Jakarta – Tim Nasional Argentina kembali menunjukkan taji dan dominasi mutlak mereka di kancah sepak bola internasional dalam rangkaian uji coba FIFA Matchday, melawan Burkina Faso. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, skuad La Albiceleste sukses menghibur publik tuan rumah dengan performa yang luar biasa impresif dan penuh daya gedor.
Pertandingan yang digelar tadi malam memperlihatkan bagaimana kedalaman skuad juara dunia ini tetap sangat superior meskipun beberapa wajah baru mulai diintegrasikan ke dalam tim. Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, dominasi permainan langsung dipegang sepenuhnya oleh para pemain asuhan Lionel Scaloni tanpa kenal kompromi.
Serangan demi serangan yang dibangun dari lini tengah mengalir dengan begitu cair, merepotkan lini pertahanan lawan yang dipaksa bekerja ekstra keras sepanjang laga. Keunggulan cepat berhasil dibuka oleh sang kapten sekaligus penyerang tajam Lautaro Martínez yang memanfaatkan celah di lini belakang lawan pada menit-menit awal.
Gol pembuka tersebut semakin membakar semangat juang para pemain Argentina untuk terus menekan dan tidak memberikan sedikit pun ruang bernapas bagi tim tamu. Tak berselang lama, papan skor kembali berubah setelah lini pertahanan lawan melakukan kesalahan antisipasi berbuah gol bunuh diri yang menguntungkan posisi tuan rumah.
Unggul dua gol tidak membuat lini depan Argentina mengendurkan intensitas serangan, terbukti dengan gelombang tekanan bertubi-tubi yang terus dilancarkan dari berbagai sisi lapangan. Pemain muda berbakat Gianluca Prestianni turut mencatatkan namanya di papan skor lewat aksi individu memukau yang berujung pada gol ketiga bagi keunggulan Tim Tango.
Menjelang penghujung babak pertama, giliran Nico Paz dan Julián Álvarez yang secara bergantian mengoyak jala gawang lawan, menutup paruh pertama dengan skor telak lima gol tanpa balas.
Memasuki babak kedua, rotasi pemain besar-besaran dilakukan oleh sang pelatih untuk memberikan kesempatan kepada para pemain muda unjuk gigi di panggung internasional. Meskipun banyak pemain cadangan yang dimasukkan, ritme permainan Argentina tidak mengalami penurunan drastis, terbukti dari dua tambahan gol melalui aksi ciamik Franco Mastantuono dan Giuliano Simeone.
Pada pertandingan uji coba internasional sebelumnya yang berlangsung di Stadion Mario Alberto Kempes, Cordoba, Timnas Argentina tampil sangat perkasa dengan menggilas Bolivia dengan skor telak 4-0. Sejak menit awal, La Albiceleste langsung mengontrol jalannya pertandingan dengan mencatatkan penguasaan bola hingga 70%. Lini serang yang digawangi Lautaro Martínez tampil agresif dan sukses membuka keunggulan pada babak pertama, disusul oleh gol apik dari gelandang muda kreatif Nico Paz.
Memasuki paruh kedua, dominasi Argentina tidak mengendur. Bek tangguh Cristian Romero turut mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan tajam, sebelum akhirnya penyerang pengganti José Manuel López mengunci kemenangan menjadi 4-0 menjelang akhir laga.
Setelah melalui dua rangkaian laga uji coba kandang yang sangat sukses melawan Bolivia dan Burkina Faso, Argentina kini bersiap menghadapi Benin di Estadio Más Monumental, Buenos Aires. Di atas kertas, Argentina diunggulkan secara mutlak berkat kedalaman skuad, rekor kandang yang luar biasa, serta mentalitas juara dunia yang mereka miliki. Pertandingan ini juga diindikasikan menjadi momen emosional dan laga perpisahan bagi sang kapten legendaris, Lionel Messi, yang diprediksi akan menambah motivasi berlipat ganda bagi skuad asuhan Lionel Scaloni untuk tampil habis-habisan.
Benin diprediksi akan bermain lebih bertahan total (deep block) untuk meredam gelombang serangan cepat dari lini kedua Argentina. Kendati demikian, La Albiceleste diunggulkan untuk meraih kemenangan meyakinkan dengan selisih minimal 3 gol tanpa balas.
(EA/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda