Jakarta – Di tengah dominasi petarung-petarung Thailand di dunia Muay Thai, muncul satu nama muda dari Malaysia yang berhasil mencuri perhatian berkat bakat, keberanian, dan perkembangan pesatnya. Dialah Aliff Sor Dechapan, petarung bernama lengkap Ahmad Nor Iman Aliff bin Rakib, yang lahir pada 4 Februari 2004 di Rantau Panjang, Kelantan, Malaysia. Meski usianya masih sangat muda, Aliff telah menjelma menjadi salah satu prospek paling menjanjikan di divisi strawweight Muay Thai ONE Championship. Dengan tinggi 177 sentimeter dan berat bertanding sekitar 56,7 kilogram (125 lbs), ia memiliki keunggulan jangkauan yang jarang dimiliki petarung di kelasnya. Berlatih di Sor Dechapan Gym di Bangkok, Thailand, Aliff mengombinasikan teknik Muay Thai klasik dengan kecepatan dan agresivitas khas generasi baru.
Perjalanan Aliff dimulai jauh dari gemerlap panggung internasional. Ia tumbuh di Kelantan dalam lingkungan yang dekat dengan olahraga bela diri. Sejak kecil, ia sudah tertarik pada Muay Thai karena sering menyaksikan pertandingan dan melihat bagaimana olahraga tersebut menjadi jalan hidup banyak atlet Asia Tenggara. Dukungan keluarga serta tekad kuat untuk berkembang membuatnya mulai berlatih secara serius sejak usia dini. Kemampuannya berkembang pesat sehingga ia memutuskan merantau ke Thailand, negara yang menjadi pusat perkembangan Muay Thai dunia.
Keputusan bergabung dengan Sor Dechapan Gym menjadi salah satu titik balik terbesar dalam kariernya. Di bawah sistem latihan yang disiplin, Aliff belajar menghadapi kerasnya persaingan Muay Thai Thailand. Latihan hariannya dipenuhi sesi teknik, sparring, penguatan fisik, latihan clinch, hingga peningkatan kondisi aerobik. Pengalaman berlatih bersama petarung-petarung elite membuat kemampuannya berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kebanyakan atlet seusianya.
Sebelum tampil di panggung profesional internasional, Aliff terlebih dahulu mengukir prestasi di level amatir. Ia sukses meraih medali emas IFMA World Championship 2021 di Bangkok, kemudian kembali menjadi juara pada IFMA World Championship 2022 di Abu Dhabi. Pada tahun yang sama, ia juga mempersembahkan medali emas SEA Games Vietnam 2021 (yang digelar pada 2022) untuk Malaysia. Deretan prestasi tersebut mengukuhkan statusnya sebagai salah satu petarung muda terbaik Asia dan membuka jalan menuju ONE Championship.
Kesempatan tampil di ONE Friday Fights menjadi panggung pembuktian berikutnya. Debutnya langsung memperlihatkan kualitas luar biasa. Mengandalkan postur tinggi, tendangan tajam, serta kombinasi pukulan yang presisi, Aliff mampu bersaing dengan petarung-petarung Thailand yang jauh lebih berpengalaman. Penampilannya yang konsisten membuat ONE Championship akhirnya memberinya kontrak penuh sebagai atlet utama organisasi tersebut.
Perjalanan di ONE tidak selalu berjalan mulus, tetapi justru menunjukkan kedewasaan seorang petarung muda. Salah satu kekalahan yang paling banyak dibicarakan terjadi saat ia menghadapi Ellis Badr Barboza pada 2024. Dalam pertarungan yang berlangsung sangat ketat, Aliff harus menerima kekalahan melalui split decision. Meski kalah, banyak pengamat menilai penampilannya tetap impresif karena mampu mengimbangi lawan yang lebih berpengalaman. Kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting yang membuatnya tampil lebih matang pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Aliff kemudian bangkit dengan mencatat kemenangan penting atas sejumlah nama besar. Ia berhasil mengalahkan Zakaria El Jamari, petarung asal Maroko yang terkenal agresif. Penampilan berikutnya juga semakin mengesankan ketika ia menundukkan Walter Goncalves, mantan penantang gelar dunia ONE, dalam pertarungan yang menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek teknik maupun mental bertanding. Ia juga mencatat kemenangan penting atas Ramadan Ondash, salah satu talenta muda berbakat di divisi strawweight. Beberapa kemenangan tersebut diraih melalui knockout spektakuler, sementara sisanya diperoleh lewat keputusan mutlak setelah mendominasi sepanjang pertandingan.
Keberhasilan mengalahkan lawan-lawan elite membuat nama Aliff melesat sebagai calon penantang gelar dunia. ONE Championship kemudian menjadwalkannya menghadapi legenda hidup Sam-A Gaiyanghadao dalam perebutan gelar interim ONE Strawweight Muay Thai World Championship. Pertarungan tersebut menjadi simbol pergantian generasi, mempertemukan pengalaman luar biasa milik Sam-A dengan semangat muda dan perkembangan pesat yang dimiliki Aliff.
Gaya bertarung Aliff menjadi salah satu alasan mengapa banyak penggemar begitu antusias menyaksikan aksinya. Dengan tinggi badan yang berada di atas rata-rata untuk divisi strawweight, ia mampu memanfaatkan jangkauan panjang melalui jab, tendangan depan, dan middle kick yang akurat. Ia tidak hanya mengandalkan kekuatan pukulan, tetapi juga kecerdasan membaca ritme pertandingan. Pergerakan kakinya lincah, sementara kombinasi serangan tangan dan kaki sering kali membuat lawan kesulitan menemukan jarak ideal.
Filosofi bertarung Aliff sangat dipengaruhi budaya Muay Thai Thailand. Ia percaya bahwa kemenangan lahir dari disiplin, kesabaran, dan kerja keras yang dilakukan setiap hari di sasana. Baginya, setiap latihan merupakan investasi untuk pertandingan berikutnya. Karena itu, ia dikenal memiliki etos kerja tinggi dan selalu berusaha memperbaiki kekurangan setelah setiap penampilan.
Rutinitas latihannya di Sor Dechapan Gym tergolong berat. Ia menjalani lari pagi, latihan teknik, sparring intensif, latihan clinch, strength and conditioning, hingga sesi pemulihan yang terjadwal. Selain menjaga kondisi fisik, Aliff juga memberi perhatian besar pada aspek mental agar mampu tetap tenang menghadapi tekanan di panggung besar.
Di usianya yang masih awal 20-an, Aliff Sor Dechapan telah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar talenta menjanjikan, melainkan calon bintang besar Muay Thai dunia. Dengan prestasi di IFMA, SEA Games, serta kemenangan atas sejumlah petarung elite ONE Championship, ia menunjukkan perkembangan yang sangat cepat. Kini, tantangan menghadapi Sam-A Gaiyanghadao menjadi ujian terbesar dalam kariernya. Apa pun hasilnya nanti, Aliff telah membuktikan bahwa Malaysia memiliki sosok baru yang siap bersaing di level tertinggi dan membawa nama negaranya semakin dikenal di panggung Muay Thai internasional.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda