Jakarta – Messi kembali dari cedera untuk pertandingan melawan LAFC, namun tidak mampu memberikan dampak signifikan saat Inter Miami memulai musim baru dengan kekalahan 3-0. Ini merupakan awal yang buruk bagi pertahanan gelar juara Herons, dan emosi memuncak setelah pertandingan. Messi yang tampak marah terlihat mencoba mengikuti wasit dan harus ditarik kembali oleh Suarez.
LAFC membuka keunggulan pada menit ke-38 melalui aksi talenta muda mereka, David Martínez. Gol ini berawal dari visi bermain luar biasa Son Heung-min yang mengirimkan umpan terukur di tengah kerumunan pemain Miami. Martínez yang menerima bola dengan tenang langsung mengarahkan si kulit bundar ke pojok bawah gawang, membuat publik Los Angeles bergemuruh.
Sepanjang pertandingan, Lionel Messi tampak kesulitan mengembangkan permainannya. Meski bermain selama 90 menit penuh, La Pulga terlihat masih beradaptasi dengan dinamika tim barunya setelah ditinggal pensiun oleh dua sahabat karibnya, Sergio Busquets dan Jordi Alba. Messi tercatat tidak berhasil melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Hugo Lloris..
Pertahanan LAFC di bawah arahan pelatih baru, Dos Santos, patut mendapat pujian setinggi langit. Mereka berhasil memutus aliran bola antara Messi dengan penyerang baru Miami, Germán Berterame. Kesalahan posisi dari penjaga gawang anyar Miami, Dayne St. Clair, pada menit ke-73 semakin memperburuk keadaan bagi tim tamu, yang berhasil dimanfaatkan dengan cerdik oleh Bouanga untuk menggandakan keunggulan.
Kemenangan LAFC akhirnya disempurnakan oleh gol Nathan Ordaz pada masa injury time babak kedua, memanfaatkan umpan matang dari Bouanga. Hasil ini membuat LAFC mempertahankan rekor sempurna mereka yang selalu menang dalam sembilan laga pembuka musim secara beruntun .
(Yp/timKB).
Sumber foto: facebook
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda