Jakarta – Di dunia Muay Thai modern, tidak banyak petarung Eropa yang mampu masuk ke panggung global dengan cara yang langsung membuat orang menoleh. Martyna Kierczyńska adalah salah satunya. Ia datang dari Głogów, Polandia, membawa teknik Muay Thai yang tajam, mental bertanding yang sudah teruji di multi-event internasional, dan keberanian untuk masuk ke arena ONE Championship, tempat standar persaingan selalu sangat tinggi. Profil resmi ONE menempatkannya sebagai atlet Polandia berusia 23 tahun dengan tinggi 164 cm dan tim Legion Głogów.
Martyna Kierczyńska lahir pada 9 April 2002 di Głogów, Polandia. Berbagai sumber juga konsisten menyebutnya sebagai petarung Muay Thai Polandia dengan rekam prestasi internasional yang kuat, termasuk emas di European Games 2023 dan World Combat Games 2023, serta perak di World Games 2025. Rekor striking profesional yang banyak dikutip untuknya adalah 7 kemenangan dan 1 kekalahan, walau beberapa basis data pihak ketiga yang lebih mutakhir untuk catatan pertarungan pro Muay Thai menampilkan angka berbeda setelah kiprahnya di ONE bertambah. Karena itu, angka 7-1 dapat dipahami sebagai rekam jejak yang Anda rujuk atau fase sebelumnya dalam kariernya, sementara catatan pertarungan pro yang lebih baru bisa terlihat berbeda di database lain.
European Games 2023
Salah satu tonggak paling penting dalam karier Martyna datang pada European Games 2023. Di ajang itu, ia memenangkan medali emas pada kelas 54 kg. Sumber resmi komunitas Muay Thai internasional menulis bahwa ia menundukkan Viktorie Bulinova dalam duel penting untuk Polandia, sementara data hasil European Games juga menempatkannya sebagai peraih emas pada nomor tersebut. Polish Radio bahkan melaporkan bahwa ia mengalahkan Axana Depypere 30:27 di final untuk merebut gelar juara.
Medali emas ini sangat berarti. European Games bukan sekadar turnamen biasa, tetapi ajang multi-event besar yang memberi legitimasi lintas negara. Menang di sana berarti Martyna tidak hanya unggul di lingkup Muay Thai promosi tertentu, tetapi juga mampu berdiri paling tinggi ketika membawa bendera Polandia di panggung resmi Eropa. Untuk petarung muda, keberhasilan seperti ini sering menjadi titik yang mengubah cara publik melihat mereka. Dari atlet berbakat, ia berubah menjadi representasi nasional.
World Combat Games 2023
Belum cukup dengan emas di Eropa, Martyna juga meraih medali emas di World Combat Games 2023. Laporan resmi World Combat Games menyebut bahwa Martyna Kierczyńska dari Polandia meraih emas di kelas -54 kg. Ini adalah pencapaian yang sangat besar karena World Combat Games mempertemukan atlet-atlet elite dari berbagai cabang olahraga tarung dalam satu panggung multi-event internasional.
Ketika seorang petarung mampu memenangkan dua ajang multi-event besar dalam tahun yang sama, narasinya langsung berubah. Ia bukan lagi sekadar juara regional yang sedang panas, tetapi atlet yang benar-benar sedang berada di fase pendakian serius. Dalam konteks Martyna, emas di European Games dan World Combat Games pada 2023 membuat langkahnya ke ONE Championship terasa sangat logis. Ia sudah membuktikan diri di panggung amatir dan semi-amatir elite. Tahap berikutnya adalah dunia profesional global.
World Games 2025
Pada 2025, Martyna kembali membuktikan kualitasnya dengan meraih medali perak di World Games pada kelas 54 kg. Data IWGA menempatkannya sebagai peraih perak di bawah Laura Burgos dari Meksiko. Hasil ini juga selaras dengan data pencarian lain tentang cabang Muaythai di World Games 2025.
Perak di World Games bukan hasil yang kecil. Justru ini menunjukkan konsistensi levelnya. Setelah emas di European Games dan World Combat Games, Martyna tetap bisa mencapai final di ajang lain yang sangat kompetitif. Dalam olahraga tarung, kemampuan untuk tetap relevan dan terus naik podium di berbagai event besar sering jauh lebih penting daripada satu gelar tunggal. Itu menunjukkan bahwa performa sang atlet bukan kebetulan, melainkan hasil dari standar yang stabil.
