Imanol Rodriguez: Kisah “Himan” Dari Meksiko

Piter Rudai 12/05/2026 5 min read
Imanol Rodriguez: Kisah “Himan” Dari Meksiko

Jakarta – Di dunia MMA, ada petarung yang naik pelan-pelan sambil membangun nama sedikit demi sedikit, tetapi ada juga yang datang dengan cara yang jauh lebih tegas: menang cepat, memukul keras, lalu membuat semua orang bertanya siapa sebenarnya sosok di balik ledakan itu. Imanol Rodriguez termasuk dalam kelompok kedua. Petarung asal Meksiko ini lahir pada 15 November 1999, bertarung di divisi flyweight UFC, memakai orthodox stance, dan dikenal dengan julukan “Himan.” Profil resmi UFC mencatat rekornya saat ini 7-0-0, dengan 6 kemenangan KO dan 1 kemenangan submission, tinggi 5’4”, serta berat tanding di kisaran 125 lbs.

Imanol Rodriguez resmi debut di UFC pada 28 Februari 2026 melawan Kevin Borjas, dengan hasil kemenangan TKO ronde kedua. Hingga data terbaru, rekor resminya tercatat 7-0. Jadwal 6 Juni 2026 adalah pertarungan berikutnya melawan Matt Schnell.

Yang membuat Imanol menarik sejak awal adalah bentuk dari kemenangannya. Rekor 7-0 bukan dibangun lewat kemenangan tipis yang membosankan. Dari tujuh kemenangan profesionalnya, enam berakhir lewat KO/TKO dan satu lewat submission. Itu berarti identitas bertarungnya sangat jelas: ia adalah petarung flyweight yang ingin menekan, melepaskan striking keras, lalu menyelesaikan lawan sebelum juri dibutuhkan. Untuk kelas flyweight yang biasanya identik dengan kecepatan dan volume, punya rasio finis seperti itu membuat Imanol langsung terasa berbeda.

Aspek lain yang menarik adalah latar timnya. Saat ini Imanol berafiliasi dengan AKA (American Kickboxing Academy), salah satu camp paling terkenal di MMA dunia. Fakta ini memberi konteks penting pada perkembangannya. Petarung yang ditempa di lingkungan seperti AKA biasanya tidak hanya dibentuk untuk menang dengan gaya tertentu, tetapi juga untuk memahami ritme pertandingan, tekanan panggung besar, dan tuntutan teknik yang lebih lengkap. Dalam kasus Imanol, fondasi itu terasa cocok dengan citranya sebagai striker ortodoks yang tetap punya struktur.

Sebelum benar-benar masuk UFC, Imanol lebih dulu menapaki jalur regional dan membangun momentumnya sedikit demi sedikit. Riwayat laga yang ditampilkan menunjukkan kemenangan atas lawan-lawan seperti Tyrell Hill dan Alberto Trujillo, dengan kemenangan atas Trujillo di Fury FC 96 pada 22 September 2024 berakhir lewat KO/TKO ronde pertama. Jalur seperti ini penting, karena menunjukkan bahwa saat ia dipanggil ke Contender Series, ia datang bukan sebagai petarung mentah, melainkan sebagai atlet yang memang sudah membawa reputasi pemukul keras dari panggung regional.

Titik balik terbesarnya datang pada Dana White’s Contender Series tanggal 7 Oktober 2025, saat ia menghadapi Roque Conceição. Malam itu, Imanol menang lewat TKO ronde pertama pada 2:12, dan kemenangan itu memberinya kontrak UFC. UFC sendiri menempatkannya sebagai salah satu nama yang sukses mencuri perhatian pada minggu tersebut. Ini adalah momen penting, karena di sanalah Imanol berubah dari prospek regional Meksiko menjadi petarung yang sah masuk radar dunia.

Menang di Contender Series lewat TKO ronde pertama selalu punya arti besar. Itu bukan hanya soal membuka pintu UFC, tetapi juga soal bagaimana pintu itu dibuka. Imanol tidak membiarkan juri atau drama panjang menentukan nasibnya. Ia mengambil alih sendiri lewat striking. Dan untuk petarung dengan julukan “Himan,” kemenangan seperti ini terasa pas: langsung, keras, dan meninggalkan kesan bahwa ia benar-benar percaya pada kekuatan utamanya.

