Mohamed Taoufyq: Petarung Muay Thai Maroko

Yahya Pahlevy 05/05/2026 4 min read
Mohamed Taoufyq: Petarung Muay Thai Maroko

Jakarta – Di panggung Muay Thai modern, tidak semua petarung datang dengan jalur mulus. Ada yang melesat dengan kemenangan beruntun, tetapi ada juga yang tumbuh lewat benturan, lewat kekalahan, lalu lewat keberanian untuk kembali naik ke ring dan membuktikan diri lagi. Mohamed Taoufyq termasuk dalam kelompok kedua itu. Ia adalah petarung Muay Thai asal Maroko yang lahir pada 10 Februari 2005, dan saat ini dikenal sebagai salah satu nama muda yang mencoba membangun pijakan di ONE Championship. Taoufyq aaadalah petaaarung flyweight Muay Thai, dengan tinggi sekitar 171 cm dan asal Morocco.

Yang membuat kisah Mohamed Taoufyq menarik sejak awal adalah kenyataan bahwa ia masih sangat muda, tetapi sudah memilih jalan yang keras. Pada usia 20 tahun, banyak atlet masih berada di tahap membangun fondasi. Taoufyq justru sudah masuk ke lingkungan kompetisi yang brutal seperti ONE Friday Fights, tempat petarung muda dari berbagai negara diuji langsung di Lumpinee Stadium, Bangkok. Jalur seperti ini tidak memberi banyak ruang untuk belajar pelan-pelan. Setiap laga bisa menjadi lompatan besar, tetapi juga bisa menjadi pelajaran yang tajam.

Secara gaya, Taoufyq tampil sebagai petarung ortodoks yang bertumpu pada striking khas Muay Thai. Gambaran itu sejalan dengan cara ONE menempatkannya dalam berbagai laga di divisi flyweight Muay Thai, di mana ia berhadapan dengan lawan-lawan yang menuntut ketepatan serangan, ketahanan, dan keberanian untuk bertukar pukulan serta tendangan. Meski profil resmi yang saya temukan tidak memuat rincian teknis selengkap data pengguna, pola hasil pertandingannya di ONE memperlihatkan bahwa ia bukan petarung pasif. Ia punya naluri menyerang, cukup percaya diri untuk membuka pertukaran, dan beberapa kali menunjukkan kemampuan menyelesaikan laga secara eksplosif.

Salah satu momen terpenting dalam kiprah Mohamed Taoufyq di ONE datang pada ONE Friday Fights 110 tanggal 30 Mei 2025, saat ia menghadapi Superchub Bang Saen Fight Club. Hasilnya sangat penting: Taoufyq menang lewat knockout pada ronde ketiga, menit 2:25. Kemenangan ini bukan hanya menambah angka di kolom menang, tetapi juga memberi pesan bahwa dirinya punya daya rusak nyata. Menang KO di panggung seperti ONE Friday Fights selalu punya arti besar, terutama untuk petarung muda, karena itu menunjukkan bahwa di tengah kerasnya pertukaran Muay Thai Thailand, ia tetap mampu menemukan momen penentu dan menutup pertarungan dengan tegas.

Kemenangan atas Superchub juga terasa penting karena memperlihatkan daya tahan dan kesabarannya. Taoufyq tidak menutup laga itu di menit-menit awal. Ia justru menyelesaikannya di ronde ketiga, yang berarti ia mampu bertahan cukup lama, menjaga ritme, dan tetap tajam sampai lawan mulai kehilangan struktur pertarungan. Untuk petarung muda, kemampuan seperti ini sangat berharga. Banyak atlet bisa terlihat meledak pada awal laga, tetapi tidak semua bisa mempertahankan ancaman hingga ronde akhir. Taoufyq menunjukkan bahwa ia punya kemungkinan untuk berkembang menjadi petarung yang tidak hanya berbahaya di awal, tetapi juga kuat saat duel berjalan panjang.

Namun perjalanan seorang petarung hampir tidak pernah benar-benar lurus. Pada ONE Friday Fights 120 tanggal 15 Agustus 2025, Mohamed Taoufyq menghadapi Wuttikrai Wor Chakrawut dan harus menerima kekalahan lewat TKO ronde pertama pada 1:26. Hasil ini tercatat jelas dalam laporan resmi ONE. Kekalahan cepat seperti ini tentu menyakitkan, apalagi bagi petarung muda yang sedang membangun momentum. Tetapi justru dalam olahraga seperti Muay Thai, momen seperti ini sering menjadi titik pembentukan. Ia memaksa seorang atlet untuk menilai ulang jarak, timing, cara masuk ke pertukaran, dan kesiapan menghadapi lawan yang lebih cepat menemukan celah.

Yang menarik, Taoufyq tidak berhenti di sana. Ia kembali naik ring pada ONE Friday Fights 131 tanggal 31 Oktober 2025 dan menghadapi Petmuangnua Tongkawchiangmai. Kali ini, ia merespons dengan cara yang sangat baik: menang TKO ronde kedua pada 1:30. Hasil resmi ONE menegaskan kemenangan tersebut, dan bahkan sorotan video resmi menampilkannya sebagai penampilan yang sangat bersih dan efektif. Kemenangan ini penting bukan hanya karena ia kembali menang, tetapi karena ia menunjukkan kualitas yang sangat dibutuhkan oleh petarung muda: kemampuan bangkit tanpa kehilangan keberanian untuk tetap bertarung agresif.

Kemenangan atas Petmuangnua memberi warna penting pada identitas Taoufyq. Ia tidak sekadar mengandalkan satu momen knockout besar, tetapi juga mampu kembali dari kekalahan lalu menegaskan bahwa ia masih punya tempat di jalur kompetitif ONE. Dalam banyak karier petarung, momen bangkit setelah kalah justru lebih berarti daripada kemenangan pertama. Itu menunjukkan bahwa seorang atlet punya mental untuk menerima benturan, belajar, dan tetap melangkah maju. Mohamed Taoufyq tampaknya memiliki kualitas itu.

Ujian berikutnya datang pada ONE Friday Fights 142 tanggal 13 Februari 2026, saat ia menghadapi petarung Thailand Suriyanlek Por Yenying. Hasilnya adalah kekalahan majority decision. Ini menarik karena berbeda dari kekalahan sebelumnya yang berakhir cepat. Kali ini, Taoufyq mampu membawa pertarungan sampai akhir dan memaksa laga dinilai juri. Kekalahan seperti ini tetap pahit, tetapi juga memberi gambaran bahwa ia bisa bersaing dalam duel tiga ronde yang ketat melawan lawan berpengalaman. Bagi petarung muda, pertarungan seperti ini sering lebih berharga daripada yang terlihat di angka, karena menunjukkan kemampuan bertahan, menyesuaikan diri, dan tetap kompetitif dalam laga yang tidak sempurna.

Dari sisi prestasi, mungkin Mohamed Taoufyq belum memegang sabuk besar atau status bintang utama di ONE. Tetapi ia sudah punya beberapa pencapaian yang layak dicatat. Ia berhasil meraih kemenangan KO ronde ketiga atas Superchub, menang TKO ronde kedua atas Petmuangnua, dan tetap kompetitif sampai keputusan juri melawan Suriyanlek. Untuk petarung muda asal Maroko yang sedang membangun karier di panggung Asia, itu adalah fondasi yang sangat berarti. Ia sudah menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar nama pelengkap, melainkan atlet yang benar-benar punya senjata untuk bersaing.

Pada akhirnya, Mohamed Taoufyq adalah kisah tentang petarung muda yang sedang belajar menjadi lebih kuat di tengah kerasnya Muay Thai ONE Championship. Ia lahir pada 10 Februari 2005, datang dari Maroko, membawa gaya ortodoks dengan fokus pada striking, dan menapaki jalan yang tidak mudah di divisi flyweight. Rekornya mungkin berimbang menurut data yang Anda berikan, tetapi justru itu yang membuat ceritanya terasa nyata. Ia sudah merasakan menang, kalah, bangkit, dan diuji lagi. Dalam olahraga tarung, petarung seperti inilah yang sering paling menarik untuk diikuti, karena kisah terbaik mereka biasanya belum selesai ditulis.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...