Jakarta – Piala Dunia 2010 diadakan di Afrika Selatan, menjadikan mereka sebagai satu-satunya negara di benua Afrika yang pernah menjadi tuan rumah turnamen bergengsi tersebut. Setelah penyelenggaraan itu, timnas Afrika Selatan sempat melewatkan tiga edisi Piala Dunia sebelum kembali berpartisipasi di 2026. Menjelang Piala Dunia 2026, Afrika Selatan menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk bersaing. Meskipun lama tidak berpartisipasi dalam Piala Dunia, perkembangan mereka dalam kompetisi sepak bola di Afrika dapat dilihat dari performa di Piala Afrika yang semakin baik. Afrika Selatan tergabung di Grup A Piala Dunia 2026. Di bawah arahan pelatih Hugo Broos, mereka akan menghadapi tantangan dari Meksiko, Korea Selatan, dan Republik Ceko, yang merupakan tiga lawan berat, namun tetap bisa dikalahkan.
Afrika Selatan berhasil memperoleh tiket ke Piala Dunia untuk yang keempat kalinya setelah menyelesaikan fase kualifikasi CAF dengan cara yang sangat mendebarkan. Mereka menuntaskan perjalanan di Grup C dengan status sebagai juara, mengungguli para pesaingnya dalam persaingan yang berlangsung ketat hingga pertandingan terakhir.
Sepanjang fase kualifikasi, performa Afrika Selatan tergolong stabil. Dari sepuluh pertandingan yang dilakoni, mereka mencatatkan lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan. Rekor tersebut cukup untuk menjaga posisi mereka dalam persaingan menuju puncak klasemen hingga akhir kompetisi. Sejak awal, persaingan di Grup C memang berlangsung sengit, di mana Afrika Selatan harus menghadapi tim-tim kuat seperti Nigeria dan kejutan dari Benin yang tampil mengesankan. Situasi ini membuat klasemen berubah-ubah hingga menit-menit terakhir fase grup. Puncak ketegangan terjadi pada pertandingan terakhir, di mana Afrika Selatan meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0 atas Rwanda di kandang sendiri. Namun, keberhasilan mereka juga bergantung pada hasil pertandingan lainnya, di mana Nigeria berhasil mengalahkan Benin dengan skor 4-0.
Piala Dunia 2026 akan menjadi keikutsertaan keempat bagi Tim Nasional Afrika Selatan. Salah satu momen yang paling berkesan bagi Afrika Selatan dalam sejarah Piala Dunia adalah ketika mereka menjadi tuan rumah pada tahun 2010. Pada pertandingan pembuka melawan Meksiko, Siphiwe Tshabalala berhasil mencetak gol pada menit ke-55. Gol tersebut dirayakan dengan tarian yang sangat ikonik, namun sayangnya, Afrika Selatan tidak berhasil meraih kemenangan.
Afrika Selatan memiliki sejumlah pemain hebat di masa lalu. Saat ini, Lyle Foster akan meneruskan tongkat estafet tersebut. Penyerang berusia 25 tahun ini diharapkan menjadi andalan bagi Afrika Selatan dalam upaya bersaing di Piala Dunia 2026. Lyle Foster saat ini bermain untuk klub Burnley di Premier League musim 2025/2026 setelah bergabung pada bursa transfer Januari 2023. Burnley mengeluarkan biaya sebesar 2 juta euro untuk mendapatkan Foster dari klub Belgia, KVC Westerlo.
Kita nantikan sejauh mana perjalanan Bafana Bafana di Piala Dunia 2026 ini.
(bP/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda