harmoni dalam Muay Thai Kisah Maxime Combes “Rukundo” adalah kisah tentang keberanian menembus batas budaya dan disiplin. Dari Bordeaux hingga Bangkok, ia menunjukkan bahwa semangat Muay Thai sejati tidak mengenal batas negara. Dengan gaya bertarung yang agresif namun elegan, serta etos kerja yang pantang menyerah, Combes kini berdiri sebagai simbol baru — petarung muda yang membawa kehormatan, dedikasi, dan cinta terhadap seni bela diri tertua di dunia. Di masa depan, dunia akan mengenal “Rukundo” bukan hanya sebagai petarung Prancis di ONE Championship,tetapi sebagai salah satu duta sejati Muay Thai modern.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda