Bokang Masunyane: Little Giant Di ONE Championship

Piter Rudai • 05/10/2026 • 4 min read
Bokang Masunyane: Little Giant Di ONE Championship

Jakarta – Tubuhnya kecil, tetapi perjalanan hidup Bokang “Little Giant” Masunyane justru menjadi salah satu kisah paling menarik dari dunia MMA Afrika Selatan. Lahir pada 18 Juni 1994 di Lesotho dan kemudian tumbuh di Johannesburg, Masunyane kehilangan ibunya ketika baru berusia dua tahun. Ia sempat tinggal bersama bibinya sebelum menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Kids Haven, sebuah organisasi yang membantu anak-anak dan kaum muda yang membutuhkan. Di tengah kehidupan yang jauh dari mudah itu, olahraga menjadi jalan keluar yang kelak mengubah hidupnya.

Masunyane mulai mengenal gulat ketika berusia tujuh tahun. Tubuhnya yang relatif kecil membuatnya kesulitan mendapatkan kesempatan di beberapa olahraga lain, tetapi justru gulat menjadi tempat ia menemukan kepercayaan diri. Ia langsung jatuh cinta pada olahraga tersebut dan menjadikannya pelarian dari berbagai persoalan kehidupan. Dedikasinya menghasilkan 23 gelar nasional dan tiga gelar Kejuaraan Afrika, serta membawanya mewakili Afrika Selatan di Commonwealth Games. ONE juga mencatat bahwa ia meraih medali perunggu di ajang tersebut. Setelah merasa sudah mencapai level tinggi dalam gulat, Masunyane mulai melihat MMA sebagai jalan berikutnya karena gulat di Afrika Selatan sulit dijadikan profesi.

Peralihannya ke MMA berlangsung cepat. Ia menjalani debut amatir pada September 2015 dan mencatat enam kemenangan dalam waktu kurang dari setahun sekaligus merebut dua gelar regional. Debut profesionalnya kemudian terjadi pada 9 Desember 2016 di EFC 56 menghadapi Musaddiq Alli Hasan. Masunyane menang melalui kimura pada ronde pertama. Setelah itu, ia membangun rentetan kemenangan di EFC dengan mengalahkan Luthando Biko, Abdul Hassan, Magno Alves dan Coner Hignett. Pada fase awal tersebut, fondasi gulatnya menjadi senjata utama: menjatuhkan lawan, mengontrol posisi atas, kemudian mencari peluang untuk menyerang. Ia mengawali karier profesional dengan enam kemenangan beruntun.

Perjalanan tersebut sempat tersendat karena cedera lutut yang membuatnya tidak aktif hampir sepanjang 2018. Namun, ia kembali dengan kemenangan keputusan mutlak atas Yusuke Ogikubo dalam debutnya di Pancrase, Jepang, pada Juli 2019. Pertarungan itu menjadi pintu menuju panggung yang jauh lebih besar. Beberapa bulan kemudian, Masunyane bergabung dengan ONE Championship dan menghadapi Ryuto Sawada pada Desember 2019. Menghadapi grappler Jepang yang memiliki kemampuan submission berbahaya, ia menunjukkan kontrol gulat dan stamina luar biasa untuk meraih kemenangan keputusan.

Momen terbesarnya datang ketika menghadapi mantan penantang gelar ONE, Rene Catalan, pada Desember 2020. Masunyane tidak membutuhkan tiga ronde untuk membuktikan dirinya. Sebuah head kick yang menghantam tepat sasaran mengakhiri pertandingan hanya dalam 37 detik ronde pertama. Itu merupakan kemenangan KO pertama dalam karier profesionalnya sekaligus membuat namanya semakin diperhitungkan di kelas strawweight. Dari sinilah julukan “Little Giant” terasa semakin tepat: posturnya hanya sekitar 155 cm, tetapi daya ledak dan keberaniannya jauh lebih besar daripada ukuran tubuhnya.

Pada April 2022, Masunyane mendapatkan ujian besar ketika berhadapan dengan Jarred Brooks dalam laga yang sangat penting di divisi strawweight. Untuk pertama kalinya ia mengalami kekalahan di MMA profesional, setelah Brooks menguncinya dengan rear-naked choke pada ronde pertama. Namun, Masunyane bangkit dengan tiga kemenangan beruntun. Ia mengalahkan Hiroba Minowa pada 2023, Keito Yamakita pada Januari 2024, keduanya melalui keputusan mutlak. Dua kemenangan itu kembali menempatkannya di antara penantang utama divisinya.

Fase berikutnya menjadi lebih sulit. Masunyane kalah dari Magomedmansur Malachiev pada Oktober 2024 dan Sanzhar Zakirov pada April 2025, keduanya melalui keputusan mutlak. Ia kemudian kembali menang atas Ryohei Kurosawa pada Januari 2026, juga lewat keputusan. Sayangnya, momentum tersebut kembali terhenti pada Juli 2026 ketika Seung Chul Lee mengalahkannya melalui keputusan mutlak. Hasil itu membuat rekor profesional Masunyane kini menjadi 11-4, dengan satu kemenangan KO, satu submission dan sembilan kemenangan melalui keputusan.

Secara gaya bertarung, Masunyane adalah produk dari pengalaman gulat yang sangat kuat. ONE menggambarkan senjatanya melalui takedown dinamis, top control yang menekan, serta pukulan kanan yang keras. Namun ia bukan sekadar wrestler yang membawa lawan ke bawah. Masunyane sendiri pernah menjelaskan bahwa ia mampu menggunakan gulat untuk membangun serangan dan sebaliknya menggunakan striking untuk membuka jalan menuju takedown. Itulah yang membuat permainannya terasa dinamis.

Mentalitasnya mungkin merupakan senjata terbesar yang dimilikinya. Masunyane tidak melihat postur kecil atau masa kecil yang sulit sebagai alasan untuk berhenti. Ia justru menjadikan keduanya sebagai bahan bakar. Julukan “Little Giant” baginya bukan sekadar menggambarkan tubuh pendek, tetapi juga hati besar dan perjuangan untuk keluar dari keadaan yang pernah membuat masa depannya terlihat tidak memiliki harapan. Ia berlatih di Fight Fit Militia bersama pelatih Richard Quan dan sejumlah petarung berpengalaman, termasuk mantan petarung UFC, sehingga pengembangan gulat, striking, grappling dan kondisi fisiknya berjalan dalam lingkungan MMA yang kompetitif.

Kini, Masunyane memasuki fase berbeda dalam kariernya. Ia bukan lagi prospek tak terkalahkan yang mengejutkan lawan-lawannya, melainkan veteran ONE dengan pengalaman menghadapi sejumlah nama terbaik di kelas strawweight. Empat kekalahan profesional telah memberinya pelajaran yang tidak bisa diperoleh hanya dari kemenangan. Namun selama kecepatan, stamina, gulat eksplosif dan mentalitas pantang menyerah itu masih ada, “Little Giant” tetap menjadi petarung yang mampu menyulitkan siapa pun di divisinya. Dari seorang anak yang menemukan pelarian di atas matras hingga berdiri di panggung dunia ONE Championship, perjalanan Masunyane membuktikan bahwa ukuran tubuh tidak selalu menentukan seberapa besar seseorang dapat bermimpi.

(PR/timKB)

Sumber foto:

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...