Setelah lolos dari DWCS, Imanol resmi melakoni debut UFC pada 28 Februari 2026 di UFC Fight Night: Moreno vs. Kavanagh melawan Kevin Borjas. Lagi-lagi, ia menang dengan cara yang sesuai identitasnya: TKO ronde kedua pada 4:21. UFC menuliskan hasil itu di halaman event resmi dan scorecard resmi. Debut seperti ini sangat penting. Banyak petarung tampil meyakinkan di Contender Series tetapi goyah di UFC. Imanol justru langsung menunjukkan bahwa power dan kepercayaan dirinya tetap hidup di panggung utama.

Kemenangan atas Kevin Borjas menjadi penegas bahwa Imanol Rodriguez bukan sekadar produk satu malam di Contender Series. Ia membuktikan bahwa dirinya bisa menyeberangkan momentum itu ke UFC. Bahkan statistik striking dari laga tersebut menunjukkan volume serangan yang cukup aktif dan efektif, sesuatu yang menegaskan bahwa ia tidak hanya mengandalkan satu pukulan keberuntungan, tetapi memang mampu memaksa lawan hidup dalam tekanan serangannya.

Yang membuat kisah Imanol semakin menarik adalah usianya yang masih sangat produktif. Lahir pada 1999 berarti ia masih berada di fase ideal untuk berkembang sebagai flyweight. Ia sudah cukup matang untuk masuk UFC, tetapi masih cukup muda untuk membentuk versi terbaik dirinya. Dengan rekor 7-0, kemenangan TKO di DWCS, dan kemenangan TKO di debut UFC, ia tampak seperti petarung yang masih membawa ruang pertumbuhan sangat besar. Itu membuat narasinya sangat menarik untuk diikuti ke depan.

Secara teknik, Imanol Rodriguez terlihat seperti petarung yang sangat nyaman berdiri. Data kemenangan profesionalnya memperlihatkan dominasi jalur KO/TKO, dan itu sangat sesuai dengan deskripsinya seorang petarung flyweight bergaya orthodoks. Namun satu kemenangan submission dalam rekornya juga penting dicatat, karena menunjukkan bahwa meskipun striking adalah wajah utamanya, ia bukan petarung yang sepenuhnya satu dimensi. Dalam MMA modern, terutama di kelas flyweight, fleksibilitas sekecil apa pun bisa menjadi pembeda besar ketika menghadapi lawan yang lebih komplet.

Hal lain yang memberi warna pada kisahnya adalah asal dan titik bertandingnya. Tapology mencatat ia lahir di Meksiko dan bertarung dari Ensenada, Baja California, sesuatu yang membuat identitas Meksikonya terasa sangat kuat. Di UFC, petarung Meksiko selalu punya perhatian khusus, terlebih di divisi-divisi ringan yang sangat kompetitif. Ketika seorang flyweight Meksiko datang dengan rekor tak terkalahkan dan power knockout, penonton otomatis akan memberi perhatian lebih. Imanol tampaknya mulai bergerak ke arah itu.

Dari sisi prestasi, Imanol mungkin belum punya gelar besar di UFC. Namun fondasi yang ia bawa sudah sangat kuat. Ia masuk ke UFC lewat Dana White’s Contender Series, menang TKO di sana, lalu langsung memenangkan debut resminya di UFC dengan TKO lagi. Rekor 7-0, dengan 6 kemenangan KO/TKO, bukan sekadar angka bagus, tetapi juga sinyal bahwa ia punya identitas yang jelas dan daya tarik yang nyata. Untuk petarung flyweight, itu adalah modal yang sangat berharga.

Menatap ke depan Imanol dijadwalkan menghadapi Matt Schnell pada 6 Juni 2026 di Las Vegas. Jadwal ini penting karena bisa menjadi langkah berikutnya yang menentukan seberapa cepat ia akan bergerak dari status pendatang baru menjanjikan menjadi nama yang benar-benar masuk pembicaraan serius di flyweight UFC. Bila ia kembali menang, terutama dengan cara yang meyakinkan, narasi tentang “Himan” akan semakin sulit diabaikan.

Pada akhirnya, Imanol Rodriguez adalah kisah tentang petarung muda Meksiko yang datang ke UFC dengan modal yang sangat jelas: kepercayaan diri, pukulan keras, dan kebiasaan menyelesaikan pertarungan. Ia lahir pada 15 November 1999, bertarung dengan gaya orthodox, membangun rekor sempurna 7-0, lalu membuktikan dirinya lewat kemenangan di Contender Series dan debut UFC yang sukses. Ia mungkin belum menjadi bintang besar, tetapi semua tanda awal menunjukkan bahwa ia bukan nama sembarangan. Dan justru karena kisahnya masih sangat awal, Imanol Rodriguez terasa seperti salah satu nama flyweight yang paling menarik untuk terus diikuti.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...