Masuk ke ONE Championship
Setelah menaklukkan banyak panggung internasional, Martyna masuk ke ONE Championship. Profil resmi ONE menulis bahwa ia bergabung dengan tujuan menjadi Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Muay Thai. Artikel fitur ONE pada Juli 2025 bahkan menyebut tiga alasan mengapa ia bisa menjadi juara dunia ONE pertama dari Polandia. Ini menunjukkan bahwa promosi bukan hanya melihatnya sebagai tambahan roster, tetapi sebagai petarung yang benar-benar punya ceiling tinggi.
Masuk ke ONE berarti masuk ke salah satu ekosistem Muay Thai profesional paling keras di dunia. Lawan-lawan di sana bukan hanya kuat secara teknik, tetapi juga terbiasa tampil dalam sorotan global, banyak di antaranya berasal dari Thailand atau negara-negara dengan tradisi striking sangat matang. Bagi atlet Eropa, transisi ini tidak selalu mudah. Tetapi justru di situlah nilai Martyna mulai terlihat. Ia masuk ke sana bukan dengan rasa takut, melainkan dengan keyakinan bahwa ia memang layak berada di antara nama-nama besar.
Debut yang langsung mencuri perhatian
Salah satu momen paling penting dalam awal karier ONE Martyna adalah laga melawan Nat “Wondergirl” Jaroonsak di ONE Fight Night 19. ONE bahkan memiliki tayangan ulang resmi yang secara eksplisit menyebut “shocking knockout ending” dalam duel tersebut. Dari konteks ini, jelas bahwa Martyna meninggalkan kesan besar sejak awal. Ia tidak masuk ke ONE untuk beradaptasi dengan hati-hati. Ia langsung membuat namanya dikenal.
Debut seperti itu sangat penting dalam organisasi sebesar ONE. Banyak petarung hebat datang dengan resume besar, tetapi tidak semuanya langsung memberi jejak kuat di penampilan pertama. Martyna justru melakukan itu. Ia mengubah atensi menjadi legitimasi. Publik yang sebelumnya hanya mengenalnya sebagai juara event multi-olahraga mulai melihat bahwa dia juga bisa tampil meyakinkan di panggung profesional elite.
Ekaterina Vandaryeva dan ujian keras di level tertinggi
Setelah momen awal yang impresif, Martyna menghadapi Ekaterina Vandaryeva di ONE Fight Night 20. ONE menyoroti laga ini sebagai duel yang sangat seru dan menuliskan bahwa Vandaryeva menang lewat unanimous decision dalam perang Muay Thai yang tak terlupakan. Kekalahan seperti ini penting dalam membaca perjalanan Martyna, karena ia menunjukkan bahwa transisi ke level tertinggi tidak selalu lurus. Tetapi yang juga penting, ia tidak terlihat tenggelam. Ia tetap mampu terlibat dalam duel yang dipandang sangat menarik oleh ONE sendiri.
Dalam banyak kasus, kekalahan di level tinggi justru memberi petunjuk lebih besar daripada kemenangan mudah. Ia menunjukkan jarak yang masih harus ditempuh, tetapi juga menegaskan bahwa seorang petarung memang sudah cukup bagus untuk berada dalam pertarungan besar. Pada Martyna, duel melawan Vandaryeva memperlihatkan bahwa ia bukan hanya atlet peraih medali yang bagus di turnamen, tetapi benar-benar petarung profesional yang bisa ikut dalam laga berkualitas tinggi di ONE.
Atomweight dan arah karier yang semakin jelas
Artikel resmi ONE pada Juni 2025 menuliskan bahwa Martyna akan menghadapi Cynthia Flores dalam laga atomweight Muay Thai di ONE Fight Night 33. Artikel itu juga menyebut pertarungan tersebut penting dalam perburuan gelar dunia atomweight Muay Thai. Ini memberi petunjuk sangat jelas tentang arah kariernya: Martyna diposisikan sebagai bagian nyata dari lanskap kompetitif divisi atomweight, bukan hanya petarung selingan.
Divisi atomweight sendiri adalah ruang yang sangat menarik untuk Martyna. Dengan tinggi sekitar 164–165 cm menurut profil resmi ONE dan Tapology, ia punya kerangka tubuh yang cocok untuk divisi ini. Ia bisa mengandalkan kecepatan, ketahanan, dan ritme kerja tinggi, sambil tetap membawa kekuatan striking yang terbukti mampu menciptakan hasil besar. Dalam divisi seperti ini, kombinasi teknik Eropa dan pengalaman multi-event besar bisa menjadi aset yang sangat berharga.
(PR/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda