Igor Tudor Hanya Bertahan 44 Hari Bersama Tottenham

Yahya Pahlevy 30/03/2026 2 min read
Igor Tudor Hanya Bertahan 44 Hari Bersama Tottenham

Jakarta – Kerjasama Igor Tudor dengan Tottenham Hotspur berakhir sangat singkat. Klub asal London Utara tersebut resmi mengumumkan pemecatan pelatih berkebangsaan Kroasia itu setelah hanya enam pekan menjabat sebagai juru taktik The Lilywhites. Pihak manajemen Spurs menyatakan telah mencapai kesepakatan bersama untuk mengakhiri kerja sama lebih awal. Tidak hanya Tudor, gerbong staf pelatih yang dibawanya, yakni pelatih kiper Tomislav Rogic dan pelatih fisik Riccardo Ragnacci, juga turut meninggalkan posisinya.

Baca juga: Kalah Dari Tottenham, Atletico Tetap Melaju Ke Perempatfinal

Igor Tudor resmi berpisah dengan Tottenham setelah hanya memimpin tujuh pertandingan dalam kurun 44 hari. Keputusan ini diambil menyusul performa buruk yang membuat klub terancam degradasi. Penunjukan Igor Tudor pada 13 Februari lalu diharapkan memberi dampak instan setelah menggantikan Thomas Frank. Namun, hasil di lapangan jauh dari ekspektasi, dengan Spurs terjebak di papan bawah klasemen. Kekalahan telak 0-3 dari Nottingham Forest menjadi titik akhir masa kerja Igor Tudor. Hasil tersebut membuat Tottenham turun ke posisi 17 dan hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.

Igor Tudor hanya meraih satu poin dari lima laga di Premier League. Satu-satunya hasil positif datang saat bermain imbang 1-1 melawan Liverpool. Selain itu, Tottenham juga tersingkir di babak 16 besar Liga Champions. Mereka kalah agregat 5-7 dari Atletico Madrid dalam dua leg yang berlangsung sengit. Awal masa jabatan Igor Tudor bahkan langsung diwarnai tiga kekalahan beruntun. Spurs tumbang dari Arsenal, Fulham, dan Crystal Palace.

Sambil menunggu pelatih baru, Bruno Saltor akan memimpin sesi latihan sementara. Ia menangani pemain yang tidak mengikuti jeda internasional. Tottenham menargetkan pelatih baru sudah hadir sebelum laga berikutnya melawan Sunderland pada 12 April. Kandidat utama yang muncul adalah Roberto De Zerbi.

Namun, De Zerbi dikabarkan lebih memilih kembali melatih pada musim panas. Selain itu, sebagian suporter Tottenham menyuarakan penolakan terkait rekam jejaknya saat menangani Marseille. Pergantian ini membuat Tottenham berpotensi memiliki tiga pelatih dalam satu musim. Situasi tersebut terakhir terjadi pada musim 2022-2023 saat era Antonio Conte, Cristian Stellini, dan Ryan Mason.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...