Jakarta – Di dunia Muay Thai, ada petarung yang lahir dari tradisi, ada yang dibesarkan oleh gym besar, dan ada pula yang sejak usia sangat muda sudah memaksa orang menoleh karena ketenangan serta ketajamannya di atas ring. Lothong Kruaynaimuanggym termasuk dalam kelompok terakhir itu. Ia adalah petarung Muay Thai asal Thailand yang lahir pada 19 April 2008, dan saat ini menjadi salah satu nama muda paling menarik di jalur ONE Friday Fights. Lothong berasal dari Thailand, bertinggi 175 cm, memiliki batas berat 127,9 lbs / 58 kg, dan berlatih di Kruaynaimuang Gym.
Banyak petarung Thailand memiliki jejak laga yang panjang di sirkuit lokal, stadion daerah, dan promotor kecil sebelum muncul di organisasi internasional. Dalam kasus Lothong, yang paling penting bukan hanya angka mentahnya, tetapi kenyataan bahwa ia datang ke ONE sebagai remaja dengan pengalaman yang sudah sangat besar dibandingkan usianya. Itu sendiri sudah menjelaskan banyak hal tentang kualitas, ketahanan, dan mental bertarungnya.
Secara teknik, Lothong tampil sebagai petarung orthodox yang berfokus pada striking Muay Thai. Gaya bertarungnya sangat cocok dengan citra yang muncul dari hasil-hasil pertandingannya. Ia bukan petarung yang bertumpu pada permainan rumit atau gaya yang terlalu eksperimental. Ia terlihat seperti striker muda yang sangat percaya pada dasar-dasar Muay Thai: timing, kombinasi pukulan dan tendangan, volume serangan, serta ketenangan saat bertukar.
Salah satu momen penting yang membuat namanya lebih diperhatikan datang pada ONE Friday Fights 89. Sumber pendukung mencatat bahwa Lothong mengalahkan Songpandin Chor Kaewwiset lewat KO ronde kedua pada 1:22. Kemenangan seperti ini penting karena menunjukkan bahwa Lothong bukan hanya petarung muda yang rajin mengumpulkan poin, tetapi juga punya kemampuan menyelesaikan laga dengan tegas. KO di panggung ONE Friday Fights memberi pesan kuat kepada penonton dan promotor: ada daya rusak nyata di balik permainan teknisnya.
Kemenangan atas Songpandin itu juga penting dari sisi naratif. Dalam dunia Muay Thai Thailand, petarung muda sering kali harus melewati banyak laga sebelum benar-benar dianggap layak dilihat sebagai prospek internasional. Ketika seorang remaja bisa mencetak KO di ONE, ia tidak lagi dianggap sekadar anak muda berbakat, tetapi calon petarung yang bisa berkembang menjadi nama besar. Dari situ, perjalanan Lothong terasa mulai berubah. Ia tidak lagi sekadar hadir, tetapi mulai membangun reputasi.
Namun, seperti banyak petarung muda lain, perjalanan Lothong tidak selalu lurus. Justru salah satu hal yang membuatnya menarik adalah bahwa ia tidak dibangun dari kesempurnaan kosong. Rekor 7-1 di salah satu basis data menunjukkan bahwa ia sudah merasakan kekalahan, dan itu membuat ceritanya lebih manusiawi. Petarung yang sangat muda tetapi sudah mengalami menang dan kalah biasanya berkembang lebih cepat, karena mereka tidak hanya membawa rasa percaya diri, tetapi juga membawa pelajaran dari benturan nyata.
Puncak perhatian terbaru terhadap Lothong datang pada ONE Friday Fights 144 tanggal 27 Februari 2026, ketika ia menghadapi Wanpadej NF Looksuan dalam laga flyweight Muay Thai. Artikel resmi ONE menulis bahwa Lothong berhasil menang lewat unanimous decision setelah tiga ronde yang keras, dan kemenangan itu mengangkat catatan profesionalnya menjadi 60-17. Dalam laporan itu, ONE secara khusus memuji kemampuannya untuk tetap tenang di bawah tekanan, menjawab dengan serangan akurat, dan menutup laga dengan kuat berkat agresi serta volume serangannya. Itu adalah penampilan yang sangat penting, karena menunjukkan bahwa Lothong tidak hanya berbahaya saat bisa menyelesaikan lawan, tetapi juga sangat efektif dalam pertarungan penuh tiga ronde yang menuntut kecerdasan dan stamina.
Kemenangan atas Wanpadej memberi warna yang sangat kuat pada profil Lothong. Banyak petarung muda terlihat bagus saat bertarung singkat, tetapi tidak semua mampu mengelola duel panjang yang kompetitif. Lothong justru menunjukkan bahwa ia bisa melakukan keduanya. Ia punya KO dalam rekam jejaknya, tetapi juga punya kemampuan untuk memenangkan keputusan juri secara meyakinkan ketika lawan cukup tangguh untuk bertahan. Inilah salah satu tanda paling sehat dari petarung masa depan: fleksibilitas dalam cara menang.
Ada pula sinyal lain bahwa Lothong sedang naik daun. Cuplikan promosi media sosial yang muncul di hasil pencarian menyebut ia datang dengan rekor 5-6 di ONE Friday Fights dan bahkan sempat membawa enam kemenangan beruntun saat menuju salah satu laga terbaru. Walau sumber seperti ini tidak setegas artikel resmi ONE, keberadaannya memperlihatkan bahwa nama Lothong memang mulai diposisikan sebagai salah satu petarung muda Thailand yang layak dipromosikan lebih jauh.
Dari sisi identitas gym, Kruaynaimuang Gym juga menjadi elemen penting dalam kisahnya. Dalam Muay Thai, gym bukan hanya tempat latihan, melainkan rumah teknik, disiplin, dan budaya bertarung. Ketika profil resmi ONE menempatkan Lothong sebagai wakil Kruaynaimuang Gym, itu berarti ia membawa warisan latihan dan filosofi bertarung dari kamp tersebut setiap kali naik ring. Untuk petarung muda, lingkungan seperti ini sering menjadi penentu apakah bakat mentah bisa berubah menjadi kualitas elite. Pada Lothong, jejak hasil dan ketenangan bertarungnya memberi kesan bahwa proses pembinaan itu berjalan dengan baik.
Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Lothong belum memegang sabuk besar di ONE. Namun dasar yang ia miliki sudah sangat mengesankan. Ia masih remaja, tetapi sudah punya pengalaman profesional puluhan laga menurut ONE, sudah mencetak kemenangan KO di ONE Friday Fights, dan sudah mampu memenangkan duel teknis tiga ronde di level flyweight Muay Thai. Selain itu, fakta bahwa ia punya postur 175 cm untuk kelas sekitar 58 kg memberi keuntungan rangka dan jangkauan yang menarik untuk masa depannya. Dalam Muay Thai, kombinasi tinggi badan, pengalaman, dan kematangan teknik di usia muda bisa menjadi aset yang sangat besar.
Pada akhirnya, Lothong Kruaynaimuanggym adalah kisah tentang petarung muda Thailand yang sedang tumbuh di bawah lampu terang ONE Championship. Ia lahir pada 19 April 2008, bertarung dengan gaya orthodox yang fokus pada striking Muay Thai, berlatih di Kruaynaimuang Gym, dan sudah menunjukkan bahwa dirinya lebih dari sekadar prospek. Ia punya ketenangan, pengalaman, dan kualitas bertarung yang membuat namanya layak diikuti. Mungkin ia belum berada di puncak, tetapi justru karena usianya masih sangat muda, cerita paling penting dari Lothong tampaknya belum benar-benar dimulai.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda