Jakarta – Pertandingan seru dan penuh taktik tersaji di Stade Maurice Dufrasne, Liège, tatkala Tim Nasional Belgia menjamu Turki dalam laga lanjutan fase Grup A1 UEFA Nations League 2026 tadi malam. Skuad berjuluk The Red Devils tampil sangat perkasa di hadapan publik sendiri dan sukses mengamankan kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 3-0.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, skuad asuhan tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang untuk menekan lini pertahanan lawan. Permainan cepat yang diperagakan oleh barisan penyerang Belgia langsung membuahkan hasil positif ketika pertandingan baru berjalan sembilan menit.
Adalah sang maestro lini tengah, Kevin De Bruyne, yang sukses membuka keunggulan lebih awal bagi Belgia pada menit kesembilan. Memanfaatkan celah di lini pertahanan Turki, De Bruyne melepaskan tembakan akurat terukur yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Uğurcan Çakır, mengubah skor menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol membuat kubu Turki langsung bereaksi dengan meningkatkan intensitas serangan mereka ke jantung pertahanan tuan rumah. Wonderkid andalan mereka, Arda Güler, beberapa kali mencoba memberikan ancaman nyata melalui tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Namun, lini belakang Belgia yang dikomandoi oleh Brandon Mechele tampil sangat disiplin dan kokoh sepanjang paruh pertama. Kiper muda Senne Lammens juga menunjukkan performa luar biasa di bawah mistar gawang dengan mementahkan sejumlah peluang berbahaya dari para pemain lini depan Turki.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Turki mencoba mengambil risiko lebih besar dengan memasukkan pemain penyegar di lini serang. Meski demikian, organisasi permainan disiplin yang diterapkan skuad The Red Devils mampu mematahkan setiap alur serangan yang dibangun oleh tim tamu.
Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang Turki justru kembali harus bergetar saat memasuki menit ke-58. Kevin De Bruyne kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk mencetak brace sekaligus memperlebar keunggulan Belgia menjadi 2-0 lewat penyelesaian klinis yang memanfaatkan kerja sama apik lini tengah.
Unggul dua gol tidak membuat intensitas tekanan dari skuad Belgia menurun sedikit pun di sisa waktu babak kedua. Pelatih tuan rumah melakukan sejumlah pergantian taktis yang terbukti efektif, termasuk memasukkan penyerang berpengalaman Romelu Lukaku dan gelandang bertahan Roméo Lavia pada menit ke-60.
Turki terus berjuang keras untuk mencari gol hiburan guna memperkecil ketertinggalan kedudukan di sisa waktu pertandingan. Peluang emas sempat didapatkan oleh barisan penyerang tim tamu, tetapi ketangguhan Senne Lammens di bawah mistar gawang Belgia masih terlalu tangguh untuk ditembus.
Pesta kemenangan The Red Devils akhirnya disempurnakan oleh gol ketiga yang dicetak oleh Romelu Lukaku pada menit ke-75. Memanfaatkan umpan matang terukur dari Charles De Ketelaere di dalam kotak penalti, Lukaku dengan dingin menceploskan bola ke gawang Çakır.
Memasuki 15 menit terakhir pertandingan, tempo permainan mulai sedikit melambat dengan Belgia dengan nyaman menguasai jalannya laga. Para pemain tuan rumah bermain sabar dari kaki ke kaki guna mengamankan keunggulan tiga gol tanpa balas tersebut hingga waktu normal berakhir.
Memasuki masa injury time babak kedua, pertandingan sempat diwarnai beberapa pelanggaran keras berbuah kartu kuning. Gelandang kreatif Turki Arda Güler serta bek muda Belgia Nathan Ngoy diganjar kartu oleh pengadil lapangan akibat insiden ketegangan di penghujung laga.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit tanda berakhirnya pertandingan, skor 3-0 untuk kemenangan telak Belgia tetap tidak berubah. Hasil positif di kandang sendiri ini semakin memperkokoh posisi skuad The Red Devils di peta persaingan Grup A1 UEFA Nations League musim ini.
(EA/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda