Tonglampoon FA Group: Petarung Muda Thailand

Piter Rudai • 30/09/2026 • 4 min read
Tonglampoon FA Group: Petarung Muda Thailand

Jakarta – Di tengah regenerasi panjang Muay Thai Thailand, Tonglampoon FA Group muncul sebagai salah satu petarung muda yang membangun namanya melalui pertarungan-pertarungan keras di ONE Friday Fights. Lahir pada 6 Oktober 2003, petarung Thailand ini memiliki tinggi sekitar 165 cm dan berlatih di FA Group, salah satu sasana Muay Thai yang dikenal dengan pendekatan pertarungan jarak dekat dan permainan clinch. Pada usia yang masih muda, Tonglampoon telah mengumpulkan puluhan pertandingan profesional dan kemudian membawa pengalaman tersebut ke panggung internasional ONE Championship. Data resmi ONE saat ini mencatat rekornya di organisasi tersebut berada di 7 kemenangan dan 3 kekalahan dari 10 pertandingan, dengan tiga kemenangan melalui finis—dua KO dan satu TKO.

Jauh sebelum menjadi bagian dari ONE, Tonglampoon telah membangun jam terbang melalui kompetisi Muay Thai di Thailand. Ketika melakukan debut di ONE Friday Fights 31 pada 1 September 2023, ia masih berusia 19 tahun dan memiliki rekor profesional 40-11. Lawannya adalah Apidet Namduemmee77 dalam pertarungan catchweight 117 pound. Apidet langsung tampil agresif dan berusaha mencari knockout sejak awal, tetapi Tonglampoon tidak mundur dari pertukaran serangan. Ia justru meningkatkan akurasi pukulannya pada dua ronde terakhir dan berhasil mengamankan kemenangan unanimous decision. Debut tersebut menjadi tanda bahwa pengalaman yang dikumpulkannya sejak usia muda telah memberinya ketenangan untuk menghadapi tekanan di panggung internasional.

Setelah kemenangan debut, Tonglampoon mulai menunjukkan perkembangan yang lebih eksplosif. Salah satu kemenangan pentingnya datang ketika ia menghadapi Topgun Kor Kanluak dalam pertarungan catchweight 122 pound di ONE Friday Fights 78. Topgun membuka laga dengan tekanan melalui rentetan pukulan, tetapi Tonglampoon memilih tidak terburu-buru. Ia membiarkan lawannya masuk ke jarak serang sebelum melancarkan balasan. Pada ronde kedua, sebuah pukulan kanan menjatuhkan Topgun. Setelah lawannya kembali berdiri, Tonglampoon kembali menemukan celah dengan siku kanan pendek sebelum mengakhiri pertandingan lewat jumping head kick pada menit 1:55. Kemenangan KO tersebut menjadi kemenangan keempatnya di ONE sekaligus kemenangan knockout ketiga secara beruntun di organisasi tersebut.

Namun, salah satu gambaran paling jelas mengenai karakter bertarung Tonglampoon justru terlihat dalam duel melawan Mungkorn Boomdeksean. Keduanya bertemu dalam pertarungan 119 pound pada ONE Friday Fights 89, November 2024. Mungkorn memulai dengan kombinasi tangan cepat dan serangan lutut, sementara Tonglampoon menggunakan low kick untuk membuka ruang. Memasuki ronde kedua, ia mulai mengambil peran sebagai agresor dan membalas setiap kombinasi lawan dengan pukulan yang lebih berat, siku, dan tendangan. Pertarungan berlangsung sengit hingga ronde terakhir dan akhirnya Tonglampoon menang melalui split decision, membuat rekornya menjadi 5-0 di ONE dan 46-12 secara keseluruhan pada saat itu.

Pertemuan berikutnya dengan Mungkorn kembali menghasilkan pertarungan ketat. Pada ONE Friday Fights 97, Tonglampoon memenangkan duel 119 pound melalui split decision dan memperpanjang rekor ONE-nya menjadi 6-0, dengan catatan keseluruhan yang saat itu dilaporkan ONE sebagai 47-12. Pertandingan tersebut memperlihatkan salah satu karakter utama gaya bertarungnya: tekanan maju, pukulan pendek, siku dalam jarak dekat, serta kemampuan melakukan counter ketika lawan membuka celah. Tonglampoon tidak selalu menunggu kesempatan datang; ia aktif menciptakan pertukaran dan menggunakan tekanan untuk memaksa lawan bekerja dalam ritme yang ia inginkan.

Perjalanan tersebut kemudian menghadapi fase yang jauh lebih sulit. Pada ONE Friday Fights 122, 29 Agustus 2025, Tonglampoon berhadapan dengan Kohtao Petsomnuk dalam salah satu pertarungan yang kemudian dipromosikan ONE sebagai duel Muay Thai penuh aksi. Tonglampoon keluar sebagai pemenang melalui majority decision setelah pertarungan keras tiga ronde. Akan tetapi, Kohtao mendapatkan kesempatan membalas pada pertemuan berikutnya di ONE Friday Fights 138 pada Januari 2026. Kali ini, Kohtao menghentikan Tonglampoon melalui knockout ronde kedua. Kekalahan tersebut menjadi awal dari periode sulit karena Tonglampoon kemudian juga mengalami kekalahan TKO dari Petnamkhong Sor Maneekhot di ONE Friday Fights 149 pada April 2026.

Pada ONE Friday Fights 161, 10 Juli 2026, Tonglampoon kembali bertarung di kelas strawweight Muay Thai, menghadapi Petsangwan Sor Samarngarment. Pertandingan tersebut berakhir dengan KO untuk Petsangwan pada ronde pertama. Hasil itu membuat Tonglampoon kini memiliki tiga kekalahan beruntun di ONE setelah sebelumnya memulai karier promosionalnya dengan tujuh kemenangan tanpa kekalahan. Profil resmi ONE mencatat rekor organisasinya menjadi 7-3, dengan tiga kemenangan melalui finis dan empat melalui keputusan juri.

Meski rangkaian hasil terbaru tidak mudah, perjalanan Tonglampoon memperlihatkan bagaimana seorang petarung muda menghadapi perubahan level kompetisi. Gaya bertarungnya cenderung agresif dan berorientasi pada pertukaran serangan, tetapi ia juga memiliki kemampuan membaca momentum dan melakukan counter. Latar belakang FA Group turut menjadi bagian penting dari identitasnya sebagai petarung yang nyaman bertarung dalam jarak dekat. Ia telah menunjukkan kemampuan menggunakan pukulan, siku, tendangan, dan serangan kepala sebagai bagian dari kombinasi, bukan sekadar mengandalkan satu senjata.

Pada usia 22 tahun, karier Tonglampoon masih berada dalam tahap perkembangan. Ia sudah memiliki pengalaman profesional yang besar untuk usianya, pernah mencatat tujuh kemenangan beruntun di ONE, menghasilkan beberapa knockout spektakuler, serta melewati pertarungan tiga ronde yang sangat kompetitif. Tantangan berikutnya bukan sekadar mengembalikan kemenangan, tetapi juga beradaptasi setelah menghadapi tiga kekalahan beruntun. Jika mampu menggunakan pengalaman tersebut untuk memperbaiki pertahanan, pengambilan keputusan, dan manajemen pertarungan, fase sulit ini dapat menjadi bagian penting dari proses pendewasaannya sebagai petarung. Hingga kini, Tonglampoon FA Group tetap menjadi salah satu nama muda Thailand yang menarik untuk diperhatikan di panggung Muay Thai internasional.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...